Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Rencana Trump Pangkas Insentif Solar Impor Ditentang China dan ExxonMobil

Rencana Trump Pangkas Insentif Solar Impor Ditentang China dan ExxonMobil

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
  • visibility 163

Kabarjatengterkini.com – China bersama sejumlah perusahaan minyak besar Amerika Serikat, seperti Exxon Mobil, Chevron, dan Diamond Green Diesel LLC, secara tegas menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin memangkas insentif untuk solar terbarukan berbahan baku impor.

Penolakan ini tertuang dalam surat resmi yang dikirim Pemerintah China kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada Juli 2025 lalu. Surat tersebut mengungkapkan bahwa rencana kebijakan itu berpotensi mengganggu perdagangan global, merugikan produsen bahan bakar AS, dan melemahkan upaya penurunan emisi karbon secara signifikan.

Penolakan China dan Perusahaan Minyak AS

China menyatakan kekhawatirannya bahwa pemangkasan insentif tersebut akan berdampak negatif terhadap stabilitas rantai pasokan energi, khususnya bagi perusahaan kecil dan menengah di Amerika Serikat yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri.

Wakil Direktur Jenderal Perdagangan Global China, Jiao Yang, menegaskan bahwa kebijakan ini dapat menekan margin keuntungan, bahkan memicu kebangkrutan perusahaan lokal yang tidak mampu bersaing dengan produsen besar yang memiliki akses ke bahan baku domestik.

Sikap China ini ternyata sejalan dengan kekhawatiran sejumlah raksasa energi Amerika, seperti Exxon Mobil dan Chevron, yang telah berinvestasi besar dalam membangun fasilitas produksi diesel terbarukan berbasis bahan baku impor.

Menurut analis Bloomberg Intelligence, Brett Gibbs, mayoritas kilang diesel terbarukan milik perusahaan besar AS dirancang untuk menerima pasokan bahan baku dari luar negeri melalui jalur air, bukan melalui distribusi darat seperti kereta api atau truk. Jika insentif dipangkas, perusahaan-perusahaan ini akan menghadapi biaya operasional lebih tinggi karena dipaksa membeli bahan baku domestik yang lebih sulit dijangkau dan lebih mahal dari sisi logistik.

Latar Belakang Rencana Kebijakan Trump

Proposal pemangkasan insentif ini pertama kali diajukan oleh EPA pada Juni 2025. Dalam rencananya, solar terbarukan berbahan baku impor hanya akan diberikan setengah dari kredit yang diberikan untuk biofuel berbahan baku domestik.

Kredit ini merupakan bagian dari skema Renewable Fuel Standard (RFS) yang mendorong penggunaan energi terbarukan di AS melalui insentif dan kewajiban pencampuran bahan bakar hijau.

Alasan utama di balik rencana ini adalah dorongan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, seperti minyak kedelai, lemak hewani, dan limbah minyak goreng lokal.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari lobi petani dan pengolah tanaman AS, terutama Asosiasi Pengolah Biji Minyak Nasional, yang berharap permintaan domestik terhadap minyak kedelai meningkat di tengah tekanan ekspor akibat tarif perdagangan global.

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena dinilai berat sebelah dan tidak mempertimbangkan kondisi industri energi yang selama ini sudah berinvestasi dalam skema impor bahan baku.

Potensi Dampak Terhadap Industri dan Perdagangan Global

Jika diberlakukan, kebijakan ini dikhawatirkan tidak hanya akan menghambat pertumbuhan industri energi terbarukan di AS, tapi juga memicu ketegangan dagang baru antara AS dan negara mitra dagangnya, termasuk China.

“Memaksa kilang diesel terbarukan yang sudah beroperasi dengan bahan baku impor untuk beralih ke pasokan domestik sama saja dengan menciptakan hambatan buatan. Ini akan merugikan banyak produsen besar dan bisa memicu ketimpangan dalam kompetisi pasar,” ujar Brett Gibbs.

Selain itu, upaya global untuk menurunkan emisi karbon juga bisa terganggu. Pengurangan insentif pada solar terbarukan impor akan membuat biaya produksi meningkat dan mengurangi minat pelaku industri dalam memproduksi biofuel rendah emisi, padahal energi ini menjadi salah satu solusi utama dalam transisi menuju energi bersih.

Keputusan Akhir Menanti Oktober

Saat ini, EPA masih mengkaji usulan kebijakan tersebut dan diperkirakan akan mengumumkan keputusan final terkait kewajiban pencampuran dan skema kredit biofuel untuk tahun 2026 dan 2027 pada akhir Oktober 2025.

Jika keputusan akhir tetap mengesahkan pemangkasan insentif untuk solar berbahan impor, maka industri energi di AS akan menghadapi tantangan besar dalam menyusun ulang strategi pasokan dan distribusi.

Hal ini juga bisa memicu gelombang kritik dan tekanan politik, baik dari dalam negeri maupun internasional.

Penolakan China terhadap rencana Trump memangkas insentif solar terbarukan impor menandai solidaritas internasional dalam mendukung perdagangan terbuka dan transisi energi hijau. Bersatunya negara besar seperti China dengan perusahaan minyak raksasa AS menunjukkan bahwa kebijakan energi harus memperhatikan kepentingan industri global dan keberlanjutan lingkungan, bukan hanya orientasi politik jangka pendek.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ancam Kelangsungan Hutan Lindung, Tambang Galian C Ilegal di Pakis Kendal Ditutup

    Ancam Kelangsungan Hutan Lindung, Tambang Galian C Ilegal di Pakis Kendal Ditutup

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kendal, Kabarjatengterkini.com – Tambang galian C di Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, ditutup. Penutupan operasi tambang tersebut dilakukan lantaran belum berizin atau merupakan tambang ilegal. “Untuk tambang galian C yang di dusun Pakis desa Sidomukti kecamatan Weleri itu ilegal karena tidak ada izinnya,” kata Wakil Bupati Kendal sekaligus Ketua Satgas Mineral Bukan […]

  • uang

    KPK Pamerkan Tumpukan Uang Rp 300 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Kasus PT Taspen

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Untuk pertama kalinya dalam sejarah penegakan hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terbuka menampilkan tumpukan uang tunai hasil rampasan tindak pidana korupsi senilai Rp 300 miliar di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Pameran uang rampasan ini menjadi simbol nyata dari keberhasilan KPK menyelamatkan aset negara dalam kasus mega korupsi investasi PT Taspen (Persero). […]

  • Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali mendapatkan predikat sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Predikat ini telah diperoleh sebanyak empat kali setiap tahun secara berturut-turut. “Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak, selama empat tahun berturut-turut,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Auditorium Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat (8/8/2025) malam. Pemerintah […]

  • bpjph

    BPJPH Akan Audit Food Tray MBG di China, Respons Isu Kandungan Minyak Babi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, angkat bicara terkait isu dugaan kandungan minyak babi dalam food tray atau wadah makan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Food tray tersebut diketahui diproduksi di China dan menjadi sorotan publik usai beredar informasi yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kehalalannya. Menanggapi hal […]

  • melindungi

    7 Cara Ampuh Melindungi Mata dari Paparan Sinar UV Berbahaya

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari sinar matahari memiliki dampak negatif tidak hanya bagi kulit, tetapi juga bagi kesehatan mata. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan mata, mulai dari iritasi ringan hingga risiko penyakit serius seperti katarak dan degenerasi makula. Oleh karena itu, melindungi mata dari bahaya sinar UV sangat penting […]

  • sedekah laut dan bumi di TPI Tambaklorok Semarang

    Agustina Sebut Sedekah Laut dan Bumi Tambaklorok Jadi Wujud Rasa Syukur Nelayan Atas Hasil Alam

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Ratusan kapal nelayan turut memeriahkan sedekah laut dan bumi di TPI Tambaklorok Semarang pada Minggu (10/5/2026) kemarin. Tradisi tahunan ini digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam dan Semesta atas hasil perairan yang melimpah. Momentum ini sekaligus sebagai doa agar laut terus menjadi sumber rezeki, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat […]

expand_less