Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Rencana Trump Pangkas Insentif Solar Impor Ditentang China dan ExxonMobil

Rencana Trump Pangkas Insentif Solar Impor Ditentang China dan ExxonMobil

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
  • visibility 205

Kabarjatengterkini.com – China bersama sejumlah perusahaan minyak besar Amerika Serikat, seperti Exxon Mobil, Chevron, dan Diamond Green Diesel LLC, secara tegas menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin memangkas insentif untuk solar terbarukan berbahan baku impor.

Penolakan ini tertuang dalam surat resmi yang dikirim Pemerintah China kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada Juli 2025 lalu. Surat tersebut mengungkapkan bahwa rencana kebijakan itu berpotensi mengganggu perdagangan global, merugikan produsen bahan bakar AS, dan melemahkan upaya penurunan emisi karbon secara signifikan.

Penolakan China dan Perusahaan Minyak AS

China menyatakan kekhawatirannya bahwa pemangkasan insentif tersebut akan berdampak negatif terhadap stabilitas rantai pasokan energi, khususnya bagi perusahaan kecil dan menengah di Amerika Serikat yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku dari luar negeri.

Wakil Direktur Jenderal Perdagangan Global China, Jiao Yang, menegaskan bahwa kebijakan ini dapat menekan margin keuntungan, bahkan memicu kebangkrutan perusahaan lokal yang tidak mampu bersaing dengan produsen besar yang memiliki akses ke bahan baku domestik.

Sikap China ini ternyata sejalan dengan kekhawatiran sejumlah raksasa energi Amerika, seperti Exxon Mobil dan Chevron, yang telah berinvestasi besar dalam membangun fasilitas produksi diesel terbarukan berbasis bahan baku impor.

Menurut analis Bloomberg Intelligence, Brett Gibbs, mayoritas kilang diesel terbarukan milik perusahaan besar AS dirancang untuk menerima pasokan bahan baku dari luar negeri melalui jalur air, bukan melalui distribusi darat seperti kereta api atau truk. Jika insentif dipangkas, perusahaan-perusahaan ini akan menghadapi biaya operasional lebih tinggi karena dipaksa membeli bahan baku domestik yang lebih sulit dijangkau dan lebih mahal dari sisi logistik.

Latar Belakang Rencana Kebijakan Trump

Proposal pemangkasan insentif ini pertama kali diajukan oleh EPA pada Juni 2025. Dalam rencananya, solar terbarukan berbahan baku impor hanya akan diberikan setengah dari kredit yang diberikan untuk biofuel berbahan baku domestik.

Kredit ini merupakan bagian dari skema Renewable Fuel Standard (RFS) yang mendorong penggunaan energi terbarukan di AS melalui insentif dan kewajiban pencampuran bahan bakar hijau.

Alasan utama di balik rencana ini adalah dorongan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, seperti minyak kedelai, lemak hewani, dan limbah minyak goreng lokal.

Kebijakan ini mendapat dukungan dari lobi petani dan pengolah tanaman AS, terutama Asosiasi Pengolah Biji Minyak Nasional, yang berharap permintaan domestik terhadap minyak kedelai meningkat di tengah tekanan ekspor akibat tarif perdagangan global.

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena dinilai berat sebelah dan tidak mempertimbangkan kondisi industri energi yang selama ini sudah berinvestasi dalam skema impor bahan baku.

Potensi Dampak Terhadap Industri dan Perdagangan Global

Jika diberlakukan, kebijakan ini dikhawatirkan tidak hanya akan menghambat pertumbuhan industri energi terbarukan di AS, tapi juga memicu ketegangan dagang baru antara AS dan negara mitra dagangnya, termasuk China.

“Memaksa kilang diesel terbarukan yang sudah beroperasi dengan bahan baku impor untuk beralih ke pasokan domestik sama saja dengan menciptakan hambatan buatan. Ini akan merugikan banyak produsen besar dan bisa memicu ketimpangan dalam kompetisi pasar,” ujar Brett Gibbs.

Selain itu, upaya global untuk menurunkan emisi karbon juga bisa terganggu. Pengurangan insentif pada solar terbarukan impor akan membuat biaya produksi meningkat dan mengurangi minat pelaku industri dalam memproduksi biofuel rendah emisi, padahal energi ini menjadi salah satu solusi utama dalam transisi menuju energi bersih.

Keputusan Akhir Menanti Oktober

Saat ini, EPA masih mengkaji usulan kebijakan tersebut dan diperkirakan akan mengumumkan keputusan final terkait kewajiban pencampuran dan skema kredit biofuel untuk tahun 2026 dan 2027 pada akhir Oktober 2025.

Jika keputusan akhir tetap mengesahkan pemangkasan insentif untuk solar berbahan impor, maka industri energi di AS akan menghadapi tantangan besar dalam menyusun ulang strategi pasokan dan distribusi.

Hal ini juga bisa memicu gelombang kritik dan tekanan politik, baik dari dalam negeri maupun internasional.

Penolakan China terhadap rencana Trump memangkas insentif solar terbarukan impor menandai solidaritas internasional dalam mendukung perdagangan terbuka dan transisi energi hijau. Bersatunya negara besar seperti China dengan perusahaan minyak raksasa AS menunjukkan bahwa kebijakan energi harus memperhatikan kepentingan industri global dan keberlanjutan lingkungan, bukan hanya orientasi politik jangka pendek.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Ahmad Luthfi Menyandang Gelar Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyandang gelar sebagai Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia (KPAI). Gelar ini merupakan wujud apresiasi terhadap tokoh yang dianggap berperan penting bagi komunitas pecinta alam di Indonesia. Menurut KPAI, selama memimpin Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui kebijakannya senantiasa mendukung upaya pelestarian alam dan lingkungan. Selain itu, dia disebut […]

  • Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada sejumlah strategi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Di antaranya dengan mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak dan piutang. “Peningkatan pendapatan akan kami lakukan dengan penanganan piutang pajak melalui door to door (pintu ke pintu), razia kepatuhan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, […]

  • 5 Jenis Daun Herbal untuk Redakan Penyakit

    5 Jenis Daun Herbal untuk Redakan Penyakit

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Beberapa jenis daun diyakini memiliki manfaat penyembuhan keluhan kesehatan tertentu. Daun-daun ini sering digunakan sebagai obat herbal, memiliki kandungan vitamin, mineral, dan senyawa aktif yang bermanfaat untuk mencegah, atau meredakan berbagai penyakit. Beberapa daun yang sering digunakan sebagai obat herbal antara lain daun sirih, daun lidah buaya, daun kemangi, daun pegagan, hingga daun jambu biji. […]

  • ugm

    Pembubaran Diskusi di UGM: IPR Sayangkan Tindakan Anarkis dan Pembungkaman Ruang Akademik

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Insiden pembubaran paksa forum diskusi ilmiah di lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Tindakan intimidasi yang mencederai kebebasan akademik tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur yang seharusnya dijunjung tinggi oleh kelompok intelektual. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, secara tegas menyesalkan aksi pembubaran kegiatan diskusi […]

  • jeffrey

    Profil Jeffrey Epstein, Miliarder di Balik Skandal Besar

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan global. Kasusnya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu skandal terbesar yang pernah mengguncang dunia. Tidak hanya ramai dibahas di luar negeri, warganet Indonesia pun ikut menyoroti sosok kontroversial ini. Perhatian publik semakin meningkat setelah dokumen raksasa yang dikenal sebagai “Epstein Files” dirilis. Berkas tersebut dikabarkan mencapai sekitar tiga juta […]

  • Sejoli Kedapatan Mesum di Ruang Publik, Pemkot Solo Bakal Tambah PJU

    Sejoli Kedapatan Mesum di Ruang Publik, Pemkot Solo Bakal Tambah PJU

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh sejoli muda melakukan tindakan asusila di kawasan Taman Banjarsari atau Monumen 45 Banjarsari (Mojari) Kota Solo. Aksi tak senonoh perempuan dan laki-laki tersebut bahkan sempat tersebar di media sosial. Aksi mesum di ruang publik semakin meresahkan warga sekitar lantaran tidak hanya sekali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. kejadian serupa. Sebelumnya, ditemukan pasangan mesum […]

expand_less