Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Trump Ungkap Operasi Militer AS-Israel di Iran, Diproyeksikan Berlangsung 4–5 Pekan

Trump Ungkap Operasi Militer AS-Israel di Iran, Diproyeksikan Berlangsung 4–5 Pekan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 21

Kabarjatengterkini.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka membeberkan skenario operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut agresi militer tersebut diproyeksikan berlangsung selama empat hingga lima pekan, meski ia menegaskan bahwa AS memiliki kapasitas tempur untuk melanjutkan perang dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam keterangan yang dilaporkan Al Jazeera, Selasa (3/3/2026). “Sejak awal, kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk berjalan jauh lebih lama dari itu,” ujar Trump.

Meski belum menetapkan tenggat waktu pasti berakhirnya operasi militer, Trump mengklaim bahwa jalannya agresi sejauh ini melampaui ekspektasi awal. Ia menyebut sejumlah target utama telah berhasil dilumpuhkan dalam fase awal serangan gabungan AS-Israel.

Klaim Eliminasi Target Utama Iran

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, termasuk di antara target yang tewas dalam gelombang serangan awal. Selain itu, beberapa pejabat tinggi Iran juga diklaim menjadi korban, termasuk pimpinan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Kami jauh lebih cepat dari jadwal dalam hal itu,” kata Trump, merujuk pada keberhasilan operasi tahap awal.

Jika klaim tersebut terkonfirmasi, dampaknya akan sangat besar terhadap struktur kekuasaan di Teheran. IRGC sendiri merupakan tulang punggung pertahanan dan proyeksi kekuatan militer Iran, termasuk dalam pengembangan rudal balistik dan operasi militer di luar negeri.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait klaim tewasnya Ali Khamenei maupun pejabat tinggi lainnya. Pemerintah Iran juga belum memberikan pernyataan resmi yang mengakui klaim tersebut.

Alasan Serangan: Program Rudal Balistik Iran

Dalam pidato video terbarunya, Trump menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan respons atas percepatan program rudal balistik Iran. Menurutnya, perkembangan teknologi militer Teheran telah mencapai tingkat yang mengancam keamanan Amerika Serikat dan sekutunya.

Trump bahkan menyebut Iran tengah melancarkan “perang melawan peradaban.” Ia menilai rezim Teheran telah menjadi ancaman eksistensial, tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi kepentingan keamanan AS dan Eropa.

“Program rudal balistik Iran tumbuh dengan cepat dan dramatis. Rezim tersebut sudah memiliki rudal yang mampu menjangkau Eropa dan pangkalan-pangkalan kami di luar negeri, dan segera akan memiliki rudal yang mampu menjangkau Amerika kami yang indah,” tegasnya.

Pernyataan ini mempertegas bahwa isu utama yang dijadikan justifikasi adalah kemampuan rudal jarak menengah dan potensi pengembangan rudal jarak jauh Iran. Washington menilai ancaman tersebut tidak lagi bersifat regional, melainkan global.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Di sisi lain, eskalasi konflik AS-Israel versus Iran telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan di berbagai negara kawasan Timur Tengah. Trump mengakui bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak korban dari pihak militer AS seiring berlanjutnya operasi.

Sebelumnya, Pentagon telah mengonfirmasi tewasnya tiga personel militer Amerika di Timur Tengah akibat serangan balasan Iran pada Minggu lalu. Insiden tersebut menandai korban pertama dari pihak AS sejak konflik meningkat menjadi konfrontasi terbuka.

Berdasarkan data terbaru yang beredar, total korban jiwa akibat eskalasi konflik ini mencapai ratusan orang di berbagai negara. Di Iran, dilaporkan 555 orang tewas akibat serangan udara dan rudal. Di Lebanon, tercatat 13 korban jiwa, sementara Israel melaporkan 10 orang meninggal dunia.

Negara-negara Teluk juga terdampak. Uni Emirat Arab mencatat tiga korban jiwa, Irak dua orang, sedangkan Oman, Bahrain, dan Kuwait masing-masing melaporkan satu korban meninggal.

Angka-angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi militer dan aksi balasan di berbagai titik strategis kawasan.

Risiko Perang Berkepanjangan

Meski Trump memproyeksikan operasi militer hanya berlangsung empat hingga lima pekan, sejumlah analis memperingatkan risiko perang berkepanjangan. Iran memiliki jaringan sekutu dan milisi proksi di berbagai negara Timur Tengah, yang berpotensi membuka banyak front konflik sekaligus.

Selain itu, stabilitas pasar energi global juga menjadi perhatian utama. Kawasan Teluk merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Setiap eskalasi yang mengganggu jalur pelayaran strategis berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengguncang perekonomian global.

Secara politik, keputusan Trump untuk secara terbuka mengumumkan proyeksi durasi perang dinilai sebagai langkah untuk mengendalikan opini publik domestik. Dengan menyebut operasi berjalan lebih cepat dari jadwal, Gedung Putih berupaya membangun narasi keberhasilan awal.

Namun demikian, situasi di lapangan tetap dinamis dan sulit diprediksi. Konflik langsung antara AS, Israel, dan Iran berpotensi menjadi salah satu krisis geopolitik terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Kini, dunia menanti perkembangan berikutnya: apakah operasi militer gabungan AS-Israel benar-benar dapat diselesaikan dalam hitungan pekan, atau justru berkembang menjadi konflik jangka panjang yang mengubah peta kekuatan di Timur Tengah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • lazy

    5 Perbedaan antara Soft Life dan Lazy Life yang Perlu Kamu Tahu

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Belakangan ini, istilah “soft life” semakin populer di kalangan anak muda, terutama generasi Z dan milenial. Gaya hidup ini sering dikaitkan dengan ketenangan, kenyamanan, dan menjauh dari stres. Namun, masih banyak yang salah kaprah dan menganggap soft life sebagai bentuk dari lazy life alias hidup malas-malasan. Padahal, soft life dan lazy life adalah dua […]

  • Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang akhir tahun 2025. Adapun nilai investasi yang digelontorkan tersebut hingga USD200 juta. Pembangunan pabrik di atas lahan seluas 80 Ha itu merupakan bentuk kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera […]

  • kudus

    Tahun Ajaran Baru Dimulai Hari Ini, Bupati Kudus Tekanan Sekolah Harus Jadi Ruang Bebas Bullying

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kudus, KabarJatengTerkini.com – Tahun Ajaran Baru 2025-2026 sekolah dimulai hari ini, Senin (14/7/2025). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tekankan bahwa satuan pendidikan harus menjadi ruang yang bebas perundungan (bullying). Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin apel pembukaan tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Kudus hari ini. Kegiatan ini juga diikuti siswa […]

  • SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    SPPG Kadirejo Semarang Serap Pekerja Lokal dan Hasil Panen Petani untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 113
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadirejo, Kecamatan Pabelan serap pekerja lokal dan hasil panen petani. Hal ini dinilai bisa memberikan dampak pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat. Diketahui, SPPG yang baru beroperasi selama dua hari itu telah menyerap sebanyak 50 karyawan, sementara sekitar 80% berasal dari warga setempat. Selain itu, sebanyak 200-250 […]

  • Telepon dan Video WhatsApp Bakal Dibatasi, Mengapa?

    Telepon dan Video WhatsApp Bakal Dibatasi, Mengapa?

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah berencana membatasi layanan dasar Over-The-Top (OTT) seperti telepon dan panggilan video WhatsApp. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi Denny Setiawan mengatakan bahwa rencana itu sedang dikaji. “Masih wacana ya, masih diskusi. Intinya kan cari jalan tengah, bagaimana layanan masyarakat tetap berjalan,” ujar Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi Denny Setiawan […]

  • pinjaman

    Presiden Prabowo Terbitkan PP Nomor 38 Tahun 2025: Mekanisme Pinjaman Pemerintah Pusat untuk Pemda, BUMN, dan BUMD

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme pemberian pinjaman oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Regulasi ini dianggap sebagai landasan hukum baru untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis melalui pembiayaan dari Anggaran […]

expand_less