ASN di Jateng Diimbau Tidak Kritik Pemerintah Lewat Medsos
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 29 Jun 2026
- visibility 11

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Tengah diimbau tidak menyampaikan kritik pemerintahan melalui media sosial. Hal ini karena ASN memiliki ruang komunikasi yang telah disediakan birokrasi untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami mohon kita ini menjadi aparat sipil negara. Kalau punya masukan, punya kritik terhadap pemerintahan, terhadap kita, kepada mungkin dari Pemprov Jateng dan sebagainya, panjenengan semua punya saluran yang sudah pasti, yang sudah jelas,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah (Jateng) Sumarno baru-baru ini, dikutip Kompas.
Penyampaian kritikan melalui saluran resmi dinilai lebih efektif karena permasalahan dan usulan langsung diterima oleh pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan. Dengan demikian, harapannya, bisa segera ditindaklanjuti.
“Jenengan bisa konfirmasi atau memberi masukan kepada atasan panjenengan. Nanti secara mengalir akan naik ke atas,” katanya.
“Kita sebagai aparat sipil negara tidak seharusnya menyampaikan informasi di luar karena kita punya saluran yang sudah pasti dan mudah. Secara berjenjang, masukan, kritik, konfirmasi itu bisa disampaikan secara langsung,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng tidak antikritik. Menurutnya, kritik dan koreksi justru dibutuhkan sebagai bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Meski demikian, alangkah lebih baik jika memanfaatkan layanan yang sudah tersedia.
“Kalau ber-statement atau memberi masukan di media sosial, wong punya saluran yang seharusnya kenapa harus di luar,” ucapnya.
“Masukan dan kritik itu bukan sesuatu yang tabu. Bagi kita semua, kalau dikritik masyarakat itu bukan sesuatu yang harus kita hindari. Karena kritik dan koreksi masyarakat adalah bentuk untuk membantu kita, untuk meluruskan kita lagi kepada jalur yang benar,” lanjutnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

