Ekosistem Kopdes di Rembang Tunjukkan Perkembangan Signifikan
- account_circle Agriantika Fallent
- calendar_month Rab, 19 Nov 2025
- visibility 78

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz /rembangkab
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Tercatat, ada 170 agen laku pandai yang aktif memberikan pelayanan keuangan di masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan bahwa hal itu menjadi bukti bahwa kopdes di Rembang tumbuh dan menjalankan fungsi pelayanan ekonomi.
Selain itu, ada juga yang menjalankan usaha riil seperti menjual LPG dan sembako.
“Seluruh Kopdes terus kami dorong agar semakin berkembang dan mampu memberikan layanan yang luas bagi warga,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sendiri saat ini sudah menyelesaikan pendataan calon lokasi di 294 desa dan kelurahan melalui survei lapangan yang dilakukan tim gabungan yang melibatkan TNI, Babinsa, dan pemerintah desa.
Survei dilakukan untuk memastikan jika lokasi yang diajukan sesuai dengan kriteria diantaranya strategis, memiliki legalitas tanah yang jelas, serta aman dari potensi bencana.
“Semua lokasi yang diusulkan telah disurvei untuk memastikan kesiapannya. Kami ingin pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.
Meski begitu, ada sejumlah kendala yang dihadapi seperti belum memiliki aset tanah sehingga belum dapat mengajukan lokasi pembangunan Kopdes. Ada juga desa yang mengusulkan lahan dengan luas kurang dari 1.000 meter persegi, atau memilih memanfaatkan aset milik pemerintah daerah melalui skema pinjam pakai.
Dindagkop UKM akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Aset Daerah dan OPD terkait pinjaman pakai. Sementara desa yang tidak memiliki aset lahan telah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri.
“Semua proses terus berjalan. Kami memastikan setiap desa mendapatkan pendampingan agar bisa memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa desa-desa yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan ketersediaan lahan akan segera memasuki tahap pembangunan oleh Agrinas dengan dukungan penuh dari TNI.
“Untuk lokasi yang sudah siap, pembangunan dapat langsung dilaksanakan oleh Agrinas,” jelasnya.
Pemkab Rembang optimistis keberadaan Kopdes dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong kegiatan usaha masyarakat hingga ke tingkat desa. (Adv)
- Penulis: Agriantika Fallent

