Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Ekosistem Kopdes di Rembang Tunjukkan Perkembangan Signifikan

Ekosistem Kopdes di Rembang Tunjukkan Perkembangan Signifikan

  • account_circle Agriantika Fallent
  • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
  • visibility 117

Rembang, Kabarjatengterkini.comEkosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Tercatat, ada 170 agen laku pandai yang aktif memberikan pelayanan keuangan di masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan bahwa hal itu menjadi bukti bahwa kopdes di Rembang tumbuh dan menjalankan fungsi pelayanan ekonomi.

Selain itu, ada juga yang menjalankan usaha riil seperti menjual LPG dan sembako.

“Seluruh Kopdes terus kami dorong agar semakin berkembang dan mampu memberikan layanan yang luas bagi warga,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sendiri saat ini sudah menyelesaikan pendataan calon lokasi di 294 desa dan kelurahan melalui survei lapangan yang dilakukan tim gabungan yang melibatkan TNI, Babinsa, dan pemerintah desa.

Survei dilakukan untuk memastikan jika lokasi yang diajukan sesuai dengan kriteria diantaranya strategis, memiliki legalitas tanah yang jelas, serta aman dari potensi bencana.

“Semua lokasi yang diusulkan telah disurvei untuk memastikan kesiapannya. Kami ingin pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski begitu, ada sejumlah kendala yang dihadapi seperti belum memiliki aset tanah sehingga belum dapat mengajukan lokasi pembangunan Kopdes. Ada juga desa yang mengusulkan lahan dengan luas kurang dari 1.000 meter persegi, atau memilih memanfaatkan aset milik pemerintah daerah melalui skema pinjam pakai.

Dindagkop UKM akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Aset Daerah dan OPD terkait pinjaman pakai. Sementara desa yang tidak memiliki aset lahan telah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Semua proses terus berjalan. Kami memastikan setiap desa mendapatkan pendampingan agar bisa memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa desa-desa yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan ketersediaan lahan akan segera memasuki tahap pembangunan oleh Agrinas dengan dukungan penuh dari TNI.

“Untuk lokasi yang sudah siap, pembangunan dapat langsung dilaksanakan oleh Agrinas,” jelasnya.

Pemkab Rembang optimistis keberadaan Kopdes dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong kegiatan usaha masyarakat hingga ke tingkat desa. (Adv)

  • Penulis: Agriantika Fallent

Rekomendasi Untuk Anda

  • brin

    Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara. Penemuan ini telah […]

  • Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terjadi aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kedungwuni, Pekalongan pada Sabtu (14/2/2026) malam. Aksi tersebut disebut menargetkan suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhim (55) atau Boim. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus dan saat ini masih melakukan penyelidikan. […]

  • Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng). Seperti perairan selatan Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa gelombang tinggi berpotensi mencapai 2,5 – 4 meter. “Berdasarkan analisis dari permodelan gelombang, tinggi […]

  • Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Tengah diminta tetap menerima pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) meski statusnya dinonaktifkan saat penyesuaian data oleh Kemensos RI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta PBI-JK tetap berjalan, khususnya bagi pengidap penyakit kronis. Apalagi, pasien penyakit kronis sangay […]

  • Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei

    Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menawarkan kerja sama terkait green energy dan green industry dengan Kesultanan Brunei Darussalam. Salah satunya, dalam mengembangkan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang. “Gubernur menghendaki semua kawasan industri itu musti menggunakan green industry,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko. Tak hanya membuka peluang […]

  • Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    Warga Pekalongan Diminta Kurangi Gaya Hidup Konsumtif untuk Kurangi Sampah

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Warga Pekalongan diimbau mengurangi pembelian bahan pangan secara berlebihan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup, sekaligus mengurangi masalah sampah sisa makanan dan konsumsi rumah tangga. “Masyarakat diharapkan mengonsumsi bahan pangan sesuai kebutuhan. Jangan membeli berlebihan karena ketika tidak habis, sisa makanan itu akhirnya menjadi sampah,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan […]

expand_less