Nama Gus Dur dan Marsinah Bakal Dikenang Lewat Gedung Kementerian HAM
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- visibility 87

Foto: Nama Gus Dur dan Marsinah Bakal Dikenang Lewat Gedung Kementerian HAM (Sumber: ig Kementerian HAM)
Kabarjatengterkini.com – Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai salah satu sosok pejuang Hak Asasi Manusia (HAM). Selama pemerintahannya, ia mencabut sejumlah kebijakan yang dinilai cenderung deskriminatif terhadap minoritas.
Atas jasanya tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menetapkan nama Gedung Kementerian HAM menjadi Gedung KH Abdurrahman Wahid. Hal tersebut diputuskan menyusul penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional pada Senin (10/11/1015).
“Saya langsung menetapkan nama Gedung Kementerian Hak Asasi Manusia dengan nama Gedung KH Abdurrahman Wahid,” kata dia, dikutip CNN Indonesia.
Pigai menjelaskan, penetapan nama gedung tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap jasa-jasa Gus Dur dalam meletakkan fondasi HAM di Indonesia. Ia mengenal sosoknya konsisten menyuarakan keadilan dan pluralisme.
“Ini bentuk penghormatan atas peran dan jasa beliau dalam bidang Hak Asasi Manusia. Beliau bagaimanapun adalah tokoh dan pejuang HAM,” lanjut dia.
Pembentukan Kementerian HAM di masa pemerintahannya merupakan bentuk perhatian Gus Dur terhadap hak setiap manusia, terlepas adanya perbedaan agama, ras, dan suku. Harapannya, Kementerian HAM mampu bertugas dengan membawa misi perjuangan tokoh tersebut.
“Pada zaman beliau Presiden pun, beliau mendirikan Kementerian HAM. Ini bentuk perhatian dan keberpihakan yang jelas pada isu Hak Asasi Manusia,” sambung Pigai.
Sebagai informasi, Gus Dur mencabut sejumlah kebijakan yang bersifat diskriminatif, termasuk Tap MPRS No. XXV/1966 terkait pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran ajaran Marxisme-Leninisme.
Gus Dur juga menghilangkan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dengan Inpres No. 6/2000 tanggal 17 januari 2000, mencabut Inpres 14/1967 tentang agama,kepercayaan,dan adat istiadat China. Serta memberikan ruang bagi masyarakat Papua untuk mengekspresikan budayanya sendiri.
“Kami tentu berharap agar pembangunan HAM di Indonesia juga kami timba semangat dan prinsipnya dari warisan Gus Dur sendiri,” pungkas Pigai.
Selain nama Gus Dur, nama pejuang hak buruh Marsinah juga turut diabadikan menjadi nama ruangan pelayanan HAM di Lantai 1. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

