Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Titik Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Kearifan Lokal
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 139

Foto: Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Kawasan Produksi Widuri Pegandon di Desa Wonosari, Pengadon, Kendal menjadi salah satu titik pengembangan ekonomi desa berbasis potensi kearifan lokal. Salah satunya sebagai percontohan program Aktivasi 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan.
Ini turut mendukung program Pemprov Jateng dalam menumbuhkan ekonomi dengan algomerasi wilayah. Pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan penguatan produk perkebunan, pertanian, hingga peternakan yang sirkuler.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan menggandeng lembaga lintas sektor untuk pengembangan ekonomi. Ini meliputi pemerintah daerah, lembaga pemberdayaan masyarakat, Baznas, lembaga filantropi, yayasan pondok pesantren, perusahaan swasta, dan lainnya.
“Jadi ini tidak berdiri sendiri, saling dukung, dan saling memberi kesempatan. Tentu saja akan menjadi kekuatan yang lebih, untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Rabu (17/9/2025).
Program ini juga bisa dikoneksikan dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG), serta diupayakan agar produknya bisa tembus ke dalam toko-toko ritel yang ada di rantai pasar.
Adapun delapan program prioritas Kawasan Produksi Widuri Pegandon, di antaranya sentra melon premium, kebun petik kelengkeng, penggemukan domba/kambing, ternak ayam petelur rumahan, pertanian jagung. Kemudian pengelolaan sampah rumah tangga, dana abadi komunitas, kios grosir bahan pokok, dan satu keluarga satu sarjana.
Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, program bisa berjalan dengan baik jika ada kolaborasi berbagai pihak dan dilakukan secara konsisten. Masyarakat desa diharapkan mampu menghasilkan produk ekonomi yang berkelanjutan.
“Program percontohan ini merupakan pematangan dari seluruh rangkaian yang dilakukan oleh pemerintah maupun nonpemerintah. Inilah yang akan menjadi harapan kita, mendorong ekosistem itu tumbuh dan berkembang di masyarakat desa kita,” beber dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

