Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 142

Kabarjatengterkini.com – Kasus penculikan anak yang sempat menggegerkan publik, Bilqis (4 tahun), akhirnya membuahkan hasil setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Salah satu pelaku, Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), mengaku kepada polisi bahwa penculikan itu awalnya dilakukan dengan alasan ingin merawat Bilqis.

Kepada petugas, Ana mengaku bahwa pertemuannya dengan Bilqis terjadi secara tidak sengaja di Taman Pakui Sayang, Jalan Ap Pettarani, Makassar, saat ia membawa dua anaknya untuk bermain di taman playground tersebut. Ana menjelaskan bahwa saat itu Bilqis sedang bermain sendiri tanpa pengawasan orang tua.

“Awalnya itu anak-anak bermain, saya tanya ada mama mu dia jawab tidak ada. Terus saya tanya lagi ada bapak mu, dia begini (gesture kepala geleng-geleng),” jelas Ana kepada polisi. Karena merasa Bilqis tidak berada di bawah pengawasan orang tuanya, Ana kemudian mengajak anak tersebut ikut bersamanya. “Saya tanya, mau kau ikut sama saya anak, ikut langsung,” tambahnya.

Setelah dibawa ke tempat tinggal Ana, kondisi ekonomi yang mendesak membuatnya melakukan tindakan yang lebih serius. Ana mengaku akhirnya menjual Bilqis pada tanggal 3 November 2025 kepada pelaku lain. Anak tersebut kemudian dibawa ke Jakarta, dan Ana mengaku tidak mengetahui perkembangan Bilqis setelahnya.

Selain Ana, polisi juga menangkap tiga pelaku lainnya yang berada di Provinsi Jambi. Para pelaku ini berinisial ME, NA, dan seorang laki-laki berinisial AS. Kaur Penmas Bidhumas Polda Jambi, Ipda Maulana, menjelaskan bahwa ketiga pelaku kini sudah diamankan dan akan dibawa ke Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku tiga orang sudah diamankan. Info terakhir yang kami dapat, pelaku dibawa ke Makassar karena hari Senin akan dirilis oleh Polrestabes Makassar,” ujarnya.

Kasus ini menyoroti bagaimana situasi kurangnya pengawasan anak di tempat umum bisa menjadi celah bagi tindak kriminal. Polrestabes Makassar menegaskan pentingnya kewaspadaan orang tua saat anak-anak bermain di area publik, terutama taman dan playground yang ramai dikunjungi anak-anak.

Ana sendiri mengaku bahwa niat awalnya bukan untuk melakukan kejahatan, melainkan ingin merawat Bilqis dengan baik. Namun, tekanan ekonomi membuatnya akhirnya menjual anak tersebut kepada pelaku lain.

Hal ini menjadi catatan penting bagi aparat dalam menangani kasus penculikan, terutama terkait motivasi dan tekanan ekonomi yang memengaruhi tindakan kriminal.

Pihak kepolisian kini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini bisa ditindak tegas. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga Bilqis untuk memastikan keselamatan dan pemulihan psikologis anak tersebut setelah kejadian traumatis ini.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik, terutama orang tua dan masyarakat di Makassar, terkait keamanan anak-anak di ruang publik. Polrestabes Makassar telah menekankan bahwa tindakan preventif, seperti pengawasan lebih ketat oleh orang tua dan edukasi keamanan anak, menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

Selain fokus pada penegakan hukum, aparat kepolisian juga memperhatikan aspek perlindungan korban. Tim psikolog dari kepolisian dan dinas terkait siap memberikan pendampingan psikologis kepada Bilqis agar trauma akibat penculikan dapat diminimalisir.

Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pemulihan yang holistik, termasuk pendampingan keluarga dan lingkungan sekitar anak.

Polrestabes Makassar menjanjikan akan memberikan informasi terbaru secara berkala kepada publik mengenai perkembangan kasus ini. Aparat juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Kasus penculikan Bilqis ini kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Dengan pengawasan yang lebih baik, edukasi keamanan anak, serta kesigapan aparat, kasus serupa diharapkan dapat dicegah.

Hingga kini, Bilqis telah berada di bawah pengawasan pihak kepolisian dan keluarga. Pihak berwenang memastikan bahwa anak tersebut dalam kondisi aman, dan proses hukum terhadap empat pelaku penculikan akan terus berlanjut. Publik diminta memberikan dukungan doa bagi keselamatan dan pemulihan Bilqis.

Penangkapan empat pelaku penculikan Bilqis menandai keberhasilan Polrestabes Makassar dalam menindak tindak kriminal yang menimpa anak-anak. Motif ekonomi yang dialami pelaku menjadi pelajaran penting terkait perlindungan anak dan kewaspadaan masyarakat.

Pemerintah dan kepolisian menekankan edukasi keamanan anak di ruang publik serta pendampingan psikologis korban sebagai langkah preventif dan rehabilitatif.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak lebih dari 2 ribu aparatur sipil negara (ASN) membeli aplikasi presensi ilegal seharga Rp250 ribu. Aplikasi tersebut memungkinkan ASN melakukan manipulasi catatan kehadiran dengan sistem jarak jauh. “Ada aplikasi resmi tapi hanya bisa dipakai dari radius 50 meter. Sementara yang ilegal ini dapat dipakai absen meski orangnya di luar kota sekalipun,” […]

  • nadiem

    Nadiem Makarim Diduga Raih Keuntungan Rp809,6 Miliar dari Proyek Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, disebut menerima keuntungan mencapai Rp809,6 miliar dari proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek selama periode 2019–2022. Fakta ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (16/12/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) […]

  • tersangka

    Kejaksaan Agung Tetapkan Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan dua mantan pejabat Kemendikbudristek sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Keduanya adalah Sri Wahyuningsih, eks Direktur SD, dan Mulyatsyah, eks Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021. Keduanya didakwa bersama dua tersangka lainnya: mantan staf khusus Mendikbudristek, Jurist Tan, dan konsultan teknologi, Ibrahim Arief. Direktur Penyidikan Jampidsus […]

  • kpk

    KPK Geledah 15 Rumah Terkait Kasus Pemerasan Pemkab Pemalang, Sita Dokumen Proyek PUPR hingga Rekaman CCTV

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang. Terbaru, tim penyidik lembaga antirasuah dilaporkan telah menggeledah sebanyak 15 rumah yang tersebar di sejumlah daerah dalam rentang waktu empat hari, yakni pada Rabu hingga Sabtu (5–8/8/2026). Langkah tegas ini merupakan pengembangan lanjutan dari Operasi Tangkap […]

  • Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Berlubang Diperparah Intensitas Hujan Tinggi

    Lubang di Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Diperparah karena Intensitas Hujan Tinggi

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Warga Kota Semarang menyebut kondisi Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, masih ada yang berlubang di beberapa titik. Bahkan, jalan berlubang dinilai dalam atau sekitar 3-5 sentimeter. Lubang jalan itu disebut sudah ada sejak lama, namun kondisi kerusakan jalan diperparah karena tingginya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir ini. Kepala Dinas Pekerjaan […]

  • Agustina Soroti Layanan Pendidikan dalam Penanganan Banjir di Mangkang Kulon Semarang

    Agustina Soroti Layanan Pendidikan dalam Penanganan Banjir di Mangkang Kulon Semarang

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyoroti layanan pendidikan dalam penanganan pascabencana akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, beberapa waktu lalu. Agustina menyampaikan, anak-anak yang berada di lokasi terdampak banjir harus tetap mendapatkan layanan pendidikan. Maka dari itu, pihaknya berusaha memastikan sekolah-sekolah di sekitar tetap beroperasi dengan baik. “Yang kami baru […]

expand_less