Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 158

Kabarjatengterkini.com – Kasus penculikan anak yang sempat menggegerkan publik, Bilqis (4 tahun), akhirnya membuahkan hasil setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Salah satu pelaku, Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), mengaku kepada polisi bahwa penculikan itu awalnya dilakukan dengan alasan ingin merawat Bilqis.

Kepada petugas, Ana mengaku bahwa pertemuannya dengan Bilqis terjadi secara tidak sengaja di Taman Pakui Sayang, Jalan Ap Pettarani, Makassar, saat ia membawa dua anaknya untuk bermain di taman playground tersebut. Ana menjelaskan bahwa saat itu Bilqis sedang bermain sendiri tanpa pengawasan orang tua.

“Awalnya itu anak-anak bermain, saya tanya ada mama mu dia jawab tidak ada. Terus saya tanya lagi ada bapak mu, dia begini (gesture kepala geleng-geleng),” jelas Ana kepada polisi. Karena merasa Bilqis tidak berada di bawah pengawasan orang tuanya, Ana kemudian mengajak anak tersebut ikut bersamanya. “Saya tanya, mau kau ikut sama saya anak, ikut langsung,” tambahnya.

Setelah dibawa ke tempat tinggal Ana, kondisi ekonomi yang mendesak membuatnya melakukan tindakan yang lebih serius. Ana mengaku akhirnya menjual Bilqis pada tanggal 3 November 2025 kepada pelaku lain. Anak tersebut kemudian dibawa ke Jakarta, dan Ana mengaku tidak mengetahui perkembangan Bilqis setelahnya.

Selain Ana, polisi juga menangkap tiga pelaku lainnya yang berada di Provinsi Jambi. Para pelaku ini berinisial ME, NA, dan seorang laki-laki berinisial AS. Kaur Penmas Bidhumas Polda Jambi, Ipda Maulana, menjelaskan bahwa ketiga pelaku kini sudah diamankan dan akan dibawa ke Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku tiga orang sudah diamankan. Info terakhir yang kami dapat, pelaku dibawa ke Makassar karena hari Senin akan dirilis oleh Polrestabes Makassar,” ujarnya.

Kasus ini menyoroti bagaimana situasi kurangnya pengawasan anak di tempat umum bisa menjadi celah bagi tindak kriminal. Polrestabes Makassar menegaskan pentingnya kewaspadaan orang tua saat anak-anak bermain di area publik, terutama taman dan playground yang ramai dikunjungi anak-anak.

Ana sendiri mengaku bahwa niat awalnya bukan untuk melakukan kejahatan, melainkan ingin merawat Bilqis dengan baik. Namun, tekanan ekonomi membuatnya akhirnya menjual anak tersebut kepada pelaku lain.

Hal ini menjadi catatan penting bagi aparat dalam menangani kasus penculikan, terutama terkait motivasi dan tekanan ekonomi yang memengaruhi tindakan kriminal.

Pihak kepolisian kini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh jaringan yang terlibat dalam kasus ini bisa ditindak tegas. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak keluarga Bilqis untuk memastikan keselamatan dan pemulihan psikologis anak tersebut setelah kejadian traumatis ini.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik, terutama orang tua dan masyarakat di Makassar, terkait keamanan anak-anak di ruang publik. Polrestabes Makassar telah menekankan bahwa tindakan preventif, seperti pengawasan lebih ketat oleh orang tua dan edukasi keamanan anak, menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

Selain fokus pada penegakan hukum, aparat kepolisian juga memperhatikan aspek perlindungan korban. Tim psikolog dari kepolisian dan dinas terkait siap memberikan pendampingan psikologis kepada Bilqis agar trauma akibat penculikan dapat diminimalisir.

Pendampingan ini menjadi bagian dari proses pemulihan yang holistik, termasuk pendampingan keluarga dan lingkungan sekitar anak.

Polrestabes Makassar menjanjikan akan memberikan informasi terbaru secara berkala kepada publik mengenai perkembangan kasus ini. Aparat juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Kasus penculikan Bilqis ini kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Dengan pengawasan yang lebih baik, edukasi keamanan anak, serta kesigapan aparat, kasus serupa diharapkan dapat dicegah.

Hingga kini, Bilqis telah berada di bawah pengawasan pihak kepolisian dan keluarga. Pihak berwenang memastikan bahwa anak tersebut dalam kondisi aman, dan proses hukum terhadap empat pelaku penculikan akan terus berlanjut. Publik diminta memberikan dukungan doa bagi keselamatan dan pemulihan Bilqis.

Penangkapan empat pelaku penculikan Bilqis menandai keberhasilan Polrestabes Makassar dalam menindak tindak kriminal yang menimpa anak-anak. Motif ekonomi yang dialami pelaku menjadi pelajaran penting terkait perlindungan anak dan kewaspadaan masyarakat.

Pemerintah dan kepolisian menekankan edukasi keamanan anak di ruang publik serta pendampingan psikologis korban sebagai langkah preventif dan rehabilitatif.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • butir

    Mengapa Setiap Butir Salju Selalu Berbentuk Pola Segi Enam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Salju adalah salah satu fenomena alam yang paling memukau. Ketika butiran salju jatuh dari langit, kita sering kali terpesona oleh keindahan dan kerumitannya. Namun, tahukah Anda bahwa hampir setiap butir salju memiliki pola berbentuk segi enam atau heksagonal? Pertanyaannya, mengapa salju selalu berbentuk segi enam? Apakah itu kebetulan, atau ada hukum alam yang mengatur […]

  • Foto : Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto. (Sumber. Mitrapost.com/ Ilham)

    Penyuluh Pertanian Lapangan di Rembang Akan Jadi Pegawai Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Rembang akan jadi pegawai Pemerintah Pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Hal itu sesuai dengan tindak-lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang pengalihan status Kepegawaian Penyuluh Pertanian ASN dari Pemerintah Daerah ke Kementerian Pertanian. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) […]

  • good governance

    Wali Kota Semarang Minta Pengelolaan APBD Berdasarkan Prinsip Good Governance

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng minta pengelolaan anggaran daerah berdasarkan prinsip good governance. Artinya, setiap pengeluaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan dengan berasaskan transparansi, akuntabilitas, serta berorientasi pada kebermanfaatan bersama. “Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD digunakan dengan penuh tanggung jawab, berorientasi pada kepentingan publik, dan […]

  • Pemkot Semarang Berupaya Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    Pemkot Semarang Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, termasuk munculnya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di sekitar Brown Canyon, Kecamatan Tembalang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa TPA ilegal itu bukan berada di lahan milik Pemkot Semarang. Meski demikian, pihaknya telah menambahkan fasilitas resmi […]

  • bencana nasional

    Desakan Penetapan Bencana Nasional untuk Banjir dan Longsor di Sumatera Makin Menguat

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Desakan agar pemerintah pusat mengambil alih penuh penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera semakin menguat. Sejumlah organisasi besar, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Koalisi Masyarakat Sipil Aceh, secara terpisah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Bencana Nasional bagi musibah besar yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, […]

  • Sejumlah Kades di Pati Kembalikan Uang Ratusan Juta usai Sudewo Kena OTT KPK

    Sejumlah Kades di Pati Kembalikan Uang Ratusan Juta usai Sudewo Kena OTT KPK

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah kepala desa di Pati disebut langsung mengembalikan uang ratusan juta setelah Bupati Nonaktif Sudewo terciduk lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Uang tersebut diduga diserahkan untuk urusan pengisian jabatan perangkat desa. Kepala Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Agus Riyanto, menyebutkan dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026), terkait informasi pengisian […]

expand_less