Agustina Soroti Layanan Pendidikan dalam Penanganan Banjir di Mangkang Kulon Semarang
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 20 Mei 2026
- visibility 22

Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (Sumber: pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyoroti layanan pendidikan dalam penanganan pascabencana akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, beberapa waktu lalu.
Agustina menyampaikan, anak-anak yang berada di lokasi terdampak banjir harus tetap mendapatkan layanan pendidikan. Maka dari itu, pihaknya berusaha memastikan sekolah-sekolah di sekitar tetap beroperasi dengan baik.
“Yang kami baru deteksi dan belum selesai adalah pendidikan anak-anak ini. Apakah mereka berangkat sekolah dengan benar, kalau misalnya ada TK atau SD yang terdampak di sini apakah berjalan dengan baik atau belum, ini yang harus dipastikan sampai dengan siang ini,” kata dia, Selasa (19/5/2026).
Pada penanganan bencana ini, Pemkot Semarang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.
Selain pendidikan, pihaknya juga menyoroti kebutuhan hunian bagi warga terdampak. Pemkot Semarang bersama pihak terkait sedang menyiapkan relokasi warga ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, membenarkan hal tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk melakukan pembangunan Huntara dan Huntap. Harapannya, hunian tersebut bisa menjawab keresahan masyarakat karena banjir.
“Nah tadi sudah berkoordinasi setelah rapat ini ibu walikota akan menghitung kebutuhan hunian, nanti BNPB akan membangun hunian sementara. Setelah masyarakat masuk huntara, baru dipikirkan hunian tetap,” kata Suharyanto.
Lebih lanjut, Pemkot dan BNPB juga memastikan layanan dasar bagi masyarakat terdampak terus terpenuhi, meliputi kebutuhan pangan dan layanan kesehatan. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

