Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Dimulai 2027, Butuh Waktu Hingga 20 Tahun

Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Dimulai 2027, Butuh Waktu Hingga 20 Tahun

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 59

Kabarjatengterkini.com – Pembangunan giant sea wall di wilayah Pantai Utara (Pantura) rencananya bakal mulai digarap awal tahun 2027. Pembangunan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga 20 tahun.

Hal ini disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini. Pembangunan giant sea wall itu menjadi salah satu proyek strategis pemerintah pusat untuk mencegah ancaman tenggelamnya daratan akibat penurunan muka tanah

“Nanti di awal tahun 2027 mungkin kita sudah akan membagi kontrak-kontrak itu. Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan,” kata Prabowo, Kamis (17/9/2026), dikutip Detik.

Ia menjelaskan, proyek itu akan dibangun dari Tangerang, melewati Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, dan direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer (km). Pembangunannya akan dibagi ke dalam 15 segmen.

Setiap segmen kemungkinan memiliki durasi pembangunan yang berbeda. Sebagai contoh, giant sea wall di Jakarta diperkirakan memakan waktu sampai 8 tahun, sementara wilayah Semarang kemungkinan lebih cepat.

“Dan ini programnya tidak cepat. Ke Jakarta saja mungkin 8 tahun kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat, tapi kalau selesainya itu semua saya perkirakan mungkin 20 tahun. Paling cepat mungkin 15 atau 10 tahun,” papar Prabowo.

Infrastruktur ini diproyeksikan melindungi sekitar 50 juta penduduk, hingga mengamankan 38% Produk Domestik Bruto (PDB) di dalam negeri. Menurut informasi, kawasan Pantura Jawa memiliki 70 kawasan industri dan lima kawasan ekonomi.

“Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kita di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” ujar Prabowo lagi. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Garam Industri Tembus Rp2.500 per Kg, Petambak Tradisional Pati Kian Tertinggal

    Harga Garam Industri Tembus Rp2.500 per Kg, Petambak Tradisional Pati Kian Tertinggal

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Pati, kabarjatengterkini.com – Kesenjangan harga garam antara produksi industri dan tambak petani makin terasa di Kabupaten Pati. Mengingat, harga garam industri kini mencapai Rp2.500 per kilogram, jauh melampaui harga garam petambak tradisional yang masih berkisar Rp1.500 – Rp1.700 per kilogram. Petugas Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Bidang P3KP DKP Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi, menyebutkan bahwa garam […]

  • Ada Laporan Dugaan Pengkondisian Pembelian Seragam, Ombudsman Jateng Bakal Telusuri

    Ada Laporan Dugaan Pengkondisian Pembelian Seragam, Ombudsman Jateng Bakal Telusuri

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada laporan mengenai dugaan pihak sekolah mengarahkan pembelian seragam sekolah di toko tertentu saat daftar ulang di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Semarang. Terkait hal ini, Ombudsman Jawa Tengah (Jateng) bakal melakukan penelusuran untuk menindaklanjuti aduan dari wali murid tersebut. Pasalnya, pengkondisian pembelian seragam sekolah bertentangan dengan aturan. “Penjualan seragam […]

  • demak

    Atasi Kelangkaan Air Bersih, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Desalinasi Air ke Warga Desa Banjarsari Demak

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah salurkan bantuan desalinasi air kepada warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak baru-baru ini. Bantuan ini memungkinkan warga mendapatkan kecukupan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, bantuan desalinasi air merupakan salah satu solusi menghadapi permasalahan kelangkaan air bersih di daerah. Sampai saat ini, […]

  • Foto : Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Muh. Mahfudz. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Puluhan Desa di Rembang Belum Punya Lahan Tanah untuk Pendirian Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah belum mempunyai lahan untuk proses mendirikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Muh. Mahfudz. Menurut data yang dihimpun oleh Dindagkopukm Rembang, tercatat ada sejumlah 33 desa atau […]

  • Haboh Karnaval Maulid Nabi Berunsur Satanik di Pekalongan, MUI Jateng Kecam Keras

    Heboh Karnaval Maulid Nabi Berunsur Satanik di Pekalongan, MUI Jateng Kecam Keras

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Heboh karnaval perayaan Maulid Nabi di Simbang Kulon, Pekalongan, dinilai berunsur satanik. Pasalnya, acara tersebut turut menampilkan persembahan kepala kambing dan kostum yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Menanggapi kabar tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng) menilai penampilan semacam itu bisa disebut sebagai penistaan agama. Ia menduga ada unsur […]

  • Nilai Ekspor Ekraf Jawa Tengah Posisi Kedua Secara Nasional

    Nilai Ekspor Ekraf Jawa Tengah Posisi Kedua Secara Nasional

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Jawa Tengah menduduki posisi kedua secara nasional. Sementara, jumlah investasi sektor ekraf terbesar ketiga pada awal Tahun 2025. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, Jateng menyumbang ekspor ekraf hingga Rp53 miliar per Semester 1 2025. Sedangkan, investasi sektor ekraf jumlahnya Rp11,45 triliun pada periode yang sama, menurut Badan Koordinasi […]

expand_less