Prakiraan Puncak Musim Hujan di Pati Terjadi Mulai Desember 2026
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya (Sumber: kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Puncak musim hujan di wilayah Pati, Jawa Tengah, diperkirakan terjadi mulai bulan Desember 2026 hingga Januari 2027 mendatang. Terkait kondisi ini, risiko bencana hidrometeorologi perlu diwaspadai.
Hal ini turut disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya. Saat ini, pihaknya sedang memetakan wilayah rawan terhadap bencana tanah longsor, khususnya di dataran tinggi.
“Maka saya menghimbau kepada masyarakat terutama yang ada di wilayah seperti di Kecamatan Gembong, Tlogowungu, Cluwak, Gunungwungkal, itu dimana ada kontur permukaan tanah yang miring itu lebih baik diwaspadai,” ujar Martinus.
Lebih lanjut, ia turut mengimbau kepada warga yang tinggal di rumah pinggir tebing untuk waspada, dan jika memungkinkan pindah sementara lebih dulu jika hujan intensitas tinggi mulai terjadi. Pasalnya, wilayah tebing memiliki risiko lebih tinggi terjadi tanah longsor.
“Manakala setelah pertengahan bulan November awal Desember kalau memang ternyata ada turun hujan deras dengan waktu yang lama. Lebih baik bergeser dulu menghindari tanah longsor terutama rumah-rumah di pinggir tebing,” imbuhnya.
Selain itu, tanah berongga juga rawan terjadi longsor. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat untuk melakukan gerakan bersama seperti menutup rongga-rongga tanah tersebut sebelum musim hujan tiba.
“Ini yang harus kita waspadai, karena situasi tanah yang masih berongga, karena kering kemudian nanti ada potensi hujan deras di bulan Desember dan Januari, maka saya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, karena potensi longsor itu sangat mungkin terjadi,” terangnya.
“Kemudian kalau masyarakat itu mau menjadi gerakan bersama ketika tanah itu sudah mulai solid mulai basah baik kalau rongga-rongga tanah yang tercipta atau terbentuk di musim kemarau ini kemudian ditutup dengan tanah supaya nanti kalau air meresap tidak mengurangi potensi kekuatan air yang akan mendorong tanah itu ke bawah,” tandasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

