Nilai Ekspor Ekraf Jawa Tengah Posisi Kedua Secara Nasional
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- visibility 81

Foto: Ahmad Luthfi, Gubernur Jateng (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Jawa Tengah menduduki posisi kedua secara nasional. Sementara, jumlah investasi sektor ekraf terbesar ketiga pada awal Tahun 2025.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, Jateng menyumbang ekspor ekraf hingga Rp53 miliar per Semester 1 2025. Sedangkan, investasi sektor ekraf jumlahnya Rp11,45 triliun pada periode yang sama, menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Adapun beberapa subsektor yang mendominasi ekspor produk ekraf dari Jawa Tengah, di antaranya produk fesyen, seni kriya, hingga kuliner. Adapun subsektor yang berpotensi berkembang ke depannya adalah game, musik, hingga film.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, ekonomi kreatif menjadi tulang punggung sektor UMKM di Jateng. Harapan ke depan, Jateng bisa jadi provinsi ekraf terbesar di Indonesia. Saat ini, sudah ada 12 kabupaten/ kota yang sudah ditetapkan menjadi kabupaten/kota kreatif.
“Ekonomi kreatif ini tidak terikat waktu, tempat, maupun umur. Ekonomi kreatif ini sudah menjadi back bone-nya (tulang punggung) ekonomi Jawa Tengah,” katanya.
Adapun upaya Pemprov Jateng untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, di antaranya mengadakan pelatihan berbasis kompetensi bagi pelaku ekonomi kreatif, hingga dukungan sertifikasi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), serta menghadirkan event seperti pameran secara reguler.
Selain itu, melalui program Kecamatan Berdaya, diharapkan pengembangan ekonomi kreatif dengan mengakomodasi pegiat seni dan usaha lainnya di desa-desa yang ada di kecamatan tersebut.
“Kecamatan ditunjuk untuk kegiatan-kegiatan memberdayakan masyarakat. Termasuk, kegiatan-kegiatan yang sentralnya di kecamatan untuk menampung ekonomi kreatif yang ada di desa. Di kecamatan kita gunakan untuk pembinaan ekonomi kreatif,” jelas Luthfi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

