Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- visibility 69

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan sosial. Konsep perhutanan sosial bertujuan untuk memberikan dampak positif ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kawasan hutan sebagaimana fungsinya.
“Konsep perhutanan sosial ini tidak mengabaikan fungsi kawasan hutan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Meski demikian, penerapan program ini tetap harus dilakukan dengan pendampingan penuh dengan skema perhitungan yang tepat. Skema yang dimaksud adalah 50% pemanfaatan perhutanan sosial dengan tanaman keras, 30% tanaman keras buah-buahan, dan 20% tanaman semusim.
Harapannya, dengan skema perhitungan yang tepat, fungsi hutan sebagai penyeimbang ekosistem tetap terjaga.
“Dengan konsep ini fungsi hutan ini akan menjadi lebih pulih dan punya dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar. Mudah-mudahan dengan konsep ini pelestarian hutan di Jawa Tengah akan terjaga dengan baik,” ucapnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

