Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Brebes Ganti Untung Warga Terdampak Normalisasi Sungai Babakan

Pemkab Brebes Ganti Untung Warga Terdampak Normalisasi Sungai Babakan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
  • visibility 221

Brebes, Kabarjatengterkini.com – Puluhan warga di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes menerima ganti untung dampak pembangunan Sungai Babakan. Adapun pembangunan sungai tersebut merupakan program Pemkab Brebes dalam penanganan banjir.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengatakan, pemberian ganti rugi kepada masyarakat menunjukkan itikad baik pemerintah untuk menghormati hak-hak masyarakat Brebes. Terlebih, program penanganan banjir merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

“Insyaallah, manfaat dari pembangunan ini akan dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik yang tinggal di sekitar sungai, maupun masyarakat Kabupaten Brebes secara lebih luas,” katanya.

Adapun pengerjaan pembangunan penanganan banjir Sungai Babakan akan dimulai tahun depan. Maka dari itu, pihaknya meminta warga mengawasi pengerjaan normalisasi sungai tersebut, serta saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Pembebasan lahan ini merupakan bagian dari proyek strategis Penanganan Banjir Sungai Babakan, yang terdiri dari paket pekerjaan BB-2, BB-4a, dan BB-6 sodetan. Proyek ini membutuhkan tanah kurang lebih seluas 37.141 meter persegi.

Rinciannya, BB-2 (Raised bank at Cikeusal Lor Village) Desa Cikeusal Lor seluas 7.213 meter persegi, BB-4a (Karangmalang Drainage Detention basin) Desa Karangmalang seluas 28.262 meter persegi, BB-6 sodetan Desa Karangmalang seluas 1.765 meter persegi dan Desa Dukuhturi 7.620 meter persegi.

Sementara, proyek pembebasan lahan ini berdampak pada 19 bidang tanah di Desa Cikeusal Lor (18 pemilik tanah yang terdampak), 19 bidang tanah di Desa Dukuhturi (17 pemilik tanah terdampak), serta 46 bidang tanah di Desa Karangmalang (34 Pemilik tanah yang terdampak) Selain itu, ada pula makam yang harus dipindah, dengan jumlah ahli waris mencapai 153 orang.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro turut menjelaskan, tahapan yang akan dilakukan setelah pembebasan lahan adalah pelelangan dan konstruksi.

“Kami mohon bantuannya karena setelah pembebasan lahan ini selanjutnya pelelangan dan konstruksi akan dilaksanakan. Kami juga mohon dukungannya untuk konstruksi ini bisa segera selesai, sehingga banjir minimal berkurang tidak sehebat tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • kuhap

    Ketua Komisi III DPR Tegaskan KUHP dan KUHAP Baru Jadi Tameng Kritik, Bukan Alat Kriminalisasi

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru memberikan jaminan perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya para pengkritik pemerintah. Menurutnya, reformasi hukum pidana ini dirancang untuk memastikan kritik tidak lagi berujung kriminalisasi atau pemidanaan sewenang-wenang. Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman melalui […]

  • Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati

    Agustina Tinjau Wilayah Terdampak Longsor Gunungpati, Utamakan Penanganan Cepat dan Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau wilayah terdampak tanah longsor di wilayah Sukorejo, Gunungpati pada Selasa (5/5/2026). Sebanyak tujuh kepala keluarga di titik rawan diminta untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. “Ada 7 kepala keluarga yang memiliki potensi longsornya itu tinggi, mereka diungsikan dulu,” kata Agustina di lokasi. Lebih lanjut, pihaknya […]

  • ibu hamil

    Mitos atau Fakta? Benarkah Ibu Hamil Dilarang Makan Pare, Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pare dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit yang khas. Di Indonesia, pare sering diolah menjadi tumisan, lalapan, hingga campuran jamu. Namun, di tengah masyarakat berkembang anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh makan pare karena dianggap berbahaya bagi kandungan. Lantas, apakah larangan tersebut hanya sekadar mitos atau memang fakta medis? Pare dan Kandungan Gizinya Pare […]

  • Tanah Longsor di Cilacap Jadi Perhatian Nasional, 6 Ditemukan Tewas

    Tanah Longsor di Cilacap Jadi Perhatian Nasional, 6 Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menjadi perhatian nasional. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (13/11/2025) itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia tertimbun longsoran. Atas hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan atensi terhadap bencana yang terjadi. Pihaknya menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan membantu […]

  • Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang (sumber: Pemkot Semarang)

    Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional 2025, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyelenggarakan Festival Wayang Semesta selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (7–8/11/2025) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. Penyelenggaraan Festival Wayang Semesta ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Fadli Zon beserta dua pelawak kondang bernama         Tri Retno Prayudati […]

  • Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel Berbekal dari Kegelisahan

    Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel Berawal dari Kegelisahan

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 244
    • 0Komentar

      Klaten, Kabarjatengterkini.com – Pengarajin lurik di Desa Karangasem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten berinovasi dengan membuat alat tenun bukan mesin portabel. Alat itu disebut satu-satunya di Kabupaten Klaten. Inovasi tersebut turut diapresiasi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan meminta perangkat desa terus melakukan pendampingan. Menurutnya, terobosan alat tenun portabel itu bisa memperkuat industri lurik […]

expand_less