Hadapi Pelemahan Rupiah, Pemprov Jateng Fokus Dampingi UMKM agar Masuk Pasar Ekspor
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 12

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (SUmber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) turut merespon pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Terkait hal itu, pihaknya bakal menjaga keberlangsung usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya.
Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM, sehingga tetap mampu bersaing di pasar. UMKM dinilai sebagai salah satu penopang utama ekonomi, terlebih saat ini di Jawa Tengah ada sekitar 4,2 juta unit usaha rakyat.
“UMKM merupakan backbone-nya (tulang punggung) ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina,” ujar Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Senin (8/8/2026).
Upaya pembinaan UMKM dilakukan agar berpeluang masuk ke rantai ekspor. Pemerintah akan menghadirkan kemudahan akses permodalan, serta pendampingan guna mendorong penguatan kualitas produk UMKM agar naik kelas dan kompetitif.
Sementara, pelemahan rupiah dinilai bisa berdampak pada bahan baku dan tingkat harga produk di pasaran, Maka dari itu, pihaknya berencana menggandeng sejumlah pihak untuk kolaborasi dalam menangani tantangan ekonomi yang terjadi akhir-akhir ini.
“Kita harus gandeng BI, kemudian OJK, kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

