Pompa Air Tenaga Surya Disebut Jadi Solusi Persoalan Rob di Sayung Demak
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 2 Jan 2026
- visibility 57

Foto: Pompa Air Tenaga Surya Disebut Jadi Solusi Persoalan Rob di Sayung Demak (Sumber: Pemprov Jateng)
Demak, Kabarjatengterkini.com – Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang baru saja diresmikan di Sayung, Demak, disebut bakal jadi solusi persoalan rob di wilayah tersebut.
Kehadiran PATS tersebut disebut merupakan solusi atas kendala biaya BBM yang membebani daerah untuk penanganan rob. Pembangunan ini menggunakan dana dari APBD dan corporate social responsibility (CSR) pihak swasta, serta gotong-royong masyarakat.
“Ini jadi penanganan banjir. Alhamdulillah, respons cepat diberikan oleh Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan Bapak Wakil Gubernur (Taj Yasin Maimoen) di wilayah Sayung,” tutur Bupati Demak Esti’anah.
Harapannya, dengan adanya PATS ini, penanganan rob di Demak dapat dilakukan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, skema ini juga dinilai bisa diterapkan ke daerah-daerah rawan rob lainnya.
Henggar menyebutkan, dengan PATS ini, pihaknya hanya menyiapkan biaya listrik saja, sehingga bisa dilakukan penghematan terkait pengeluaran daerah.
“Pokoknya sangat efisien. Karena kita sudah tidak mikir lagi, kalau siang itu semua operasional pasti menggunakan solar cell. Nah, nanti kalau misalnya malam itu baru menggunakan listrik. Ini jauh lebih murah biayanya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro.
“Paling kita cuma nyiapkan biaya listriknya saja. Biaya listrik kan paling misalnya sebulan bisa saja kisaran Rp1,5 juta atau berapa? Karena ini juga belum beroperasi sebulan penuh kan? Nanti kita baru kita lihat nanti di akhir bulan Januari (2026),” lanjut dia.
PATS di Sayung dirancang menggunakan dua unit pompa hybrid, yang dapat beroperasi dengan tenaga surya dan listrik dari jaringan PLN. Kedua pompa memiliki kapasitas total 2×125 liter per detik, dan menggunakan teknologi didukung panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp).
Pompa didukung 74 unit panel surya, masing-masing berkapasitas 720 Watt peak (Wp). Pada kondisi cuaca cerah, operasional pompa sepenuhnya memanfaatkan energi matahari. Namun, saat intensitas cahaya berkurang atau malam hari, sistem dapat dialihkan menggunakan listrik PLN.
“Jadi bisa menggunakan solar panel, bisa juga menggunakan listrik. Jadi dua hal yang memang sudah dibuat secara otomatis manakala nanti daya dari solar cell-nya itu habis, langsung ngambil dari listrik. Jadi itu modelnya otomatis, tidak harus kita ceklek-ceklekin lagi, enggak,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

