Kecelakaan Maut Jalur Tegal-Purwokerto: Bus Tabrak Dua Motor di Margasari, Satu Pengendara Tewas
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Jum, 15 Mei 2026
- visibility 22

Kabarjatengterkini.com– Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus antarkota dan dua unit sepeda motor mengguncang ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Tegal, Kamis (14/5/2026) petang.
Tragedi yang terjadi tepat saat waktu Maghrib berlalu ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka berat.
Peristiwa memilukan tersebut berlokasi di Desa Pakulaut, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal sekitar pukul 18.30 WIB.
Jalur yang dikenal sebagai urat nadi penghubung antara pesisir utara (Tegal) menuju jalur selatan (Purwokerto) ini sempat mengalami kemacetan panjang selama proses evakuasi berlangsung.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Motor Tanpa Lampu Utama
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian, kecelakaan bermula dari faktor kelalaian teknis dan kurangnya kewaspadaan di jalan raya. Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tegal mengungkapkan bahwa insiden diawali oleh pergerakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) serta tidak menyalakan lampu utama.
Kapolres Tegal melalui Kanit Gakkum, Iptu Henry Ade Birawan, menjelaskan bahwa pengendara Jupiter MX tersebut melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju utara (Tegal). Setibanya di lokasi kejadian, pengendara tersebut diduga hendak berbelok ke arah kanan secara mendadak.
“Pengendara motor Jupiter MX diduga kurang berhati-hati dan tidak memperhatikan situasi lalu lintas saat hendak berbelok. Kondisi lampu utama motor yang mati juga membuat keberadaannya sulit dideteksi oleh kendaraan dari arah berlawanan,” ujar Iptu Henry kepada media.
Pada saat yang bersamaan, melaju kencang sebuah Mitsubishi Microbus (bus jurusan Tegal-Purwokerto) dengan nomor polisi AA-7643-OD dari arah utara menuju selatan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat antara bus dan motor Jupiter MX tidak dapat terhindarkan.
Tabrakan Beruntun dan Bus Menghantam Pohon
Dampak dari benturan pertama tersebut membuat sopir bus kehilangan kendali atas kendaraannya. Bus tersebut oleng ke arah kanan (sisi timur jalan). Naas, di saat yang sama, muncul sepeda motor Honda Beat bernomor polisi G-4312-BRF yang dikendarai oleh Wasroni (45).
Bus yang sudah hilang kendali tersebut menghantam Honda Beat dengan keras sebelum akhirnya laju kendaraan besar itu baru terhenti total setelah menabrak pohon peneduh di bahu jalan. Warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras segera berlarian menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang tergeletak di aspal.
Identitas Korban dan Kondisi Terkini
Kecelakaan ini memakan satu korban jiwa dan dua korban luka-luka. Berikut adalah rincian identitas para korban:
-
Pengendara Yamaha Jupiter MX (Mr. X): Meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, identitas pria tersebut belum diketahui karena tidak ditemukan dokumen pengenal di tubuhnya maupun di kendaraan. Korban mengalami cedera berat di bagian kepala dan dievakuasi ke RSUD Dr. Soeselo Slawi.
-
Wasroni (45): Pengendara Honda Beat, warga Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Brebes. Ia mengalami luka robek serius pada bagian tangan kanan dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Hawari Esa Lebaksiu.
-
Sapuri (58): Penumpang bus asal Cilacap Tengah. Ia mengalami patah tulang kaki akibat guncangan keras saat bus menghantam pohon. Saat ini, Sapuri dirawat di Puskesmas Margasari.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Proses evakuasi bangkai kendaraan dan pohon yang ditabrak bus memakan waktu cukup lama. Jalur Tegal-Purwokerto yang biasanya padat oleh kendaraan logistik dan bus malam sempat mengalami tersendat. Petugas kepolisian dibantu warga sekitar bahu-membahu menyingkirkan puing-puing kendaraan agar arus lalu lintas bisa kembali normal.
Pihak Satlantas Polres Tegal menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengecek kelaikan kendaraan sebelum bepergian, terutama fungsi lampu utama di malam hari.
“Kami sangat menyayangkan adanya kendaraan yang beroperasi tanpa lampu utama dan tanpa pelat nomor. Hal ini sangat membahayakan, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain,” tegas Iptu Henry.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Saat ini, kasus kecelakaan maut di Margasari tersebut masih dalam penanganan unit Gakkum Satlantas Polres Tegal. Sopir bus dan beberapa saksi mata di lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengemudi bus atau murni akibat manuver motor yang mendadak.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan di ruas Margasari, yang memang dikenal memiliki karakteristik jalan lurus namun minim penerangan di beberapa titik tertentu. Masyarakat diminta untuk lebih ekstra waspada saat melintasi jalur ini, terutama pada jam-jam rawan kecelakaan di sore dan malam hari.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

