Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 83

Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kawasan turunan Silayur di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, disebut sebagai kesalahan tata ruang. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor rawan kecelakaan di area tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, kemiringan turunan Silayur tidak layak jika dilewati kendaraan-kendaraan besar, sehingga ia menilai ada tata ruang yang keliru di area tersebut.

“Tata ruang kita itu memang keliru. Ini harus diakui. Dan dulu itu pembuatan lajur kemiringannya (turunan Silayur) memang tidak layak untuk mobil-mobil besar, mobil-mobil dengan tonase yang berat,” jelas Agustina, Jumat (10/4/2026), dikutip Detik.

Meski demikian, jalan tersebut menjadi jalur strategis bagi kendaraan pabrik di sekitar, sehingga perlu adanya perubahan tata kota di wilayah tersebut. Ia menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tersebut sekitar Rp60 miliar.

“Tetapi harus disadari bahwa itu menjadi salah satu pintu jalur untuk berbagai macam pabrik di sekitar. Memang menurut saya tata kotanya keliru dan harus diubah,” ungkap Agustina.

“Hanya kemarin di proses perubahan anggaran, perencanaan anggaran. Kalau itu mau dilakukan perubahan, duitnya sekitar Rp 60 miliar. Enggak kuat kita, benar-benar nggak kuat,” lanjut dia.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, dengan para pengusaha, namun kecelakaan masih terjadi. Sementara, untuk penutupan jalan, hal itu merupakan kewenangan kepolisian.

“Kalau penutupan jalan itu kan miliknya teman-teman kepolisian, harus ada koordinasi lanjutan ini. Kalau pemkot untuk menutup tidak ada kewenangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan beruntun di turunan Silayur pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.  Ada tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, di antaranya truk kontainer, mobil, dan motor. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Negeri di Pati Dilarang Jual Seragam yang Bebankan Orang Tua Murid

    Sekolah Negeri di Pati Dilarang Jual Seragam yang Bebankan Orang Tua Murid

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Seluruh sekolah negeri di Kabupaten Pati dilarang keras menjual seragam maupun bahan seragam kepada peserta didik. Pasalnya, kewajiban membeli seragam baru sering kali membebani ekonomi orang tua murid. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Candra, baru-baru ini. Ia mengatakan, aturan tersebut sudah tercantum di peraturan perundang-undangan, sehingga […]

  • brin

    Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara. Penemuan ini telah […]

  • Warga Jateng Diimbau Tetap Waspada Hadapi Puncak Hujan Bulan November-Desember 2025

    Warga Jateng Diimbau Tetap Waspada Hadapi Puncak Hujan Bulan November-Desember 2025

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Jawa Tengah diimbau tetap waspada dalam menghadapi puncak musim hujan pada November hingga Desember 2025. Selama masa tersebut, diperediksi akan turun hujan dengan intensitas yang signifikan. “Ini peralihan musim kemarau ke musim penghujan, jadi harus waspada. Dan puncak hujan di November-Desember, akan terjadi hujan yang signifikan,” Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa […]

  • kpk

    KPK Bongkar Sisi Gelap Koruptor: 81% Uang Korupsi Dipakai Manjakan Sugar Baby!

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kasus korupsi di Indonesia kini tidak hanya berkutat pada angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga mulai menyingkap sisi gelap gaya hidup pelakunya. Fakta terbaru yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa aliran dana hasil korupsi kini merambah ke ranah personal yang lebih luas, termasuk membiayai gaya hidup mewah para wanita simpanan […]

  • unifil

    Ketegangan Meningkat: UNIFIL Peringatkan IDF Terkait Blokade Logistik di Lebanon Selatan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Situasi di perbatasan selatan Lebanon kembali memanas, namun kali ini bukan karena kontak senjata langsung, melainkan akibat hambatan operasional yang krusial. United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) secara resmi mengeluarkan peringatan keras terhadap militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) terkait gangguan sistematis terhadap distribusi logistik misi perdamaian. Gangguan ini dinilai bukan sekadar kendala teknis, […]

  • febrie

    Diperiksa 10 Jam Kasus Asabri, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tidak Ditahan

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton sebagai tersangka di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026). Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam tersebut berfokus pada dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penanganan perkara PT Asabri. Kuasa hukum Febrie […]

expand_less