Wali Kota Semarang Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Mijen Rayakan Sumpah Pemuda
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- visibility 85

Foto: Kirab Budaya di Kecamatan Mijen Semarang (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Mijen dalam merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Terlebih, perayaan tersebut digelar dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong.
Semangat gotong-royong tersebut diwujudkan dalam gelaran karnaval dan kirab budaya pawai gunungan hasil bumi pada Minggu (26/10/2025) di Taman Tirto Asri. Acara ini juga menjadi bukti warga Kota Semarang senantiasa melestarikan warisan budaya turun-temurun.
“Luar biasa keren (acaranya), karena dapat kita lihat dari suasana kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam upayanya melestarikan warisan budaya,” kata Agustina Wilujeng.
Menurutnya, pawai gunungan tidak hanya sebagai gelaran budaya semata, melainkan bentuk rasa syukur atas tanah yang subur dan kaya hasil bumi. Tak hanya itu, kirab ini turut menggambarkan bahwa ketersediaan bahan pangan menjadi faktor pendukung pembangunan.
“Gunungannya isinya macem-macem, ada lombok, kacang panjang, terong, tomat, dan masih banyak lainnya. Melalui pawai gunungan ini saya bisa melihat kemandirian Kota Semarang atas pangannya,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan, perayaan tersebut tidak menggunakan anggaran daerah sama sekali. Empat belas gunungan unik yang dihadirkan dalam event tersebut murni merupakan hasil gotong-royong masyarakat.
“Inilah uniknya (Kecamatan) Mijen. Acara kirabnya tidak cuma ditunggu, tetapi mereka juga mempersiapkan semuanya bareng-bareng, dan datang ke sini untuk memeriahkan. Gotong royong masyarakat, tidak pakai APBD sama sekali, sehingga menjadi momentum kebersamaan yang hangat,” imbuhnya.
Harapannya, pawai tersebut tidak hanya diilhami sebagai tontonan saja, melainkan sebagai dorongan generasi muda untuk lebih menghargai persatuan dan kesatuan dan cinta tanah air beserta segala kearifan lokalnya. Selain itu, bisa menjadi daya tarik wisata, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Apalagi momentumnya Hari Sumpah Pemuda, saya harap ini tidak berhenti menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi generasi muda agar mereka makin mencintai budayanya, memahami akar tradisinya, serta menanamkan lagi spirit kebangsaannya,” ujar Agustina.
“Penontonnya banyak, UMKM-nya hidup, ekonomi berputar,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

