Pemadaman Listrik Bergilir di Jateng Mulai Berdampak bagi Sektor Peternakan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 22 Jun 2026
- visibility 13

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari terakhir mulai berdampak bagi sektor peternakan ayam. Pasalnya, penggunaan listrik dibutuhkan dalam masa brooding atau pemeliharaan anak ayam usia 1-14 hari.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Susilo, menyebutkan bahwa pemadaman listrik selama beberapa jam membuat ayam merasa tidak nyaman, bahkan sudah banyak yang mati.
“Kalau listrik padam saat malam hari, ayam akan bergerombol dan menumpuk di kandang karena gelap. Akibatnya banyak yang mati. Dalam peternakan itu disebut deplesi,” kata Susilo, Minggu (21/6/2026), dikutip Detik.
Pihaknya melanjutkan, dampak pemadaman listrik berkala ini paling dirasakan oleh peternak kecil yang belum memiliki genset untuk mengatisipasi kejadian tersebut. Tingkat kerugian peternak ayam dinilai cukup besar saat terjadi pemadaman listrik lama.
Harga DOC (day old chick) atau anak ayam saat ini sekitar Rp 6 ribu per ekor, sementara kapasitas kandang berisi 5-10 ribu ekor. Sementara, potensi kematian ayam saat pemadaman listrik bisa sampai 50 persen.
“Kalau yang tidak punya genset dan mati lampunya cukup lama, kematian ayam bisa sampai 50 persen,” ujarnya.
“Kalau mati 1.000 ekor saja sudah (rugi) Rp 6 juta. Padahal kapasitas kandang rata-rata 5-10 ribu ekor. Kalau 50 persen satu kandang 10 ribu ya berarti Rp 30 juta,” lanjut dia.
Sementara, bagi peternak skala kecil, pembelian genset bisa dinilai memberatkan.
“Khawatirnya black out, akhirnya pada mengantisipasi, pakai genset. Harganya kalau untuk kandang sekitar Rp 15 jutaan, mahal. Kalau mati siang nggak begitu masalah, masalah kalau malam,” lanjutnya.
Sebelumnya, pihak PLN menyebutkan bahwa penyebab pemadaman berkala disebabkan karena kendala teknis operasional pembangkit. Hal ini berakibat pada penurunan kapasitas suplai listrik, sehingga pihaknya melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah.
“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Jawa Tengah serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” kata Manager Komunikasi PLN UID Jateng, Prayudha Fasya Perdana.
“PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga,” lanjutnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

