Modifikasi Cuaca Mulai Dilakukan di Perairan Utara Jawa Tengah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- visibility 45

Foto: Modifikasi Cuaca Mulai Dilakukan di Perairan Utara Jawa Tengah (Sumber: Pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Modifikasi cuaca mulai dilakukan di wilayah perairan utara Jawa Tengah. Prosesnya juga dilakukan dengan melakukan penyemaian awan dengan menggunakan bahan Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kilogram.
Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mendistribusikan curah hujan agar mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah daratan Jawa Tengah. Prosesnya akan terus dilakukan dan rencananya sampai 29 Januari 2026 untuk mendukung upaya mitigasi bencana.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, saya sudah kontak dengan Kepala BNPB. Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak guna pemulihan, yakni modifikasi cuaca sampai 29 Januari 2026,” kata Kalakhar BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan.
Modifikasi cuaca dilakukan mulai Selasa (27/1/2026) menggunakan pesawat PK-SCJ. Pesawat membawa kapur untuk menahan hujan agar tidak turun di lokasi terdampak bencana, serta garam NaCl digunakan untuk menurunkan hujan terlebih dahulu.
Penyamaian awan di Target 1 dilakukan di radial 298 hingga 309 derajat, dengan jarak 52 sampai 82 nautical mile (nm) dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
“Area sasaran berada di perairan utara Jawa Tengah, yang secara meteorologis masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan,” ungkap Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz, Selasa (27/1/2026).
Menurut hasil pengamatan, penyemaian dilakukan pada awan Cumulus Congestus dengan ketinggian puncak awan mencapai 14.000 hingga 15.000 kaki, dan dasar awan berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 kaki.
Selain itu, teridentifikasi awan Stratocumulus dengan puncak awan sekitar 10.000 kaki, dan dasar awan di ketinggian 6.000 kaki.
Kondisi angin saat penyemaian pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki, bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan antara 5 hingga 17 knot. Selanjutnya, data angin di lapisan bawah hingga menengah menunjukkan arah Barat Laut, dengan kecepatan 17 hingga 25 knot.
Berdasarkan laporan tim modifikasi cuaca, awan di perairan utara Jawa Tengah masih cukup masif. Pada ketinggian 10.000 kaki, terlihat banyak awan berlapis (layering), sementara di lapisan atas, terpantau awan luruhan (anvil) yang berasal dari awan Cumulonimbus. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

