Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Keracunan Jadi Risiko Terbesar Program MBG, Pemprov Minta Pengawasan Diperketat

Keracunan Jadi Risiko Terbesar Program MBG, Pemprov Minta Pengawasan Diperketat

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
  • visibility 183

Kabarjatengterkini.com – Akhir-akhir ini, ramai pemberitaan persoalan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Adapun salah satu risiko terbesar dari program MBG yang perlu jadi perhatian pemerintah adalah keracunan.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepala daerah di wilayahnya untuk ikut mengawasi program MBG lebih ketat. Salah satunya dengan melibatkan satuan tugas (Satgas) MBG yang sudah dibentuk oleh setiap kepala daerah di Jawa Tengah.

“Pengawasan perlu diperketat. Kemarin ada keracunan di Sragen, nyuwun saran agar Badan Gizi melibatkan Satgas daerah yang melakukan pengawasan,” kata dia, Kamis (28/8/2025).

Lebih lanjut, pihaknya meminta bupati/wali kota untuk tidak terburu-buru dalam menyimpulkan penyebab insiden yang terjadi. Menurutnya, peristiwa di Sragen bukan dikarenakan keracunan, namun belum terbiasa dengan menu yang disajikan, sehingga diare atau mencret.

“Minta tolong pada bupati/ wali kota jangan gampang-gampang (menyatakan) ini keracunan, sebelum ada dari dinas turun,” ungkap Ahmad Luthfi.

Untuk menyukseskan program nasional ini, pihaknya mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) membangun kantor perwakilan di Jawa Tengah. Hal ini bertujuan untuk memberikan respon cepat terhadap segala permasalahan di lapangan.

“Kami pingin perwakilan pusat itu ada di tempat kita, sehingga directed (diarahkan) daripada peluang mapping. Segala sesuatu segera ditanggapi, tidak terlalu rentan kembali, karena Jakarta terlalu jauh,” ungkap dia.

Progres saat ini, sudah ada sebanyak 872 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dari total kebutuhan 3.214 SPPG di Jawa Tengah. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri di Makassar Rekam Aksi Pemerkosaan Suami Terhadap Pekerja Wanita untuk Bukti Perselingkuhan

    Istri Rekam Aksi Pemerkosaan Suami Terhadap Pekerja Wanita untuk Bukti Perselingkuhan

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seorang istri di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), disebut merekam aksi suaminya memperkosa wanita yang merupakan karyawannya. Hasil rekaman tersebut digunakan sebagai bukti laporan perselingkuhan ke polisi. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan, kasus ini pertama kali diketahui berdasarkan laporan korban yang berusia 22 tahun pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Ia mengaku disekap dan […]

  • Monitoring Jadi Aspek Penting Jalannya Program MBG

    Monitoring Jadi Aspek Penting Jalannya Program MBG

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Salah satu aspek penting dalam kelancaran berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pengawasan. Dengan pengecekan atau monitoring ketat dan berkala, diharapkan risiko kesehatan akibat MBG menjadi nihil. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menemani kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka di SMP Negeri 9 Salatiga, Jumat (7/11/2025). Ia […]

  • semarang

    Program Dana Operasional RT Siap Meluncur, Pemkot Semarang Jelaskan Mekanismenya

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Semarang, KabarJatengTerkini.com – Pemkot Semarang bakal luncurkan program dana operasional RT mulai Agustus 2025 mendatang. Program ini menyasar 10.628 RT, masing-masing akan menerima Rp25 juta per tahun untuk kegiatan berdasarkan hasil musyawarah warga. Setiap RT bisa mencairkan dana lewat rekening melalui Bank Jateng setelah mengajukan seluruh dokumen administrasi yang lengkap dan telah diverivikasi oleh kelurahan. […]

  • Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

    Jumlah Desa Mandiri Melonjak Selama Setahun, Pemprov Sebut Indikasi Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jumlah desa mandiri di Jawa Tengah mengalami lonjakan sejak 2025. Diketahui, pada akhir tahun 2025 mencapai 2.208 desa dari 1.530 desa pada tahun 2024. Lonjakan jumlah desa mandiri tersebut mengindikasikan keberhasilan pembangunan desa selama setahun terakhir. Harapannya, pembangunan desa di Jawa Tengah semakin merata, sehingga turut mendukung peningkatan kesejahteraan warganya. “Lonjakan desa mandiri […]

  • Walkot Semarang Harap Sinergitas Peran Pemkot dan TNI Guna Wujudkan Pembangunan

    Walkot Semarang Harap Sinergitas Peran Pemkot dan TNI Guna Wujudkan Pembangunan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, harap pembagian peran yang jelas antara TNI dengan Pemkot. Dengan demikian, pihak-pihak itu bisa bersinergi dengan baik, sehingga tercipta arah pembangunan yang stabil dan kondusif. “Ketenangan yang dirasakan warga hari ini adalah hasil dari peran yang nyata. Rekan-rekan di Kodim 0733 menjaga stabilitas wilayah, sementara kami di […]

  • jampidsus

    Misteri Keberadaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Status Tersangka Tanpa Penahanan Jadi Sorotan

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Perkembangan mengejutkan datang dari pusaran institusi penegak hukum Indonesia. Penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi besar belum diikuti dengan langkah tegas berupa penahanan. Hingga saat ini, keberadaan Febrie bahkan belum diketahui secara pasti, memunculkan tanda tanya besar serta spekulasi liar di tengah masyarakat […]

expand_less