Tantangan Dunia Medis di Jateng Masih Besar, Jumlah dan Distribusi Dokter Belum Rata
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- visibility 83

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Tantangan dunia medis di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, masih besar. Terlebih, jumlah dan distribusi dokter umum maupun spesialis dinilai belum merata hingga ke daerah-daerah.
Maka dari itu, pendidikan di fakultas kedokteran di universitas perlu diperluas guna percepatan pemenuhan kebutuhan dokter. Pasalnya, dengan kapasitas pendidikan kedokteran saat ini, kebutuhan dokter baru bisa terpenuhi sekitar tiga dekade ke depan.
“Kebutuhan dokter di Indonesia masih jauh dari cukup. Kalau dengan produksi dokter yang sekarang, bisa sampai 30 tahun baru terpenuhi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno, Minggu (5/10/2025).
Perluasan akses pendidikan ini dilakukan dengan menekankan inklusivitas, sehingga semakin banyak generasi muda tergugah untuk mempelajari bidang ini. Menurut Sumarno, fakultas kedokteran di universitas-universitas harus hadir lebih ramah di masyarakat awam.
“Ubah anggapan bahwa masuk kedokteran bukan sesuatu yang mahal atau menakutkan. Fakultas Kedokteran harus bisa hadir lebih ramah di tengah masyarakat,” tegasnya.
Perluasan akses pendidikan kedokteran juga sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Hal ini ditujukan untuk mendorong penguatan layanan kesehatan dan pemerataan tenaga medis di seluruh daerah yang ada di Jawa Tengah. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

