2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 82

Foto: 2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah daerah di Semarang dan sekitarnya terendam genangan air akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini. Adapun daerah yang terdampak banjir adalah Kaligawe dan Genuk pada Rabu (22/10/2025) lalu.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penanganan dan pendampingan kepada para korban yang terdampak. Pihaknya telah menyiapkan dapur umum dan titik-titik pengungsian.
“Sudah dari kemarin, sejak kejadian bencana atau kejadian banjir, teman-teman BPBD provinsi sudah membantu,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, Kamis (23/10/2025).
“Istilahnya sebagai pendamping teman-teman BPBD Kota Semarang beserta rekan-rekan relawan, TNI, Polri, juga masyarakat,” lanjut dia.
Selain bantuan logistik, BPBD Jateng juga melakukan penanganan jangka pendek dengan mengerahkan mobile pump atau pompa portabel dari Rumah Tenggang dan Sringin. Meski demikian, mereka mengalami hambatan di Sringin lantaran aksesnya sulit.
“Akses ke Sringin agak sulit, jadi mobilisasi pompa ke sana masih kami upayakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, letak geografis Kota Semarang berada di cekungan, sehingga wilayah itu sangat bergantung pada sistem pompa air. Di Rumah Pompa Tenggang terdapat enam mesin pompa, sedangkan di Rumah Pompa Sringin, ada lima unit mesin pompa.
“Andalan utama untuk antisipasi banjir di Semarang adalah pompa. Sebenarnya pompa sudah ada. Untuk sekitar Kaligawe menggunakan pompa di Rumah Pompa Tenggang. Kalau daerah Genuk itu menggunakan pompa Rumah Pompa Sringin,” ujar Bergas.
Meski demikian, masing-masing rumah pompa, hanya ada dua yang aktif, sedangkan sisanya dilakukan proses peningkatan kapasitas (upgrading), dari mesin berbahan bakar solar menjadi bahan bakar listrik.
Proses peningkatan kapasitas mesin oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sedang dilakukan untuk jangka panjang agar sistem pompa bisa beroperasi optimal. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

