Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 218

Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11).

Dalam upacara yang penuh makna adat tersebut, Purbaya membacakan sabda pengukuhan dalam bahasa Jawa halus:

“Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan sampeyan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

Dengan pengucapan sabda itu, Gusti Purbaya resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, melanjutkan takhta ayahandanya dan menjadi Raja Solo yang baru.

Simbol Kesetiaan dan Penghormatan Leluhur

Pengukuhan Gusti Purbaya dilakukan dalam suasana duka mendalam, di hadapan keluarga besar keraton, para abdi dalem, dan ribuan pelayat yang memadati kompleks Keraton Solo.

Langkah Purbaya untuk bersumpah di hadapan jenazah sang ayah mendapatkan dukungan penuh dari kakak sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang mewakili keluarga besar dalam pernyataan resminya.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom adalah sesuai dengan adat Kasunanan. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan dan kelanjutan takhta, bukan pelanggaran adat,” tegasnya melalui siaran pers Humas Kraton Solo.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya PB XIV, tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Surakarta. Segala urusan adat, pemerintahan internal keraton, hingga kegiatan budaya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kraton Solo: Antara Tradisi dan Harapan Baru

Bagi masyarakat Surakarta, momen jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV menjadi titik balik penting. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Gusti Purbaya yang masih berusia 23 tahun akan membawa angin segar bagi Keraton Solo yang selama beberapa dekade terakhir diwarnai konflik internal.

Dalam pernyataan resmi Kraton Solo, prosesi ini disebut sebagai “momentum kebangkitan dan pemulihan marwah Keraton.”

“Jumenengan Pakubuwono XIV menjadi babak baru bagi pemulihan kehormatan Kasunanan yang sempat diguncang berbagai polemik di masa lalu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1745, setelah pemindahan pusat kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sejak saat itu, keraton telah dipimpin oleh 13 raja sebelum akhirnya memasuki era kepemimpinan Pakubuwono XIV.

Polemik Masa Lalu: Dari Raja Kembar hingga Rekonsiliasi

Sejarah panjang Keraton Surakarta tidak lepas dari konflik internal yang sempat mencoreng citra kerajaan. Setelah PB XII mangkat pada Juni 2004 tanpa menunjuk pewaris resmi, dua putranya dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim takhta dan memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIII.

Situasi ini menciptakan kondisi unik: “raja kembar” di Keraton Solo, yang menyebabkan dualisme kepemimpinan selama bertahun-tahun. Konflik baru mereda setelah tahun 2012 ketika pemerintah dan legislatif ikut turun tangan, termasuk mediasi oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII yang sah, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Maha Menteri. Hubungan keduanya pun membaik dan aktivitas adat Keraton perlahan kembali normal.

Dalam masa pemerintahannya, PB XIII berupaya memperkuat kembali fondasi adat dan melibatkan generasi muda keraton, termasuk menunjuk putra bungsunya, Gusti Purbaya, sebagai Putra Mahkota pada tahun 2023 saat berusia 21 tahun.

Meninggalnya PB XIII dan Prosesi Pemakaman ke Imogiri

PB XIII wafat pada 2 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan pecinta budaya Jawa. Jenazahnya disemayamkan di Loji Gandrung, kediaman resmi Wali Kota Solo, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Prosesi pemberangkatan dilakukan dengan tata upacara adat penuh khidmat. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal sebagai sosok bijak dan tenang. Presiden Joko Widodo turut hadir melepas jenazah dari Loji Gandrung sebelum keberangkatan menuju Imogiri.

Harapan Baru untuk Masa Depan Kasunanan Surakarta

Dengan naiknya PB XIV ke takhta, banyak pihak berharap Keraton Solo dapat kembali menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Gusti Purbaya sendiri dikenal sebagai sosok muda yang berwawasan luas, menguasai bahasa Jawa klasik, dan memiliki komitmen terhadap pelestarian adat.

Dalam pidato pengukuhannya, ia berjanji untuk melanjutkan warisan ayahandanya sekaligus membuka ruang kolaborasi antara keraton dan masyarakat modern.

“Kraton bukan sekadar tempat simbol, tetapi sumber nilai dan peradaban Jawa yang harus dijaga bersama,” ujar PB XIV di hadapan para abdi dalem.

Sebagai raja termuda dalam sejarah Kasunanan Surakarta, PB XIV menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan tradisi kuno dengan kebutuhan zaman. Namun, banyak pihak percaya bahwa darah muda dan semangat pembaruan yang dimiliki Gusti Purbaya akan membawa keraton menuju era baru yang lebih terbuka dan harmonis.

Warisan, Adat, dan Asa Baru

Penobatan Pakubuwono XIV bukan sekadar seremonial pergantian raja, melainkan tanda kesinambungan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama hampir tiga abad. Dalam kesedihan perpisahan dengan PB XIII, masyarakat Surakarta menyambut hadirnya harapan baru di bawah kepemimpinan generasi muda.

Dengan berpegang pada ajaran leluhur dan semangat zaman, PB XIV diharapkan mampu menjadikan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus simbol kebersatuan bangsa.

Kehadirannya di puncak takhta menegaskan satu hal: bahwa adat, sejarah, dan masa depan Jawa tetap hidup dalam denyut nadi Keraton Solo.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • lansia

    Kisah Nenek Elina Widjajanti (80), Lansia yang Diusir Paksa dari Rumahnya di Surabaya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di penghujung tahun 2025. Salah satunya menimpa Nenek Elina Widjajanti (80), seorang lansia asal Surabaya yang diduga diusir secara paksa dari rumahnya sendiri. Kasus ini mencuat ke publik karena melibatkan dugaan kekerasan, pengrusakan rumah, hingga kejanggalan dokumen kepemilikan tanah. Peristiwa pengusiran paksa terhadap Nenek Elina telah berlangsung sejak 6 Agustus […]

  • prada lucky

    Prada Lucky Namo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya, Kasus Masih Diselidiki TNI

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Prada Lucky Namo, seorang prajurit TNI yang bertugas di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Kematian yang terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025 ini, diduga akibat penganiayaan oleh rekan-rekannya sesama prajurit TNI. […]

  • Mahasiswa Udinus Kembangkan Alat Penghasil Air Minum dari Udara

    Mahasiswa Udinus Kembangkan Alat Penghasil Air Minum dari Udara

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, mengembangkan alat penghasil air minum dari udara bernama ToyaKu. ToyaKu memungkinkan memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai, atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Alat hasil riset itu turut dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). “Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi […]

  • tembok

    Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai fenomena yang dikenal sebagai “Tembok Ratapan Solo” di rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, merupakan bentuk sindiran anak muda terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Sindiran ini muncul karena Jokowi dianggap masih ingin mempertahankan eksistensi di panggung politik nasional meski masa jabatan kepresidenannya telah berakhir […]

  • biksu

    Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun. Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus […]

  • hormuz

    Ketegangan di Selat Hormuz: IRGC Iran Beri ‘Peringatan Terakhir’ ke Kapal Perusak AS, Dunia di Ambang Perang?

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Eskalasi militer di titik nadi perdagangan energi dunia, Selat Hormuz, mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran baru saja merilis bukti rekaman audio dan video yang memperlihatkan konfrontasi jarak dekat antara kapal perang mereka dengan dua kapal perusak (destroyer) milik Amerika Serikat di perairan Teluk Oman. Insiden […]

expand_less