Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 122

Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11).

Dalam upacara yang penuh makna adat tersebut, Purbaya membacakan sabda pengukuhan dalam bahasa Jawa halus:

“Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan sampeyan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

Dengan pengucapan sabda itu, Gusti Purbaya resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, melanjutkan takhta ayahandanya dan menjadi Raja Solo yang baru.

Simbol Kesetiaan dan Penghormatan Leluhur

Pengukuhan Gusti Purbaya dilakukan dalam suasana duka mendalam, di hadapan keluarga besar keraton, para abdi dalem, dan ribuan pelayat yang memadati kompleks Keraton Solo.

Langkah Purbaya untuk bersumpah di hadapan jenazah sang ayah mendapatkan dukungan penuh dari kakak sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang mewakili keluarga besar dalam pernyataan resminya.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom adalah sesuai dengan adat Kasunanan. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan dan kelanjutan takhta, bukan pelanggaran adat,” tegasnya melalui siaran pers Humas Kraton Solo.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya PB XIV, tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Surakarta. Segala urusan adat, pemerintahan internal keraton, hingga kegiatan budaya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kraton Solo: Antara Tradisi dan Harapan Baru

Bagi masyarakat Surakarta, momen jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV menjadi titik balik penting. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Gusti Purbaya yang masih berusia 23 tahun akan membawa angin segar bagi Keraton Solo yang selama beberapa dekade terakhir diwarnai konflik internal.

Dalam pernyataan resmi Kraton Solo, prosesi ini disebut sebagai “momentum kebangkitan dan pemulihan marwah Keraton.”

“Jumenengan Pakubuwono XIV menjadi babak baru bagi pemulihan kehormatan Kasunanan yang sempat diguncang berbagai polemik di masa lalu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1745, setelah pemindahan pusat kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sejak saat itu, keraton telah dipimpin oleh 13 raja sebelum akhirnya memasuki era kepemimpinan Pakubuwono XIV.

Polemik Masa Lalu: Dari Raja Kembar hingga Rekonsiliasi

Sejarah panjang Keraton Surakarta tidak lepas dari konflik internal yang sempat mencoreng citra kerajaan. Setelah PB XII mangkat pada Juni 2004 tanpa menunjuk pewaris resmi, dua putranya dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim takhta dan memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIII.

Situasi ini menciptakan kondisi unik: “raja kembar” di Keraton Solo, yang menyebabkan dualisme kepemimpinan selama bertahun-tahun. Konflik baru mereda setelah tahun 2012 ketika pemerintah dan legislatif ikut turun tangan, termasuk mediasi oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII yang sah, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Maha Menteri. Hubungan keduanya pun membaik dan aktivitas adat Keraton perlahan kembali normal.

Dalam masa pemerintahannya, PB XIII berupaya memperkuat kembali fondasi adat dan melibatkan generasi muda keraton, termasuk menunjuk putra bungsunya, Gusti Purbaya, sebagai Putra Mahkota pada tahun 2023 saat berusia 21 tahun.

Meninggalnya PB XIII dan Prosesi Pemakaman ke Imogiri

PB XIII wafat pada 2 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan pecinta budaya Jawa. Jenazahnya disemayamkan di Loji Gandrung, kediaman resmi Wali Kota Solo, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Prosesi pemberangkatan dilakukan dengan tata upacara adat penuh khidmat. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal sebagai sosok bijak dan tenang. Presiden Joko Widodo turut hadir melepas jenazah dari Loji Gandrung sebelum keberangkatan menuju Imogiri.

Harapan Baru untuk Masa Depan Kasunanan Surakarta

Dengan naiknya PB XIV ke takhta, banyak pihak berharap Keraton Solo dapat kembali menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Gusti Purbaya sendiri dikenal sebagai sosok muda yang berwawasan luas, menguasai bahasa Jawa klasik, dan memiliki komitmen terhadap pelestarian adat.

Dalam pidato pengukuhannya, ia berjanji untuk melanjutkan warisan ayahandanya sekaligus membuka ruang kolaborasi antara keraton dan masyarakat modern.

“Kraton bukan sekadar tempat simbol, tetapi sumber nilai dan peradaban Jawa yang harus dijaga bersama,” ujar PB XIV di hadapan para abdi dalem.

Sebagai raja termuda dalam sejarah Kasunanan Surakarta, PB XIV menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan tradisi kuno dengan kebutuhan zaman. Namun, banyak pihak percaya bahwa darah muda dan semangat pembaruan yang dimiliki Gusti Purbaya akan membawa keraton menuju era baru yang lebih terbuka dan harmonis.

Warisan, Adat, dan Asa Baru

Penobatan Pakubuwono XIV bukan sekadar seremonial pergantian raja, melainkan tanda kesinambungan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama hampir tiga abad. Dalam kesedihan perpisahan dengan PB XIII, masyarakat Surakarta menyambut hadirnya harapan baru di bawah kepemimpinan generasi muda.

Dengan berpegang pada ajaran leluhur dan semangat zaman, PB XIV diharapkan mampu menjadikan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus simbol kebersatuan bangsa.

Kehadirannya di puncak takhta menegaskan satu hal: bahwa adat, sejarah, dan masa depan Jawa tetap hidup dalam denyut nadi Keraton Solo.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Ada Laporan Kasus Superflu di Jawa Tengah

    Belum Ada Laporan Kasus Superflu di Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jenis influenza yang sempat resahkan masyarakat, yakni superflu, disebut dapat dicegah dan diobati. Di Jawa Tengah sendiri, dipastikan belum ada kasus yang tercatat terkait superflu ini. “Sampai hari ini belum ditemukan data atau laporan adanya kasus superflu di wilayah ini (Jawa Tengah),” terang dokter spesialis paru RS Amino, Prihatin Iman Nugroho, Rabu (7/1/2026). […]

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

  • Pemprov Jateng Sambut Baik Gelaran ‘Lights Wonderland’ di Grand Maerakaca

    Pemprov Jateng Sambut Baik Gelaran ‘Lights Wonderland’ di Grand Maerakaca

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sambut baik rencana gelaran event ‘Lights Wonderland’ di kawasan Grand Maerakaca, Semarang. Acara ini akan diselenggarakan selama satu bulan penuh, mulai 15 Agustus hingga 14 September 2025. ‘Lights Wonderland’ ini pertama kali digelar di Indonesia oleh PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), bekerja sama dengan Luna Light International […]

  • makam

    Makam Raja Pertama Caracol Ditemukan Setelah 40 Tahun Penggalian: Tonggak Baru Arkeologi Peradaban Maya

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Setelah lebih dari 40 tahun penggalian intensif, para arkeolog akhirnya berhasil menemukan makam Raja Te K’ab Chaak, raja pertama dari kota kuno Caracol, salah satu pusat peradaban Maya terbesar dan paling berpengaruh di dataran rendah Amerika Tengah pada abad ke-6 dan ke-7. Penemuan ini menjadi momen penting dalam dunia arkeologi, mengingat Caracol telah […]

  • Aksi Bullying PPDS Unsri Jadi Sorotan Kemenkes RI: Bukan Terjadi Pertama Kalinya

    Aksi Bullying PPDS Unsri Jadi Sorotan Kemenkes RI: Bukan Terjadi Pertama Kalinya

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Dugaan perundungan (bullying) di program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) jadi sorotan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sebelumnya, heboh mahasiswa kedokteran Unsri diminta seniornya untuk membiayai keperluan pribadi dan gaya hidup mewah hingga nilainya miliaran rupiah. Akibat perlakuan tersebut, korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan keluar dari PPDS. Menanggapi hal tersebut, Menteri […]

  • Realisasi Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri Ditargetkan Akhir Bulan Juli

    Realisasi Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri Ditargetkan Akhir Bulan Juli

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pati, kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berkomitmen memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Program tersebut ditargetkan akan terealisasi di akhir bulan Juli 2025. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono. Ia menyampaikan, beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa yang berprestasi dari keluarga […]

expand_less