Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 228

Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV.

Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11).

Dalam upacara yang penuh makna adat tersebut, Purbaya membacakan sabda pengukuhan dalam bahasa Jawa halus:

“Rebo Legi, patbelas Jumadilawal tahun dal sèwu sangangatus sèket sanga, utawa kaping lima Nopèmber rong èwu selawé, hanglintir kaprabon Dalem minangka SRI SUSUHUNAN Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan sampeyan dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono Patbelas.”

Dengan pengucapan sabda itu, Gusti Purbaya resmi menyandang gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, melanjutkan takhta ayahandanya dan menjadi Raja Solo yang baru.

Simbol Kesetiaan dan Penghormatan Leluhur

Pengukuhan Gusti Purbaya dilakukan dalam suasana duka mendalam, di hadapan keluarga besar keraton, para abdi dalem, dan ribuan pelayat yang memadati kompleks Keraton Solo.

Langkah Purbaya untuk bersumpah di hadapan jenazah sang ayah mendapatkan dukungan penuh dari kakak sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang mewakili keluarga besar dalam pernyataan resminya.

Menurut GKR Timoer, tindakan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Apa yang dilakukan Adipati Anom adalah sesuai dengan adat Kasunanan. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan dan kelanjutan takhta, bukan pelanggaran adat,” tegasnya melalui siaran pers Humas Kraton Solo.

Ia menambahkan, dengan dilantiknya PB XIV, tidak ada kekosongan kekuasaan di Keraton Surakarta. Segala urusan adat, pemerintahan internal keraton, hingga kegiatan budaya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kraton Solo: Antara Tradisi dan Harapan Baru

Bagi masyarakat Surakarta, momen jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV menjadi titik balik penting. Banyak pihak menilai bahwa kepemimpinan Gusti Purbaya yang masih berusia 23 tahun akan membawa angin segar bagi Keraton Solo yang selama beberapa dekade terakhir diwarnai konflik internal.

Dalam pernyataan resmi Kraton Solo, prosesi ini disebut sebagai “momentum kebangkitan dan pemulihan marwah Keraton.”

“Jumenengan Pakubuwono XIV menjadi babak baru bagi pemulihan kehormatan Kasunanan yang sempat diguncang berbagai polemik di masa lalu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Keraton Kasunanan Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1745, setelah pemindahan pusat kerajaan Mataram Islam dari Kartasura ke Surakarta oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sejak saat itu, keraton telah dipimpin oleh 13 raja sebelum akhirnya memasuki era kepemimpinan Pakubuwono XIV.

Polemik Masa Lalu: Dari Raja Kembar hingga Rekonsiliasi

Sejarah panjang Keraton Surakarta tidak lepas dari konflik internal yang sempat mencoreng citra kerajaan. Setelah PB XII mangkat pada Juni 2004 tanpa menunjuk pewaris resmi, dua putranya dari ibu berbeda—KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim takhta dan memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIII.

Situasi ini menciptakan kondisi unik: “raja kembar” di Keraton Solo, yang menyebabkan dualisme kepemimpinan selama bertahun-tahun. Konflik baru mereda setelah tahun 2012 ketika pemerintah dan legislatif ikut turun tangan, termasuk mediasi oleh Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi).

Akhirnya, Hangabehi diakui sebagai PB XIII yang sah, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Maha Menteri. Hubungan keduanya pun membaik dan aktivitas adat Keraton perlahan kembali normal.

Dalam masa pemerintahannya, PB XIII berupaya memperkuat kembali fondasi adat dan melibatkan generasi muda keraton, termasuk menunjuk putra bungsunya, Gusti Purbaya, sebagai Putra Mahkota pada tahun 2023 saat berusia 21 tahun.

Meninggalnya PB XIII dan Prosesi Pemakaman ke Imogiri

PB XIII wafat pada 2 November 2025, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan pecinta budaya Jawa. Jenazahnya disemayamkan di Loji Gandrung, kediaman resmi Wali Kota Solo, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Prosesi pemberangkatan dilakukan dengan tata upacara adat penuh khidmat. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, memberikan penghormatan terakhir kepada raja yang dikenal sebagai sosok bijak dan tenang. Presiden Joko Widodo turut hadir melepas jenazah dari Loji Gandrung sebelum keberangkatan menuju Imogiri.

Harapan Baru untuk Masa Depan Kasunanan Surakarta

Dengan naiknya PB XIV ke takhta, banyak pihak berharap Keraton Solo dapat kembali menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Jawa. Gusti Purbaya sendiri dikenal sebagai sosok muda yang berwawasan luas, menguasai bahasa Jawa klasik, dan memiliki komitmen terhadap pelestarian adat.

Dalam pidato pengukuhannya, ia berjanji untuk melanjutkan warisan ayahandanya sekaligus membuka ruang kolaborasi antara keraton dan masyarakat modern.

“Kraton bukan sekadar tempat simbol, tetapi sumber nilai dan peradaban Jawa yang harus dijaga bersama,” ujar PB XIV di hadapan para abdi dalem.

Sebagai raja termuda dalam sejarah Kasunanan Surakarta, PB XIV menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan tradisi kuno dengan kebutuhan zaman. Namun, banyak pihak percaya bahwa darah muda dan semangat pembaruan yang dimiliki Gusti Purbaya akan membawa keraton menuju era baru yang lebih terbuka dan harmonis.

Warisan, Adat, dan Asa Baru

Penobatan Pakubuwono XIV bukan sekadar seremonial pergantian raja, melainkan tanda kesinambungan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama hampir tiga abad. Dalam kesedihan perpisahan dengan PB XIII, masyarakat Surakarta menyambut hadirnya harapan baru di bawah kepemimpinan generasi muda.

Dengan berpegang pada ajaran leluhur dan semangat zaman, PB XIV diharapkan mampu menjadikan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat pelestarian budaya Jawa sekaligus simbol kebersatuan bangsa.

Kehadirannya di puncak takhta menegaskan satu hal: bahwa adat, sejarah, dan masa depan Jawa tetap hidup dalam denyut nadi Keraton Solo.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • topeng

    Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan. Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi. Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah […]

  • mtq nasional

    Pemkot Semarang Siapkan Event MTQ Nasional ke-31, 11 Ribu Tamu Diperkirakan Hadir

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang bakal jadi tuan rumah gelaran MTQ Nasional ke-31 pada bulan September mendatang. Ribuan tamu dari seluruh Indonesia diperkirakan hadir dalam acara tersebut. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan kesiapannya atas kesempatan yang diberikan untuk menyelenggarakan event besar tersebut. Ini juga menjadi suatu kehormatan, pasalnya MTQ Nasional terakhir digelar di Semarang […]

  • Ribuan Insan Pendidikan Ikuti Kegiatan Jalan Santai Peringatan Hardiknas 2026

    Ribuan Insan Pendidikan Ikuti Kegiatan Jalan Santai Peringatan Hardiknas 2026

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Ribuan peserta jalan santai meramaikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati pada Rabu (29/4/2026) pagi tadi. Jalan santai tersebut diikuti oleh perwakilan guru dan tenaga kependidikan SD dan SMP se-Kabupaten Pati, serta staf pegawai Disdikbud Pati. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh […]

  • museum

    Dua Tersangka Perampokan Permata Mahkota di Museum Louvre Ditangkap, Polisi Prancis Kejar Barang Curian Senilai Rp1,6 Triliun

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pihak berwenang Prancis berhasil menahan dua tersangka yang diduga menjadi dalang dalam kasus perampokan permata mahkota berharga di Museum Louvre. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (25/10), sepekan setelah aksi pencurian spektakuler yang mengguncang dunia seni dan keamanan museum internasional. Menurut laporan AFP, penyelidikan besar-besaran dilakukan sejak peristiwa perampokan terjadi pada 19 Oktober 2025. Dalam kejadian […]

  • arkeolog

    Arkeolog Temukan Kompleks Pemakaman Kuno 3.000 Tahun di China, Ungkap Struktur Sosial Dinasti Zhou Barat

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Tabir sejarah di wilayah barat laut China kembali tersingkap. Tim arkeolog berhasil menemukan sebuah kompleks pemakaman kuno berusia sekitar 3.000 tahun di Provinsi Shaanxi, China. Penemuan ini dinilai sebagai temuan penting yang dapat membuka pemahaman baru tentang struktur sosial, sistem kekuasaan, serta peta politik masyarakat kuno pada masa Dinasti Zhou Barat. Kompleks pemakaman tersebut […]

  • Heboh Dugaan Bullying PPDS Unsri Diminta Biayai Clubbing Hingga Skincare, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya […]

expand_less