Cengkih Lombok Utara Tembus Pasar Dubai, NTB Torehkan Sejarah Baru Ekspor Komoditas Lokal
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 13 Okt 2025
- visibility 84

Kabarjatengterkini.com- Komoditas cengkih asal Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk pertama kalinya berhasil menembus pasar ekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Ekspor perdana ini tidak hanya menandai tonggak sejarah baru bagi NTB, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan komoditas unggulan lokal yang kini mulai dilirik pasar global.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaluddin Malady, menyebutkan bahwa keberhasilan ekspor cengkih ini adalah bukti nyata bahwa daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara internasional, asal dikelola dengan baik dan inovatif.
“Ketika komoditas lokal seperti cengkih telah mampu menembus pasar global, maka dorongan inovasi dan semangat untuk mengembangkan komoditas lainnya harus terus bergema,” ujar Jamaluddin, mewakili Gubernur NTB dalam acara pelepasan ekspor di Terminal Teluk Nara, Kabupaten Lombok Utara, Senin (13/10/2025).
Mendorong Hilirisasi dan Ekonomi Berkelanjutan
Lebih lanjut, Jamaluddin menegaskan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari strategi mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal. Hilirisasi di sini bukan hanya tentang mengolah hasil pertanian atau perkebunan menjadi produk jadi, tetapi juga memperluas akses pasar dan pembiayaan agar ekspor menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Momentum ini harus dimaknai sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi dan memperluas akses pembiayaan agar ekspor jadi aktivitas ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.
Ekspor cengkih ke Dubai ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa produk pertanian Indonesia, khususnya dari NTB, mampu memenuhi standar kualitas internasional dan menjawab permintaan pasar dunia, khususnya di sektor rempah-rempah.
Transaksi Besar Hasil Business Matching di Gili Trawangan
Dalam rangkaian kegiatan ekspor, sebelumnya juga digelar business matching di Gili Trawangan yang mempertemukan para pelaku usaha lokal dengan pembeli internasional. Hasilnya sangat menggembirakan.
“Terjadi transaksi buyer dari India dan Inggris untuk cengkih 32 ton dan mete 100 ton. Kalau diuangkan, totalnya sekitar Rp 11,2 miliar,” ujar Jamaluddin.
Transaksi ini menunjukkan bahwa potensi pasar untuk produk-produk lokal dari NTB masih sangat terbuka luas. Tidak hanya untuk cengkih, tetapi juga untuk komoditas lain seperti mete, kopi, kakao, virgin coconut oil (VCO), mutiara, dan hasil laut.
PT Vertta Nusadaya Agre: Eksportir Lokal Berbasis Anak Daerah
Yang menarik, ekspor perdana cengkih ke Dubai ini dilakukan oleh PT Vertta Nusadaya Agre, sebuah perusahaan eksportir yang didirikan oleh anak-anak muda asli Lombok Utara. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bahwa anak daerah mampu mengambil peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui jalur ekspor.
“Capaian ini membuktikan bahwa daerah-daerah di NTB memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, asalkan dikelola secara profesional,” kata Jamaluddin.
Peran generasi muda dan pelaku usaha lokal dalam ekspor cengkih ini menjadi sinyal positif bahwa ekonomi berbasis potensi lokal di NTB kini semakin hidup dan berkembang.
Dukungan Berbagai Pihak untuk Ekspor Komoditas NTB
Acara pelepasan ekspor di Terminal Teluk Nara juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Bupati Lombok Utara, perwakilan Bank Indonesia Perwakilan NTB, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lombok Utara, serta para pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program peningkatan ekspor komoditas daerah dan komitmen untuk menjadikan NTB sebagai salah satu motor ekspor nasional di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.
Menuju Pasar Internasional yang Lebih Luas
Ekspor perdana cengkih ini diharapkan menjadi langkah awal dari ekspansi komoditas NTB ke pasar internasional yang lebih luas. Pemerintah daerah menargetkan bahwa ke depan, komoditas unggulan seperti kopi, VCO, kakao, rempah-rempah, hasil laut, dan mutiara akan mengikuti jejak cengkih dalam menembus pasar ekspor.
“Pelepasan ekspor ini adalah awal dari perjalanan panjang memperluas pasar produk unggulan NTB ke mancanegara,” tambah Jamaluddin.
Keberhasilan ekspor cengkih Lombok Utara ke Dubai membuktikan bahwa komoditas lokal NTB punya daya saing global. Langkah ini tidak hanya membuka pasar baru bagi petani dan pelaku usaha di daerah, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor bisa menghasilkan dampak ekonomi nyata.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, NTB diyakini mampu menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi ekspor unggulan terbesar di Indonesia. Ekspor cengkih ke Dubai hanyalah awal dari kebangkitan ekonomi daerah berbasis ekspor berkelanjutan.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

