Mendag RI Tanggapi Temuan Minyak Goreng Bantuan Pemerintah Berbau Solar: Sedang Investigasi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: Mendag RI Tanggapi Temuan Bantuan Minyak Goreng Berbau Solar: Sedang Investigasi (Sumber: istimewa)
Kabarjatengterkini.com – Sejumlah produk minyak goreng bantuan pemerintah diduga berbau solar, menurut temuan di wilayah Klaten. Terkait hal ini, produk ‘MinyaKita’ yang sebelumnya telah disalurkan kepada warga akan ditarik seluruhnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, ikut buka suara. Ia mengungkap, sampel minyak goreng yang bermasalah itu sedang dilakukan pengujian di laboratorium untuk mengungkap kandungan di dalamnya.
Diketahui, minyak goreng merek ‘MinyaKita’ tersebut berasal dari PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) di Karanganyar. Budi mengaku belum mengetahui penyebab produk tersebut berbau solar saat diterima oleh masyarakat lantaran masih dalam proses investigasi.
“Semuanya sudah ditarik oleh PT KMR dan kita terus melakukan investigasi,” kata Budi, Kamis (25/6/2026).
“Belum, saya belum berani menyimpulkan. Sekarang masih dibawa ke lab,” lanjut dia.
Meski demikian, jika ditemukan indikasi pelanggaran, pemerintah tak segan untuk mencabut izin perusahaan. Begitu pula jika ditemukan unsur pidana, maka kasus akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau memang melanggar suatu aturan, ya bisa perusahaannya izinnya dicabut. Nanti kalau memang ada temuan lain secara pidana, ya semua diproses. Semua diproses sesuai aturan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengeluhkan bantuan ‘MinyaKita’ dari pemerintah yang berbau solar. Bantuan minyak goreng tersebut diterima oleh warga pada hari Rabu (17/6/2026).
Sekretaris Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Cahyoko menyebutkan bahwa sejumlah warga penerima manfaat mengeluhkan masalah yang sama, yakni bantuan minyak goreng berbau solar dan warnanya lebih pekat.
“Yang mengganti dari pihak penyedia, ada yang bau solar dan minyak tanah. Yang membuat ragu warnanya beda dengan yang biasa warga dapat,” papar Cahyoko.
“Infonya di seluruh desa di Kecamatan Jogonalan diganti semua,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Klaten, Iwan Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan bersama pihak-pihak terkait. Selain itu, semua produk yang rusak akan diganti dengan yang baru.
“DKPP, bersama Bulog, produsen pihak kecamatan dan desa, sudah turun ke lapangan. Dalam penyaluran Bulog kerjasama dengan beberapa produsen, kebetulan yg di Kecamatan Wedi dan Jogonalan satu produsen,” terang Iwan.
“Saat ini masih proses berjalan penggantian produk, sampel produk yang rusak baru dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Kita masih menunggu hasil laboratorium belum keluar,” jelasnya lebih lanjut. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

