Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Robot AI Bertenaga Surya Gantikan Tenaga Kerja di Ladang Kapas AS, Solusi Ramah Lingkungan Atasi Gulma

Robot AI Bertenaga Surya Gantikan Tenaga Kerja di Ladang Kapas AS, Solusi Ramah Lingkungan Atasi Gulma

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 349

Kabarjategterkini.com – Di tengah meningkatnya tantangan sektor pertanian Amerika Serikat, sebuah robot bertenaga surya dengan kecerdasan buatan (AI) kini hadir sebagai solusi revolusioner. Robot yang dinamai Element ini dikembangkan oleh perusahaan rintisan teknologi pertanian Aigen, dengan misi utama: membasmi gulma tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya, sambil mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.

Dengan bentuk menyerupai meja besar beroda, robot Element dilengkapi panel surya di bagian atas dan lengan logam bercakar di bagian bawah yang mampu mencangkul gulma dengan presisi tinggi. Sistem AI-nya mampu mengenali barisan tanaman dan membedakan antara tanaman utama dan gulma, berdasarkan data visual dari kamera internal.

Solusi di Tengah Krisis Tenaga Kerja dan Herbisida yang Tak Lagi Efektif

Inovasi ini muncul sebagai respons terhadap dua masalah besar dalam pertanian AS: kekurangan tenaga kerja dan gulma yang makin resisten terhadap herbisida. Menurut Richard Wurden, salah satu pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Aigen, penggunaan bahan kimia seharusnya bukan satu-satunya jalan.

“Saya sungguh yakin ini adalah hal terbesar yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kesehatan manusia,” ujar Wurden saat mendampingi pengujian lapangan di Pertanian Bowles, Los Banos, California.

Wurden, yang merupakan mantan insinyur Tesla selama lima tahun, mulai merancang robot ini setelah mendengar keluhan dari kerabatnya di Minnesota bahwa menyiangi gulma secara manual sangat mahal dan memakan waktu.

CEO Aigen, Kenny Lee, menambahkan bahwa mayoritas petani yang mereka ajak bicara tidak menyukai ketergantungan terhadap bahan kimia. Menurutnya, para petani justru mendambakan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.

“Tidak ada petani yang pernah kami ajak bicara yang mengatakan ‘Saya jatuh cinta pada bahan kimia’,” kata Lee.

Cara Kerja Robot Element: Cerdas, Ramah Lingkungan, dan Efisien

Robot Element menggabungkan energi terbarukan dan teknologi otonom untuk bekerja di ladang tanpa supervisi terus-menerus. Panel surya di atas tubuhnya mengisi daya saat siang hari, dan ketika matahari terbenam, robot otomatis masuk ke mode tidur, lalu aktif kembali keesokan pagi.

Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), robot ini secara otomatis mendeteksi posisi tanaman dan gulma, lalu menggunakan bilah logam kecil untuk mencabut gulma secara mekanis—meniru teknik manual yang biasa dilakukan oleh petani.

Yang menarik, robot ini tidak membutuhkan jaringan listrik eksternal atau bahan bakar, sehingga tidak menambah emisi karbon ke lingkungan.

Robot juga terhubung secara nirkabel ke pusat kendali, memungkinkan para teknisi atau petani untuk memonitor operasional robot dari jarak jauh. Jika terjadi insiden atau kendala teknis, sistem akan otomatis mengirimkan notifikasi.

Memberi Peluang Baru bagi Pekerja Lapangan

Selain mengatasi kekurangan tenaga kerja, Aigen juga memiliki visi sosial jangka panjang. Mereka berharap para pekerja yang sebelumnya menghabiskan waktu berjam-jam di bawah terik matahari kini dapat ditingkatkan keterampilannya menjadi operator, teknisi, dan pengelola sistem robotik.

Dengan demikian, transformasi ini tidak menggantikan manusia sepenuhnya, tetapi mengubah peran mereka menjadi lebih strategis dan bernilai tambah.

“Ini benar-benar meniru cara kerja manusia, tapi dengan efisiensi tinggi dan tanpa paparan bahan kimia,” kata Lee.

Potensi Besar untuk Pertanian Berkelanjutan

Robot Element saat ini masih dalam tahap uji coba dan penyempurnaan, namun sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam pengujian di ladang kapas, Element mampu menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal tanpa menggunakan herbisida.

Petani yang menggunakan teknologi ini mengaku puas, karena biaya operasional menurun, risiko paparan bahan kimia berkurang, dan hasil panen tetap tinggi.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan pertanian berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan, robot seperti Element diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri agrikultur, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga secara global.

Masa Depan Pertanian Ada di Tangan AI dan Energi Terbarukan

Inovasi seperti Element menjadi bukti bahwa gabungan AI dan energi bersih dapat menjadi jawaban terhadap krisis iklim, kekurangan tenaga kerja, dan ancaman bahan kimia di makanan.

Dengan semakin banyak perusahaan yang berinvestasi pada solusi agroteknologi, masa depan pertanian dunia tampaknya akan jauh lebih hijau—baik untuk lingkungan, kesehatan manusia, maupun keberlanjutan pangan global.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • donasi

    Masyarakat Pati Bersatu Kumpulkan Donasi untuk Demo Tuntut Bupati Sudewo Jadi Tersangka

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Pati Bersatu menggalang dana untuk melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di wilayah Pati. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan keterlibatan Bupati Sudewo dalam penyalahgunaan anggaran publik. Donasi Terkumpul […]

  • Viral Kabar Kandang Babi di Sragen Diminta Tutup karena Berdekatan dengan SPPG

    Viral Kabar Kandang Babi di Sragen Diminta Tutup karena Berdekatan dengan SPPG

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Viral kabar sebuah peternakan babi di Sragen dipaksa tutup karena berada di samping salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Padahal, peternakan tersebut sudah berdiri selama puluhan tahun. Menurut informasi, SPPG dan peternakan sama-sama berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Sedangkan, menurut aturan Badan Gizi Nasional (BGN), lokasi SPPG harus berjauhan […]

  • pemerintah

    Pemerintah Targetkan Penerimaan Negara Rp 3.147,7 Triliun di 2026, Sri Mulyani Paparkan Strategi Optimalisasi Pajak dan PNBP

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pemerintah menargetkan penerimaan negara pada tahun 2026 mencapai Rp 3.147,7 triliun, angka yang disebut cukup ambisius oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Target ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (21/8/2025), sebagai tanggapan atas pandangan fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Dalam pernyataannya di hadapan pimpinan dan […]

  • Pria di Klaten Tega Bawa Kabur Motor Korban Usai Ditolong karena Kehabisan Bensin

    Maling di Klaten Tega Bawa Kabur Motor Usai Ditolong karena Kehabisan Bensin

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Seorang pria di Klaten tega membawa kabur sepeda motor milik seorang wanita yang menolongnya di jalan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Yogyakarta-Solo pada Jumat (12/12/2025) petang. Kapolsek Jogonalan AKP Haryanto menyatakan bahwa korban sudah membuat laporan. Pihaknya kemudian bergerak untuk menangkap terduga pelaku yang dilacak sedang berada di wilayah Boyolali. “Sudah ditangkap […]

  • Pemkab Pati Terima Hibah Lampu Hemat Energi, Bakal Dipasang di Alun-alun Kembang Joyo

    Pemkab Pati Terima Hibah Lampu Hemat Energi, Bakal Dipasang di Alun-alun Kembang Joyo

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Pati menerima hibah lampu hemat energi berbasis panel surya dari PT Sinergi Infra Hijau. Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan fasilitas penerangan di ruang publik. Hibah lampu hemat energi tersebut dilakukan di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (28/4/2026). Lampu-lampu yang dihibahkan tersebut akan dipasang di 20 titik lokasi, khususnya di kawasan pusat […]

  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng

    Pemkot Semarang Upayakan Percepatan Pembangunan Daerah Melalui 5 Pilar Utama

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius melakukan percepatan pembangunan dengan bertumpu pada lima pilar utama. Di antaranya Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan, pembangunan daerah harus tetap tercapai meski masih dalam penerapan kebijakan efisiensi anggaran dari pusat. Salah satunya, yakni dengan menggerakkan […]

expand_less