Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Pemerintah Targetkan Penerimaan Negara Rp 3.147,7 Triliun di 2026, Sri Mulyani Paparkan Strategi Optimalisasi Pajak dan PNBP

Pemerintah Targetkan Penerimaan Negara Rp 3.147,7 Triliun di 2026, Sri Mulyani Paparkan Strategi Optimalisasi Pajak dan PNBP

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
  • visibility 191

Kabarjatengterkini.com– Pemerintah menargetkan penerimaan negara pada tahun 2026 mencapai Rp 3.147,7 triliun, angka yang disebut cukup ambisius oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Target ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (21/8/2025), sebagai tanggapan atas pandangan fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Dalam pernyataannya di hadapan pimpinan dan anggota DPR, Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa target tersebut akan dicapai dengan berbagai strategi optimalisasi penerimaan negara, baik dari sektor pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), maupun dari sumber lainnya.

Target Ambisius Pendapatan Negara 2026

Berdasarkan dokumen RAPBN 2026, pemerintah menetapkan:

  • Target pendapatan negara: Rp 3.147,7 triliun
  • Target penerimaan pajak: Rp 2.357,7 triliun
  • Target PNBP: Disesuaikan dari potensi sumber daya alam dan pengelolaan aset negara

Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan target tahun 2025, terutama dari sisi penerimaan pajak yang naik sekitar 13,5 persen dari tahun sebelumnya.

“Target penerimaan pajak itu cukup tinggi dan ambisius,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2026 yang berlangsung Jumat (15/8).

Strategi Optimalisasi Penerimaan Negara

Sri Mulyani menekankan bahwa meskipun target tinggi, pemerintah tetap menjaga iklim investasi, keberlanjutan dunia usaha, dan kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, optimalisasi pendapatan akan dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh dan berimbang.

1. Reformasi Perpajakan dan Kepatuhan Wajib Pajak

  • Pemerintah akan melanjutkan reformasi sistem perpajakan, termasuk melalui revisi aturan dan digitalisasi sistem.
  • Peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi fokus utama, terutama melalui edukasi, pengawasan, dan sistem pelaporan yang efisien.
  • Basis pajak akan diperluas untuk menjangkau sektor-sektor ekonomi baru, termasuk ekonomi digital.

2. Penyesuaian dengan Ekonomi Digital dan Perpajakan Global

  • Pemerintah sedang menyesuaikan sistem perpajakan agar selaras dengan aktivitas ekonomi digital dan standar perpajakan internasional.
  • Salah satu bentuk konkret adalah penguatan sistem pemungutan pajak digital, baik untuk transaksi domestik maupun lintas negara.

3. Pemanfaatan Coretax System dan Pertukaran Data

  • Sistem coretax yang dikembangkan DJP akan menjadi tulang punggung pengawasan perpajakan modern.
  • Pertukaran data antar kementerian/lembaga diperkuat untuk memudahkan analisis, penagihan, dan pengawasan berbasis data real-time.

4. Pengawasan dan Penegakan Hukum

  • Kementerian Keuangan bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan terpadu melalui intelijen perpajakan, audit data, dan pemeriksaan kepatuhan.
  • Bea keluar akan dimanfaatkan untuk mendorong hilirisasi produk, dengan penegakan hukum atas penyelundupan dan peredaran barang kena cukai ilegal.

5. Insentif Fiskal yang Terukur dan Terarah

  • Insentif fiskal masih akan diberikan, namun diarahkan secara selektif dan strategis untuk sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Strategi Peningkatan PNBP

Selain dari sektor pajak, optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi bagian penting dari strategi 2026.

“PNBP harus digunakan sebesar-besarnya untuk pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sri Mulyani.

Upaya yang dilakukan meliputi:

  • Pengelolaan SDA dan aset negara yang lebih efektif
  • Pemanfaatan sistem informasi, seperti Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batubara), akan diperluas ke komoditas strategis lainnya
  • Peningkatan inovasi dalam pengelolaan aset negara dan BUMN
  • Penataan regulasi dan tarif agar lebih kompetitif dan adil

Dukungan DPR dan Tantangan ke Depan

Dalam rapat paripurna, sebagian besar fraksi di DPR mendukung langkah pemerintah untuk mengoptimalkan pendapatan negara, meski tetap meminta adanya pengawasan ketat terhadap implementasi di lapangan. Pengawasan diperlukan agar tidak memberatkan pelaku usaha atau menciptakan ketimpangan dalam pengenaan pajak.

Tantangan yang dihadapi mencakup ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, potensi resesi ekonomi global, serta transformasi digital yang cepat.

Pemerintah menargetkan Rp 3.147,7 triliun sebagai pendapatan negara tahun 2026, menjadikannya salah satu target penerimaan tertinggi dalam sejarah APBN. Strategi yang digunakan mencakup reformasi perpajakan, perluasan basis pajak, pemanfaatan teknologi digital, serta optimalisasi PNBP dari SDA dan aset negara.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pencapaian target ini tidak akan mengorbankan dunia usaha dan investasi, melainkan sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • presiden

    Purbaya Dipanggil Presiden Prabowo Usai Bahas Subsidi Energi Rp386,9 Triliun di DPR

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, pada Selasa siang (30/9/2025), usai menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR RI di Senayan. Purbaya tiba di Istana sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Meski belum mengetahui secara pasti agenda pertemuan, Purbaya menduga undangan tersebut […]

  • Tanggul Pantai Jebol, Banjir Rob di Desa Tunggulsari Pati Semakin Parah

    Tanggul Pantai Jebol, Banjir Rob di Desa Tunggulsari Pati Semakin Parah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Banjir di wilayah Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, disebabkan oleh jebolnya tanggul yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Akibatnya, rob menggenangi tambak hingga permukiman warga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di sekitar sana tidak ada vegetasi, seperti mangrove, yang seharusnya bisa […]

  • hiu

    Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan langka menggugah dunia konservasi laut. Seekor hiu angelshark (Squatina squatina), salah satu spesies hiu paling langka di dunia yang kini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah, terekam kamera bawah laut di Teluk Cardigan, Wales. Rekaman ini mengejutkan para ilmuwan yang tergabung dalam proyek Dolphin Diet Detectives yang diprakarsai oleh Wildlife […]

  • pakistan

    Ada Potensi Kerja Sama dengan Pakistan, Mulai dari Kopi Hingga Pendidikan Dokter

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah terbuka bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya. Tak terkecuali Pakistan yang melihat potensi sektor pertanian dan pendidikan di wilayah tengah Jawa. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kedatangan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri pada Jumat (31/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, Zahid Hafeez mengungkapkan ketertarikan untuk menjajaki […]

  • alam semesta

    Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah […]

  • Gubernur Jateng Instruksikan Bentuk 1.000 Desa Wisata

    Gubernur Jateng Instruksikan Bentuk 1.000 Desa Wisata

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pengembangan sektor pariwisata di Jawa Tengah (Jateng) terus digencarkan. Ini bertujuan untuk menggaet lebih banyak wisatawan ke daerah wisata yang ada di Jateng, sekaligus membantu geliat perekonomian lokal. Adapun salah satu gagasan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi terkait pengembangan sektor wisata di Jateng adalah membentuk seribu desa wisata. Pihaknya mengajak masyarakat turut […]

expand_less