Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

Jateng Upayakan Pengentasan Kemiskinan dengan Collaborative Governance

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 189

Kabarjatengterkini.com – Angka kemiskinan masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Berbagai langkah telah dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya, mulai dari pemberian bantuan hingga peluang investasi untuk memperluas lapangan pekerjaan.

Ahmad Luthfi mengatakan bahwa dalam upaya pengentasan kemiskinan, penting untuk menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Menurutnya, permasalahan tersebut membutuhkan sinergitas lintas sektor.

Di Kabupaten Pati sendiri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat daerah, sama-sama turut berperan dalam hal upaya pengentasan kemiskinan. Pendekatan ini sering kali disebut dengan istilah collaborative governance.

“Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus menerapkan collaborative governance (pemerintahan kolaboratif) dengan seluruh stakeholder, termasuk instansi vertikal. Dan Babinsa adalah mitra strategis kami di lapangan,” ujar Luthfi.

Diketahui, Pemkab Pati memberikan operasional Rp300 ribu per bulan untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ditambah Rp200 ribu dari Pemprov Jateng, sehingga total sebesar Rp500 ribu per bulan. Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga mendapat tambahan Rp250 ribu huna mendukung peningkatan produktivitas pertanian warga miskin.

Pemprov Jateng juga mengalokasikan perbaikan untuk 995 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) khusus di Pati, Program tersebut tidak terbatas pada pembangunan rumah, tetapi terintegrasi dengan intervensi kesehatan, pendidikan, peningkatan pendapatan, dan perlindungan sosial.

“Tiga pilar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa, memantau langsung masyarakat miskin. Intervensinya bukan hanya bantuan sosial, tetapi rumahnya kita perbaiki, sanitasi kita siapkan, pekerjaannya dibantu, dan pendidikan anak-anaknya kita jamin,” terang Luthfi.

“Kalau pola ini diterapkan seluruh kabupaten/kota, tidak akan ada lagi masyarakat miskin ekstrem di Jawa Tengah. Prinsipnya sederhana, kita keroyok bareng-bareng,” tegasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kudus, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dalam rangka penanganan dampak bencana di wilayahnya. Terlebih, jika kawasan terdampak merupakan penopang perekonomian dan pariwisata di Kudus, seperti Kawasan Wisata Colo. Kawasan itu diketahui ikut terdampak longsor, sehingga mengganggu akses jalan ke wisata religi Sunan Muria. Langkah penanganan sementara sedang disiapkan untuk memperbaiki […]

  • Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Harga bahan baku plastik di Jawa Tengah naik signifikan hingga 300 persen. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dan distribusi bahan baku akibat perang di Timur Tengah. “Plastik dan produk turunannya naiknya tinggi banget, Rp 30 ribu kalau plastik. Plastik itu kan bahan bakunya impor, dan saat ini ada kenaikan sampai 300 […]

  • 10 Pelajar Nekat Terobos Pagar Candi Prambanan karena Tak Punya Uang

    10 Pelajar Nekat Terobos Pagar Candi Prambanan karena Tak Punya Uang

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 10 pelajar dari Jawa Barat (Jabar) nekat menerobos pagar pembatas di Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan. Aksi tersebut diduga dipicu lantaran anak-anak tersebut tidak memiliki uang untuk membeli tiket masuk. Kapolsek Prambanan AKP Nyoto mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB di sisi selatan area Candi […]

  • Heboh Pikap KDMP Masuk Area Mal, Pemkot Solo Bantah Kepemilikan Kendaraan

    Heboh Pikap KDMP Masuk Area Mal, Pemkot Solo Bantah Kepemilikan Kendaraan

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh sebuah mobil pikap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dikendarai hingga ke Paragon Mal Solo. Menurut dugaan yang beredar di media sosial, mobil tersebut digunakan secara pribadi. Menanggapi hal tersebut, Pemkot Solo mengatakan bahwa pikap itu bukan milik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kota Solo. Pasalnya, hanya ada satu gerai yang baru selesai […]

  • Pemprov Tetapkan UMP dan UMK 2026 se-Jateng Hari Ini

    Pemprov Tetapkan UMP dan UMK 2026 se-Jateng Hari Ini

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menerapkan besaran Upah Minimum Probinsi (UMP) 2026 hari ini, Rabu (24/12/2025). UMP 2025 yang ditetapkan tersebut mengalami kenaikan 7,28 persen dari tahun sebelumnya. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menetapkan kenaikan UMP 2026, yakni menjadi Rp 2.327.386 dari Rp 2.169.349,00, sehingga kenaikannya sebesar Rp 158.037,07. Besaran UMP ini dihitung berdasarkan […]

  • Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jawa Tengah (Jateng) menghentikan sementara aktivitas operasionalnya. Keputusan penutupan sementara ini buntut SPPG belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar. Diketahui, sebanyak 386 dari 4.635 dapur MBG yang ada di Jawa Tengah masih menghentikan layanan program MBG. Menurut data yang disampaikan […]

expand_less