Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 154

Kabarjatengterkini.com — Debut publik robot humanoid bertenaga kecerdasan buatan (AI) pertama buatan Rusia, AIDOL, berakhir tidak sesuai harapan. Robot seberat hampir 100 kilogram itu roboh hanya beberapa detik setelah diperkenalkan ke publik dalam sebuah acara teknologi di Moskow pada Selasa (11/11).

Alih-alih memukau penonton, AIDOL justru mencuri perhatian karena insiden yang dianggap memalukan bagi proyek robotika ambisius Rusia tersebut.

AIDOL muncul dari balik panggung diiringi lagu ikonik “Gonna Fly Now” dari film Rocky, memberikan kesan bahwa robot tersebut siap menunjukkan kemampuan luar biasa. Dengan melambaikan tangan kanan untuk menyapa penonton, robot setinggi 186 cm itu tampak percaya diri.

Namun hanya dalam hitungan detik, AIDOL kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai—mirip seseorang yang tiba-tiba “pingsan”.

Dua asisten teknis yang mendampinginya segera berlari ke panggung untuk menarik robot tersebut keluar. Insiden itu ditutup dengan tirai hitam untuk meminimalkan perhatian penonton, tetapi rekaman insiden terlanjur menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan.

Kemampuan Canggih AIDOL Sebelum Insiden Terjadi

Mengutip laporan Washington Post, robot humanoid ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Rusia bernama AIDOL, yang dipimpin oleh CEO Vladimir Vitukhin. Dengan bobot 95 kg dan tinggi 186 cm, AIDOL dirancang sebagai robot antropomorfik yang mampu melakukan berbagai fungsi manusia, termasuk:

  • bergerak secara mandiri,
  • melakukan manipulasi objek,
  • berkomunikasi dengan manusia,
  • mengekspresikan lebih dari 12 jenis emosi,
  • membawa beban hingga 10 kilogram,
  • berjalan dengan kecepatan hingga 6 km/jam.

Perusahaan mengklaim bahwa AIDOL telah menjadi salah satu robot humanoid paling maju di dalam negeri, dengan tingkat komponen lokal mencapai 73%, yang berarti mayoritas part robot dibuat di Rusia sendiri.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari target kemandirian teknologi Rusia di tengah suasana geopolitik yang menuntut pengurangan ketergantungan pada produk luar negeri.

Sudah Diuji di Berbagai Medan, Tapi Tetap Jatuh di Panggung

Menanggapi insiden jatuhnya AIDOL, CEO Vladimir Vitukhin menegaskan bahwa robot tersebut telah menjalani proses uji coba intensif sebelum ditampilkan. AIDOL telah diuji berjalan di berbagai permukaan, termasuk:

  • bebatuan,
  • karpet,
  • lantai laminasi,
  • permukaan tanah liat mengembang,
  • lantai licin.

Menurut Vitukhin, kerobohan robot di panggung kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor: fluktuasi tegangan listrik, pengaruh pencahayaan, hingga kesalahan kalibrasi yang muncul secara mendadak.

Ini adalah bentuk pembelajaran waktu nyata. Kesalahan yang berhasil berubah menjadi pengetahuan, sementara kesalahan yang gagal berubah menjadi pengalaman. Saya berharap insiden ini menjadi pengalaman berharga,” ujarnya.

Vitukhin menekankan bahwa insiden tersebut bukan tanda bahwa proyek AIDOL gagal. Sebaliknya, ia menilai insiden itu adalah bagian dari proses perkembangan sistem robotika yang kompleks, terutama robot humanoid yang membutuhkan stabilitas sangat tinggi dalam pengoperasian.

Proyek Ambisius Konsorsium Teknologi Rusia

Robot AIDOL merupakan proyek unggulan dari Koalisi Teknologi Baru Rusia, sebuah konsorsium besar yang melibatkan berbagai perusahaan robotik dan universitas teknik. Konsorsium ini dibentuk untuk mempercepat pengembangan teknologi robot antropomorfik dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar Rusia.

AIDOL menjadi bagian dari program jangka panjang Rusia untuk menghadirkan robot-robot cerdas yang dapat digunakan di berbagai bidang, mulai dari industri, layanan publik, hingga sektor keamanan. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah lebih dulu mengembangkan robot humanoid canggih seperti Honda ASIMO, Tesla Optimus, hingga Boston Dynamics Atlas.

Reaksi Publik dan Pengamat Teknologi

Insiden AIDOL tentu saja menimbulkan beragam reaksi. Banyak orang menertawakan momen robohnya robot tersebut dan menjadikannya meme di media sosial. Namun, sebagian lainnya menilai momen itu sebagai gambaran realistis tentang tantangan besar dalam pengembangan robot humanoid.

Pengamat robotika menyebut bahwa robot humanoid memang sangat sulit dikembangkan karena harus meniru langkah manusia yang kompleks dan membutuhkan keseimbangan yang stabil. Mesin harus mampu memproses data sensor secara cepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bahkan perusahaan besar seperti Boston Dynamics pun masih sering membagikan video robot yang gagal berjalan atau terjatuh saat latihan.

Dengan demikian, kegagalan AIDOL menurut mereka bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan, melainkan bagian dari proses panjang menuju robotika masa depan.

Apa Selanjutnya untuk AIDOL?

Meski memulai debut dengan kegagalan, perusahaan AIDOL memastikan bahwa pengembangan robot akan terus dilanjutkan. Tim teknis berencana mengevaluasi semua sistem, mulai dari stabilitas perangkat keras, sistem kelistrikan, sensor keseimbangan, hingga kemampuan AI dalam membaca lingkungan.

Perusahaan optimistis bahwa AIDOL akan tampil lebih baik pada presentasi berikutnya. Mereka menegaskan bahwa pengembangan robot humanoid adalah misi jangka panjang yang membutuhkan ribuan data gagal untuk menghasilkan satu keberhasilan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Semarang Upayakan Uji Coba Bus Listrik Berjalan Maksimal

    Pemkot Semarang Upayakan Uji Coba Bus Listrik Ramah Disabilitas

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih mengkaji rencana penggunaan bus listrik sebagai transportasi publik. Pasalnya, masih diperlukan pertimbangan mengenai desain bus yang ramah disabilitas. Wali Kota Semarang menyebutkan, desain bus agar ramah disabilitas harus menggunakan low deck. Namun, di sisi lain, wilayah Semarang bawah sering menjadi langganan banjir, sehingga lebih cocok menggunakan high […]

  • Musim Penghujan Mulai Melanda, Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Berikut

    Musim Penghujan Mulai Melanda, Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Berikut

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Jawa Tengah diminta waspada terhadap penyakit yang sering terjangkit selama musim penghujan. Salah satunya, yakni leptospirosis yang meresahkan banyak orang lantaran bisa berakibat fatal. Menurut informasi, leptospirosis merupakan penyakit yang berasal dari infeksi bakteri leptospira interrogans. Bakteri tersebut menginfeksi hewan seperti tikus, kemudian menularkan ke manusia melalui urine. Dalam beberapa kasus, penyakit […]

  • Realisasi Jambanisasi 2025 di Jateng Capai 5.328 Unit, Masih Ada 21 Ribu Lagi

    Realisasi Jambanisasi 2025 di Jateng Capai 5.328 Unit, Masih Ada 21 Ribu Lagi

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Capaian realisasi pembangunan sanitasi jamban di Jawa Tengah sepanjang 2025 berjumlah 5.328 unit. Meski demikian, kebutuhan jamban masih sekitar 21 ribu bagi rumah tangga yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Sementara, saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih berupaya meningkatkan kualitas kesehatan […]

  • Kemenag Pati Minta Kuota Beasiswa PTN Seimbang Antara MA dan SMA Sederajat

    Kemenag Pati Minta Kuota Beasiswa PTN Seimbang Antara MA dan SMA Sederajat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    pati, kabarjatengterkini.com – Program beasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) disambut baik oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Meski demikian, pihaknya meminta kuota untuk siswa MA dan SMA/SMK yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bisa seimbang. “Kuotanya itu nanti juga ditambah antara kuota dari mahasiswa atau adik-adik dari SMA yang di bawah dinas dan juga dari adik-adik MA yang dibawah Kementerian […]

  • kuhp baru

    Resmi Berlaku, KUHP Baru Dinilai Lebih Keras dari Hukum Kolonial Belanda

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pemberlakuan regulasi pidana nasional ini menandai berakhirnya penggunaan Wetboek van Strafrecht (WvS), hukum pidana warisan kolonial Belanda yang telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia. Namun, meski telah disahkan sejak 2022, kehadiran KUHP baru justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, […]

  • Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia Tingkat Kota Semarang Tahun 2026 di Hall Balai Kota Semarang, Selasa (23/6/2026).

    Pemkot Semarang Ajak Berbagai Pihak Wujudkan Ketahanan dan Keamanan Pangan

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tegaskan komitmennya dalam membangun sistem ketahanan dan keamanan pangan di wilayahnya. Salah satunya, dengan memperkuat kolaborasi berbagai pihak yang terlibat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat. Pekerjaan tersebut membutuhkan tanggung jawab bersama […]

expand_less