Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 163

Kabarjatengterkini.com — Debut publik robot humanoid bertenaga kecerdasan buatan (AI) pertama buatan Rusia, AIDOL, berakhir tidak sesuai harapan. Robot seberat hampir 100 kilogram itu roboh hanya beberapa detik setelah diperkenalkan ke publik dalam sebuah acara teknologi di Moskow pada Selasa (11/11).

Alih-alih memukau penonton, AIDOL justru mencuri perhatian karena insiden yang dianggap memalukan bagi proyek robotika ambisius Rusia tersebut.

AIDOL muncul dari balik panggung diiringi lagu ikonik “Gonna Fly Now” dari film Rocky, memberikan kesan bahwa robot tersebut siap menunjukkan kemampuan luar biasa. Dengan melambaikan tangan kanan untuk menyapa penonton, robot setinggi 186 cm itu tampak percaya diri.

Namun hanya dalam hitungan detik, AIDOL kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai—mirip seseorang yang tiba-tiba “pingsan”.

Dua asisten teknis yang mendampinginya segera berlari ke panggung untuk menarik robot tersebut keluar. Insiden itu ditutup dengan tirai hitam untuk meminimalkan perhatian penonton, tetapi rekaman insiden terlanjur menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan.

Kemampuan Canggih AIDOL Sebelum Insiden Terjadi

Mengutip laporan Washington Post, robot humanoid ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Rusia bernama AIDOL, yang dipimpin oleh CEO Vladimir Vitukhin. Dengan bobot 95 kg dan tinggi 186 cm, AIDOL dirancang sebagai robot antropomorfik yang mampu melakukan berbagai fungsi manusia, termasuk:

  • bergerak secara mandiri,
  • melakukan manipulasi objek,
  • berkomunikasi dengan manusia,
  • mengekspresikan lebih dari 12 jenis emosi,
  • membawa beban hingga 10 kilogram,
  • berjalan dengan kecepatan hingga 6 km/jam.

Perusahaan mengklaim bahwa AIDOL telah menjadi salah satu robot humanoid paling maju di dalam negeri, dengan tingkat komponen lokal mencapai 73%, yang berarti mayoritas part robot dibuat di Rusia sendiri.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari target kemandirian teknologi Rusia di tengah suasana geopolitik yang menuntut pengurangan ketergantungan pada produk luar negeri.

Sudah Diuji di Berbagai Medan, Tapi Tetap Jatuh di Panggung

Menanggapi insiden jatuhnya AIDOL, CEO Vladimir Vitukhin menegaskan bahwa robot tersebut telah menjalani proses uji coba intensif sebelum ditampilkan. AIDOL telah diuji berjalan di berbagai permukaan, termasuk:

  • bebatuan,
  • karpet,
  • lantai laminasi,
  • permukaan tanah liat mengembang,
  • lantai licin.

Menurut Vitukhin, kerobohan robot di panggung kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor: fluktuasi tegangan listrik, pengaruh pencahayaan, hingga kesalahan kalibrasi yang muncul secara mendadak.

Ini adalah bentuk pembelajaran waktu nyata. Kesalahan yang berhasil berubah menjadi pengetahuan, sementara kesalahan yang gagal berubah menjadi pengalaman. Saya berharap insiden ini menjadi pengalaman berharga,” ujarnya.

Vitukhin menekankan bahwa insiden tersebut bukan tanda bahwa proyek AIDOL gagal. Sebaliknya, ia menilai insiden itu adalah bagian dari proses perkembangan sistem robotika yang kompleks, terutama robot humanoid yang membutuhkan stabilitas sangat tinggi dalam pengoperasian.

Proyek Ambisius Konsorsium Teknologi Rusia

Robot AIDOL merupakan proyek unggulan dari Koalisi Teknologi Baru Rusia, sebuah konsorsium besar yang melibatkan berbagai perusahaan robotik dan universitas teknik. Konsorsium ini dibentuk untuk mempercepat pengembangan teknologi robot antropomorfik dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar Rusia.

AIDOL menjadi bagian dari program jangka panjang Rusia untuk menghadirkan robot-robot cerdas yang dapat digunakan di berbagai bidang, mulai dari industri, layanan publik, hingga sektor keamanan. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah lebih dulu mengembangkan robot humanoid canggih seperti Honda ASIMO, Tesla Optimus, hingga Boston Dynamics Atlas.

Reaksi Publik dan Pengamat Teknologi

Insiden AIDOL tentu saja menimbulkan beragam reaksi. Banyak orang menertawakan momen robohnya robot tersebut dan menjadikannya meme di media sosial. Namun, sebagian lainnya menilai momen itu sebagai gambaran realistis tentang tantangan besar dalam pengembangan robot humanoid.

Pengamat robotika menyebut bahwa robot humanoid memang sangat sulit dikembangkan karena harus meniru langkah manusia yang kompleks dan membutuhkan keseimbangan yang stabil. Mesin harus mampu memproses data sensor secara cepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bahkan perusahaan besar seperti Boston Dynamics pun masih sering membagikan video robot yang gagal berjalan atau terjatuh saat latihan.

Dengan demikian, kegagalan AIDOL menurut mereka bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan, melainkan bagian dari proses panjang menuju robotika masa depan.

Apa Selanjutnya untuk AIDOL?

Meski memulai debut dengan kegagalan, perusahaan AIDOL memastikan bahwa pengembangan robot akan terus dilanjutkan. Tim teknis berencana mengevaluasi semua sistem, mulai dari stabilitas perangkat keras, sistem kelistrikan, sensor keseimbangan, hingga kemampuan AI dalam membaca lingkungan.

Perusahaan optimistis bahwa AIDOL akan tampil lebih baik pada presentasi berikutnya. Mereka menegaskan bahwa pengembangan robot humanoid adalah misi jangka panjang yang membutuhkan ribuan data gagal untuk menghasilkan satu keberhasilan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • KGPAA Mangkunegara X Beri Gelar Kanjeng Pangeran kepada Bambang Pacul

    KGPAA Mangkunegara X Beri Gelar Kanjeng Pangeran kepada Bambang Pacul

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kabarjetengterkini.com – KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Pangeran Harga (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo mengikuti prosesi Tingalan Jumenengan ke-4. Prosesi ini digelar untuk memperingati kenaikan takhta raja di Kadipaten Mangkunegaran. Dalam acara ini pula, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mendapatkan gelar berupa Kanjeng Pangeran (KP). Diketahui, gelar KP […]

  • Apa Penyebab Hipertensi di Usia Muda?

    Apa Penyebab Hipertensi di Usia Muda?

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Berita duka dari dunia musik Indonesia. Musisi Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw mengembuskan napas terakhirnya di usia 25 tahun setelah sempat didiagnosis hipertensi atau tekanan darah tinggi. Almarhum ditemukan tak sadarkan diri setelah terjatuh di kamar mandi, kemudian saat diperiksa, denyut nadi Gustiwiw sudah tidak ada. Hipertensi merupakan salah satu kondisi yang bisa menjadi pembunuh dalam […]

  • Tak Dipungut Biaya, Layanan Psikolog Online Akhirnya Hadir bagi Warga Jateng

    Tak Dipungut Biaya, Layanan Psikolog Online Akhirnya Hadir bagi Warga Jateng

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Layanan Online Psikolog Gratis (Logis) hadir bagi masyarakat di Jawa Tengah. Layanan ini memungkinkan warga Jateng berkonsultasi secara gratis mengenai kondisi mental dan psikologis secara daring. Layanan itu kini sudah dapat diakses melalui aplikasi JNN Ext 2 setiap Senin hingga Kamis pukul 11.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB, serta Jumat pukul 10.00 WIB […]

  • lokataru

    Direktur Lokataru Ditangkap Polda Metro Jaya Terkait Penghasutan Aksi Demonstrasi Ricuh

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Polda Metro Jaya resmi menetapkan Delpedro Marhaen, Direktur Lokataru Foundation, sebagai tersangka dalam kasus penghasutan yang berujung pada kericuhan dalam aksi unjuk rasa di Jakarta. Aksi tersebut yang digelar beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan serta gangguan ketertiban umum. Delpedro diduga aktif menyebarkan ajakan untuk ikut serta dalam demonstrasi melalui media sosial, khususnya Instagram. […]

  • bekasi

    Truk Wing Box Rem Blong Hantam Belasan Motor di Simpang Unisma Bekasi, 1 Tewas

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kecelakaan maut yang diduga akibat rem blong terjadi di Simpang Unisma, Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (29/6/2026) pagi. Sebuah truk boks bersayap (wing box) melaju tak terkendali dan menghantam belasan sepeda motor yang tengah berhenti di lampu merah. Akibat peristiwa tragis ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia di tempat […]

  • Foto : Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang, Prapto Raharjo. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Tiap Jenjang Sekolah Rakyat di Rembang Bakal Ada Dua Rombel

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sekolah rakyat yang direncanakan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bakal ada dua rombongan belajar (rombel) di masing-masing jenjang. Adapun jenjang yang direncanakan yakni tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Diketahui, sekolah rakyat merupakan program dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Kalau yang kita usulkan itu […]

expand_less