Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral Kabar Kandang Babi di Sragen Diminta Tutup karena Berdekatan dengan SPPG

Viral Kabar Kandang Babi di Sragen Diminta Tutup karena Berdekatan dengan SPPG

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • visibility 131

Sragen, Kabarjatengterkini.com – Viral kabar sebuah peternakan babi di Sragen dipaksa tutup karena berada di samping salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Padahal, peternakan tersebut sudah berdiri selama puluhan tahun.

Menurut informasi, SPPG dan peternakan sama-sama berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Sedangkan, menurut aturan Badan Gizi Nasional (BGN), lokasi SPPG harus berjauhan dengan peternakan hewan.

Hal ini sesuai dengan keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia tentang Pedoman Verifikasi Calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Penempatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) harus jauh dari peternakan hewan.

Saat ini, SPPG masih dalam proses penataan dan belum beroperasi. Sementara, menurut pengakuan pemilik peternakan, usahannya tersebut sudah berdiri sejak 50 tahun lalu dan merupakan warisan turun-temurun dari keluarga.

“Usaha sudah 50 tahun, selama ini nggak ada persoalan dengan warga. Kandang turun-menurun, warisan dari bapak. Bapak saya itu, saya belum lahir sudah ternak babi. Saya ngelanjutinnya sekitar tahun 2000-an,” kata Angga Wiyana Mahardika (44), Selasa (6/1/2026), dikutip Detik.

Sementara itu, lahan yang dibangun untuk SPPG atau dapur MBG tersebut sebelumnya merupakan kepemilikan kakaknya, lalu dijual. Kemudian, pembangunan SPPG baru dilakukan pada tahun 2025.

“Nggak tahu (mau dibangun dapur MBG). Itu dulu rumah kakak saya nomor satu, warisan dari bapak. Dibeli oleh pihak MBG, nggak ada konfirmasi, nggak kulonuwun (pemberitahuan) ke saya, ngerti-ngerti kok mau menjatuhkan saya,” ujarnya.

Terkait kabar tentang kandang babinya ditutup, ia mengaku mendapatkan informasi dari ketua RT setempat.

“Bilangnya bukan ke saya, malah saya tahu dari RT saya. Itu dia itu bawa surat, minta tanda tangan RT sama tok RT, bahkan ditanya sama RT saya, ‘ni mau buat apa, Pak?’. Katanya Ini mau buat menutup kandang babinya Mas Angga,” terang dia.

Sementara itu, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbanteng, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen turut mengklarifikasi. Pihaknya membantah terkait permintaan penutupan kandang babi.

“Sama sekali tidak ada (minta kandang pindah). Kita sudah dua kali kulonuwun sebelum membangun itu, kita sudah sempat sowan juga. Sebelum bangunan rumah lama dibongkar untuk SPPG, kita sudah kulonuwun. Sebelum mulai bongkar, kita sudah permisi,” kata PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Gelontorkan Dana Rp23 Miliar untuk Puluhan Panti di Jateng

    Pemprov Jateng Gelontorkan Dana Rp23 Miliar untuk Puluhan Panti di Jateng

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 225
    • 0Komentar

    KabarJatengTerkini.com – Dana sebesar Rp23 miliar digelontorkan untuk pembiayaan puluhan panti. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk sekitar 6.470 penghuni dari 57 panti di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam kunjungan ke Panti Sensorik Netra Penganthi di Kabupaten Temanggung, pada Selasa (15/7/2025) mengatakan bahwa dana tersebut dialokasikan bagi […]

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

  • Dintanpan Rembang Usulkan Tambahan Kuota Pupuk ZA ke Pemerintah Pusat

    Pemkab Rembang Usulkan Tambahan Kuota Pupuk ZA ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang lewat Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) mengusulkan tambahan kuota pupuk ZA kepada pemerintah pusat. Ini sebagai respon keluhan para petani mengenai minimnya ketersediaan pupuk ZA. Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan, ada kebijakan baru terkait jenis pupuk yang dapat diusulkan melalui mekanisme resmi. Saat ini ZA menjadi […]

  • Foto : Tangkapan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana. (Sumber. Kabarjatengterkini)

    Sektor Perikanan di Pati Potensial untuk Investasi

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Perikanan jadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Pati. Sektor ini membuka peluang investasi yang potensial, mengingat kawasan maritim di Bumi Mina Tani masih memiliki ruang pengembangan. Pemerintah Kabupaten Pati juga membuka kerja sama dengan investor asal Cina untuk menjajaki peluang investasi sektor perikanan di Pati. Pihaknya menyambut kedatangan mereka untuk meninjau […]

  • ihsg

    IHSG Melemah ke Level 7.895 di Tengah Ketegangan Aksi Demo dan Insiden Rantis Polisi

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (29/8/2025), seiring ketidakpastian yang kembali mencuat akibat meningkatnya tensi politik dan sosial dalam negeri. IHSG turun 56,19 poin atau 0,71 persen ke level 7.895,89 setelah sempat menembus rekor psikologis 8.000 pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan IHSG pagi ini turut diikuti oleh […]

  • kisah

    Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Di balik berbagai penemuan besar dalam dunia sains, tersimpan kisah menarik tentang hubungan unik antara para ilmuwan dunia dengan hewan eksotik. Hewan-hewan ini tidak hanya dijadikan peliharaan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam eksperimen dan observasi ilmiah. Dari burung yang bisa berbicara hingga primata yang membuat alat, masing-masing hewan membawa dampak besar terhadap […]

expand_less