Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
  • visibility 405

Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala.

Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric Nervous System / ENS), jaringan saraf yang berada di sepanjang saluran pencernaan. ENS terdiri dari lebih dari 100 juta neuron—lebih banyak dari yang ditemukan di sumsum tulang belakang manusia!

Apa Itu Sistem Saraf Enterik (ENS)?

Sistem saraf enterik adalah jaringan neuron yang tersebar di sepanjang dinding saluran pencernaan, mulai dari kerongkongan hingga anus. ENS berfungsi untuk mengatur berbagai aktivitas pencernaan seperti kontraksi otot usus, sekresi enzim, aliran darah lokal, hingga interaksi dengan mikrobiota usus.

Yang membuat ENS begitu unik adalah kemampuannya untuk bekerja secara independen. Artinya, meskipun terhubung dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), ENS bisa mengatur fungsi pencernaan tanpa perintah langsung dari otak.

Mengapa Disebut ‘Otak Kedua’?

Julukan “otak kedua” diberikan karena beberapa alasan ilmiah yang kuat:

  1. Jumlah Neuron yang Sangat Banyak
    Usus memiliki jaringan neuron yang kompleks dan luas. Jumlah neuronnya mencapai lebih dari 100 juta, cukup untuk memproses informasi secara mandiri.

  2. Kemampuan Berpikir Lokal (Autonom)
    Sistem saraf enterik dapat membuat keputusan sendiri tanpa campur tangan otak utama. Misalnya, saat makanan masuk ke lambung, usus secara otomatis mengatur kontraksi dan sekresi untuk mencerna makanan.

  3. Koneksi Langsung dengan Otak Melalui Saraf Vagus
    ENS dan otak terhubung melalui saraf vagus, yang memungkinkan komunikasi dua arah. Ini berarti informasi dari usus bisa memengaruhi suasana hati, emosi, bahkan kesehatan mental.

  4. Produksi Neurotransmiter
    Usus menghasilkan berbagai neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin, yang biasa digunakan oleh otak untuk mengatur suasana hati dan perilaku. Bahkan, sekitar 90% serotonin dalam tubuh diproduksi di usus, bukan di otak!

Hubungan Usus dan Kesehatan Mental

Banyak penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan erat antara kondisi usus dan kesehatan mental. Ketidakseimbangan mikrobiota usus, inflamasi usus, atau gangguan pencernaan dapat memicu masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, bahkan gangguan stres.

Fenomena ini dikenal dengan istilah gut-brain axis—jalur komunikasi dua arah antara otak dan usus. Itulah sebabnya, gangguan pada sistem pencernaan sering kali disertai dengan perubahan suasana hati, dan sebaliknya, stres atau kecemasan juga bisa memicu gangguan lambung dan pencernaan.

Mikrobiota Usus dan Peranannya

Selain neuron, mikrobiota usus atau flora usus juga memainkan peran penting dalam “otak kedua”. Mikroorganisme ini membantu mencerna makanan, memproduksi vitamin, dan mengatur sistem kekebalan tubuh. Mereka juga memengaruhi produksi neurotransmiter dan respon terhadap stres.

Mikrobiota yang sehat dapat meningkatkan fungsi otak dan menjaga keseimbangan emosional. Sebaliknya, ketidakseimbangan mikrobiota (dysbiosis) dapat menyebabkan masalah fisik maupun mental.

Bukti Ilmiah dan Penelitian Terkini

Berbagai studi ilmiah telah membuktikan bahwa sistem saraf enterik benar-benar bisa berfungsi secara otonom. Salah satu penelitian dari Columbia University menunjukkan bahwa usus bisa menjalankan gerakan peristaltik bahkan setelah terputus dari sistem saraf pusat, membuktikan bahwa ENS memiliki “otak mini” sendiri.

Studi lainnya menunjukkan bahwa gangguan pada komunikasi antara otak dan usus dapat menyebabkan berbagai kondisi kronis, termasuk sindrom iritasi usus (IBS), autisme, bahkan penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson.

Tips Menjaga Kesehatan ‘Otak Kedua’

Karena peran usus sangat penting bagi kesehatan tubuh dan mental, maka merawat sistem pencernaan sama pentingnya dengan menjaga fungsi otak. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan usus:

  • Konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayur, dan biji-bijian

  • Tambahkan probiotik dan prebiotik dalam diet harian

  • Hindari stres berlebihan dan terapkan teknik relaksasi

  • Cukup tidur dan olahraga teratur

  • Batasi konsumsi makanan olahan, alkohol, dan gula berlebih

Usus dijuluki ‘otak kedua’ karena memiliki sistem saraf kompleks yang mampu berfungsi secara mandiri, memproduksi neurotransmiter, dan berkomunikasi langsung dengan otak. Kesehatan usus sangat berkaitan dengan kesehatan mental dan emosional, sehingga merawat pencernaan berarti juga merawat pikiran.

Dengan memahami pentingnya sistem saraf enterik, kita bisa lebih sadar akan pengaruh pola makan, gaya hidup, dan kondisi psikologis terhadap kesehatan secara keseluruhan. Jadi, jangan sepelekan “otak kedua” ini—karena ia berperan jauh lebih besar dari yang kita kira.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi dengan Sektor Industri

    Pemprov Jateng Dorong Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi dengan Sektor Industri

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong kolaborasi dengan industri untuk mendukung riset akademisi terkait upaya hilirisasi di wilayahnya. Dengan demikian, diharapkan bisa memberikan dampak dan manfaat lebih besar. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin. Ia memberi contoh kerjasama perguruan tinggi dan industri seperti yang dilakukan Universitas Wahid Hasyim […]

  • bpjph

    BPJPH Akan Audit Food Tray MBG di China, Respons Isu Kandungan Minyak Babi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, angkat bicara terkait isu dugaan kandungan minyak babi dalam food tray atau wadah makan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Food tray tersebut diketahui diproduksi di China dan menjadi sorotan publik usai beredar informasi yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kehalalannya. Menanggapi hal […]

  • jateng

    Transisi ke Industri Hijau Masih Bertahap, Pemprov Jateng Mulai Manfaatkan CNG

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Transisi menuju industri hijau dipersiapkan secara bertahap. Sebagai awal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) lebih dulu memanfaatkan energi alternatif berupa panel surya dan Compressed Natural Gas (CNG). “Transisi energinya bertahap. Kita dorong kawasan industri untuk menggunakan energi terbarukan. Saat ini juga sudah menuju penggunaan CNG di Jawa Tengah,” tutur Sekretaris Daerah […]

  • Dua Rute di Bandara Adi Soemarmo Kembali Dibuka Setelah 5 Tahun Berhenti Beroperasi

    Dua Rute di Bandara Adi Soemarmo Kembali Dibuka Setelah 5 Tahun Berhenti Beroperasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Boyolali, Kabarjatengterkini.com – Rute Solo-Bandung dan Solo-Surabaya di Bandara Adi Soemarmo kembali dibuka. Dua rute tersebut mulai dioperasikan oleh Wings Air pada Sabtu (20/12/2025), setelah lima tahun terhenti. “Penerbangan pertama reoperated dioperasionalkan kembali setelah lima tahun rute Solo-Surabaya, Surabaya-Solo, Solo-Bandung dan sebaliknya, hari ini dijalankan,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia melanjutkan, pembukaan rute […]

  • Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Produksi hasil panen beras di Jawa Tengah diperkirakan surplus lebih dari 1,5 ton sampai dengan Oktober 2025. Atas surplus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) perketat tata kelola hasil panen. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mendata produksi GKG Jateng tahun ini sekitar 8.614.010 ton atau naik 353.627 ton dari […]

  • Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik perdagangan ilegal yang memperjualbelikan satwa dilindungi. Belasan burung kasturi kepala hitam tanpa sertifikat diamankan pihak berwajib di wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Pengungkapan ini dilakukan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jateng dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di wilayah Pelabuhan Juwana, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (17/4/2026). “Pelaku melakukan […]

expand_less