Pemprov Jateng Bakal Jalin Kerja Sama dengan Uzbekistan, Siap Kembangkan Sektor Perdagangan dan Pariwisata
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 2 Okt 2025
- visibility 124

Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) siap mengembangkan sektor perdagangan dan pariwisata halal di wilayahnya. Dalam hal ini, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan negara Uzbekistan.
Sejumlah subsektor pun telah dibidik dalam upaya ini, mulai dari destinasi wisata religi, jasa dan produk halal, hingga produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kerja sama dipertimbangkan mengingat kemiripan demografi Uzbekistan dan Jateng dengan penduduk mayoritas muslim.
“Di Uzbekistan ada makam tokoh muslim Imam Bukhari. Wisata religi di Jawa Tengah dan di Uzbekistan mungkin nanti bisa dikoneksikan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno baru-baru ini.
Saat ini, kedua belah pihak memang belum mencapai kesepakatan perjanjian kerja sama karena masih dalam fase penjajakan. Namun, pihaknya berharap koordinasi antara Jateng dan Uzbekistan bisa segera ditindaklanjuti.
“Memang sekarang belum sampai pada titik kesepakatan perjanjian kerja sama. Akan tetapi penjajakan sudah dilakukan. Mudah-mudahan nanti dalam waktu dekat juga bisa ditindaklanjuti,” lanjut dia.
Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov mengatakan, pihaknya saat ini sedang memperluas hubungan internasional dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal ini bisa terjalin dengan dialog politik, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta meningkatkan hubungan budaya dan kemanusiaan.
“Masyarakat kita dipersatukan oleh kesamaan agama, ikatan sejarah, serta kedekatan budaya dan spiritual,” katanya.
Oybek mengatakan, untuk menghidupkan kembali sejarah kuno, beberapa fasilitas sedang dibangun. Di antaranya, pusat peradaban Islam di Tashkent, dan Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand.
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso juga mengatakan bahwa hubungan perdagangan antara kedua negara terus menunjukkan perkembangan. Terutama, perdagangan pupuk, margarin, lemak hewani dan nabati.
“Sebagai mitra dagang terpenting Indonesia di kawasan Asia Tengah, masih perlu mengoptimalkan volume perdagangan lain, yakni produk dan jasa halal,” kata Budi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

