Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- visibility 67

Foto: Rafflesia Hasseltii (Sumber: tangkapan layar media sosial X @UniofOxford)
Kabarjatengterkini.com – Penelitian terkait Rafflesia hasseltii di Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melibatkan kolaborasi antara badan peneliti Indonesia dan Inggris.
Ini merupakan bagian riset kolaboratif antara BRIN, Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, serta mendapatkan dukungan dana dari the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan Program RIIM Ekspedisi dari BRIN.
Proyek bertajuk “The First Regional Pan-Phylogeny for Rafflesia” bertujuan merekonstruksi hubungan filogenetik seluruh jenis Rafflesia di Asia Tenggara.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Joko Ridho Witono mengatakan bahwa jenis Rafflesia hasseltii termasuk spesies bunga langka yang merupakan kekayaan hayati di Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami memahami hubungan kekerabatan genetik antarjenis Rafflesia dan memastikan konservasinya di habitat asli,” ujar Joko, Minggu (23/11/2025), dikutip CNN Indonesia.
Riset ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman Rafflesia tertinggi di dunia, selain Filipina. Sebanyak 16 jenis Rafflesia ada di Indonesia, sementara tim peneliti telah berhasil mengumpulkan 13 sampel untuk dianalisis DNA-nya.
Penelitian tentang spesies ini dimulai sejak awal 2025, namun lokasinya sudah diketahui sejak 2019. BRIN bertanggung jawab atas pengumpulan dan analisis sampel di Indonesia. Sementara, negara lain, seperti Malaysia dan Filipina, melakukan riset paralel di wilayahnya masing-masing.
“Kami pastikan tidak ada material genetik yang keluar dari Indonesia. Semua proses riset dilakukan secara legal dan berizin,” tegasnya.
Ada dua bunga Rafflesia Arnoldii yang mekar di kawasan Desa Selamat Sudiarjo. Aksesnya cukup menantang, namun masih bisa dikunjungi wisatawan. Jaraknya sekitar 25 kilometer dari Kota Curup (Ibu Kota Rejang Lebong) dan dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

