Truk Muatan Telur Dijarah Warga Usai Kecelakaan di Purbalingga, Kerugian Capai Rp26 Juta
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Truk muatan telur dijarah warga usai mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Terkait insiden itu, total kerugian diperkirakan senilai Rp26 juta.
Sopir bernama Arif Rahman (50) menyampaikan bahwa truk yang dikemudikan mengangkut 1,3 ton telur menuju Purwokerto pada Minggu (28/6/2026). Saat melintasi turunan lalu tanjakan, muncul sebuah mobil yang menurutnya mengambil jalur terlalu ke kanan.
“Sebelum saya menanjak, dari arah berlawanan ada Avanza hitam yang agak ke kanan. Saya menghindari tabrakan dengan mengambil sedikit ke kiri,” kata Arif, Kamis (2/7/2026), dikutip Detik.
“Saya sudah gigi tiga, turun ke gigi dua, lalu gigi satu. Sudah hampir sampai puncak, tiba-tiba mobil oleng ke kiri, kemudian ke kanan, lalu roboh dan terguling ke kanan,” lanjut dia.
Setelah kecelakaan itu, sopir dan helper-nya terjebak di dalam kabin truk selama sekitar 10 hingga 15 menit. Saat itu, ia melihat warga berdatangan ke lokasi, dan mengira mereka menyelamatkan muatan telur yang berserakan.
“Kami terjebak di kabin sekitar 10 sampai 15 menit,” ungkapnya.
“Saya masih berpikir positif. Saya kira telur-telur itu dibereskan supaya aman. Saya sama sekali tidak punya pikiran akan dibawa pulang,” katanya.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya bisa keluar melalui pintu kiri setelah dibantu warga sekitar. Namun, ia merasa kaget setelah menyadari sebagian telur yang semula dikumpulkan, justru dibawa pulang oleh sejumlah orang.
“Awalnya saya husnuzan. Saya pikir diselamatkan, nanti saya ambil lagi untuk dijual. Ternyata malah dibawa pulang,” tuturnya.
“Saya fokus bagaimana mobil ini bisa kembali ke jalan. Di tengah-tengah itu saya sempat melihat warga mengambil telur. Saya pikir ada yang mengoordinasi untuk mengamankan barang orang lain, ternyata dibawa pulang,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 1,3 ton telur ludes dan kerugian mencapai Rp 26 juta. Harapannya, telur-telur yang diambil itu bisa dikembalikan, baik dalam bentuk barang maupun uang, jika memang sudah terjual.
“Nilainya sekitar Rp 26 juta. Ludes. Padahal kalau hanya terguling, mungkin masih ada sekitar 50 persen telur yang masih utuh dan bisa dijual lagi,” ujarnya.
“Kalau masih ada barang yang tersisa bisa dikembalikan, atau kalau sudah terjual bisa diganti dalam bentuk uang,” katanya lagi.
Meski demikian, Arif sempat mendatangi pemerintah desa untuk menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menyelamatkan dirinya. Sampai sekarang, pihaknya baru menerima uang pengganti sekitar Rp 750 ribu dan sekitar 30 kilogram telur telah dikembalikan.
“Saya sudah menyampaikan terima kasih kepada warga karena sudah menolong dan menyelamatkan kami. Itu memang fakta,” ucapnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

