Usulan Pembangunan Hunian Korban Bencana di Sumatera, Anggaran Mulai Rp30 Juta
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 8 Des 2025
- visibility 68

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Korban terdampak banjir dan tanah longsor Sumatera disebut bakal terima bantuan dalam bentuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Diketahui, ada puluhan ribu rumah yang rusak akibat bencana tersebut.
“Rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah baik yang rusak berat-rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir-kemudian rusak sedang, dan rusak ringan,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Minggu (7/12/2025), dikutip Antara.
Ia melanjutkan, data tersebut belum final dan saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana, terdiri dari BNBP, TNI, dan Polri, mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kemudian yang tidak pindah, karena mungkin banjirnya dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu sehingga tidak harus pindah, tetapi rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,” kata Suharyanto.
Adapun anggaran yang dialokasikan untuk huntara sebesar Rp30 juta per rumah. Rumah yang akan dibangun berukuran 36 meter persegi lengkap dengan fasilitas kamar, sarana MCK, dan ruangan lainnya.
Sementara itu, pekerjaan pembangunan hunian tetap akan diserahkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Terkait anggaran pembangunan hunian tetap yang diajukan adalah sebesar Rp60 juta per rumah.
“Rp60 juta (cukup) karena tidak relokasi. Nanti penerima bisa nambah dengan uangnya sendiri. Mungkin punya keluarga di kampung, punya anak yang punya gaji mau nambah, bisa. Tetapi, (kami) tidak (memberikannya) dalam bentuk uang, karena khawatir kalau bentuk uang jadi yang lain,” tambah Suharyanto. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

