Tingkatkan Kesiapsiagaan Pelajar, BPBD Rembang Selenggarakan Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan
- account_circle Aulia Anissa Putri
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- visibility 113

Foto: Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Aula SMA Negeri 3 Rembang, Kamis (13/11/2025) (sumber: Dok. Pemkab Rembang)
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Dalam rangka peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang selenggarakan Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana se-Kabupaten Rembang.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (13/11/2025) di Aula SMA Negeri 3 Rembang ini diikuti oleh sebanyak 250 peserta, terdiri dari para guru dan siswa perwakilan 51 SD/MI, 15 SMP/MTs, serta 15 SMA/SMK/MA se-Kabupaten Rembang.
Turut hadir pula Bupati Rembang, Harno yang ikut mengawal kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan ini dengan mengingatkan terkait pentingnya menumbuhkan sikap waspada atas beberapa jenis bencana yang rawan melanda Kabupaten Rembang.
Menurutnya, Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah yang rawan bencana, mulai dari laut hingga darat. Tanda-tanda bencananya disebut sering terjadi pada bulan Januari, ketika wilayah laut mengalami gelombang tinggi hingga abrasi di pesisir dari barat sampai timur.
“Saya sudah meninjau beberapa lokasi yang kritis, termasuk Puskesmas Sarang yang sempat terdampak banjir,” ungkap Bupati Harno.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati menyebut melalui kegiatan inilah yang nantinya dapat memperkuat kesiapsiagaan, serta membangun budaya tangguh bencana yang ada di lingkungan sekolah.
Tiga sasaran utama yang ingin dicapai, di antaranya meningkatkan pemahaman pelajar akan potensi dan risiko bencana, memberikan keterampilan mitigasi dan evakuasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama antarunsur sekolah untuk menghadapi keadaan darurat.
“Diharapkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan warga sekolah meningkat, serta memperkuat koordinasi antar sekolah dalam penanggulangan bencana,” jelas Sri.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sosilasi kebencanaan dan simulasi gempa bumi yang dipandu langsung oleh tim fasilitator BPBM Kabupaten Rembang. (Adv)
- Penulis: Aulia Anissa Putri

