Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 2 Ribu Keluarga di Brebes Jateng ‘Lulus’ dari Kemiskinan

2 Ribu Keluarga di Brebes Jateng ‘Lulus’ dari Kemiskinan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
  • visibility 208

 

Brebes, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menunjukkan komitmennya dalam pengentasan kemiskinan di masyarakat. Pasalnya, sebanyak 2 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Brebes resmi keluar dari data kemiskinan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priono turut menyampaikan apresiasinya terhadap Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma beserta seluruh jajaran di pemkab. Ia mengatakan, peserta graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) terbanyak ada di Brebes.

“Sebelumnya, Kemensos melakukan graduasi di Malang dan UGM Yogyakarta. Tapi di Brebes ini peserta graduasinya terbanyak se-Indonesia,” kata Wamensos dalam acara Graduasi Sukses Brebes Beres di Gedung Serbaguna Islamic Center Kabupaten Brebes, Kamis (14/8/2025).

“Kami sampaikan hormat pada Pak Gubernur, Bupati, dan juga pendamping PKH,” lanjut dia.

Para penerima PKH sebelumnya menerima bansos dengan waktu yang beragam, bahkan ada yang sampai lima tahun. Banyak dari mereka merasa tak nyaman terus menerus berstatus miskin, sehingga timbul semangat untuk mengembangkan usaha mandiri.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa capaian tersebut tak lepas dari peran Gubernur Jateng yang telah berupaya menurunkan kemiskinan. Sebelum dilantik sebagai pemimpin daerah, Ahmad Luthfi terus meningkatkan sinergitas antara Kemensos dengan Pemprov Jateng.

“Sebelum Pak Gubernur ini dilantik, sudah datang ke kantor Kemensos dua kali. Tujuannya, mengajak sinergi antara Kemensos dan Pemprov Jateng, dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya dari pemerintah saja, namun juga kolaborasi dari pihak swasta dan masyarakat yang bertekad untuk maju.

“Output pembangunan wilayah itu adalah kesejahteraan masyarakat. Namun untuk melakukanya, harus kolaborasi. Kita keroyok bareng-bareng,” tegas dia.

Penurunan kemiskinan di Jateng saat ini cukup signifikan. Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen, atau mengalami penurunan 0,10 persen dibanding September 2024 yang mencapai 9,58 persen. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • rembang

    Tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Rembang Dipastikan Tetap Sama

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Tarif pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 dipastikan masih sama seperti sebelumnya. Hal itu berlaku bagi masyarakat yang melakukan pembayaran periode April-Desember 2025. “Yang kemarin (membayar pajak) April sampai Desember 2025 itu dipastikan tidak ada kenaikan. Yang dibayarkan mereka tahun kemarin dengan tahun sekarang akan sama,” jelas Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah […]

  • Foto : Kepala Dishub Kabupaten Rembang, Drupodo. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Dishub Rembang Bakal Lakukan Ramp Check Jelang Nataru

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) rencana bakal melakukan ramp check pada momen menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi transportasi bus dalam kondisi siap dan memenuhi standar pelayanan minimum (SPM). Kepala Dishub Kabupaten Rembang, Drupodo mengatakan bahwa ramp check rencana bakal dilakukan bersamaan […]

  • kpk

    Kompak Ayah–Anak, Terjaring OTT KPK Uang Ijon Proyek Capai Rp9,5 Miliar

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kekompakan antara ayah dan anak sejatinya merupakan hal positif dalam kehidupan keluarga. Namun, makna tersebut berubah ketika soliditas digunakan untuk menggerogoti keuangan negara. Inilah yang diduga terjadi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang. Keduanya terjaring OTT KPK terkait dugaan penerimaan […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng /semarangkota

    Pemkot Semarang Perhatikan Kesejahteraan Pekerja Rentan  

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperhatikan kesejahteraan para pekerja termasuk mereka yang masuk dalam kategori pekerja rentan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menilai jika kesejahteraan pekerja menajadi hal yang penting dalam membangun kota. Sehingga pihaknya tak hanya akan fokus pada sektor formal, namun juga pekerja informal yang seringkali tak terjangkau akses perlindungan sosial. […]

  • Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia berencana menyelenggarakan event budaya kolaboratif

    Pemkot Semarang dan Kedubes Spanyol Rencanakan Gelaran Event Budaya pada Tahun 2027

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kedutaan Besar Spanyol untuk Indonesia berencana menyelenggarakan event budaya kolaboratif pada semester pertama tahun 2027 mendatang. Lebih lanjut, Kedutaan Besar Spanyol juga menawarkan Pameran Alhambra yang sebelumnya pernah digelar di Kota Tua Jakarta. Pameran tersebut akan menghadirkan berbagai peninggalan peradaban Muslim di Spanyol. Wali Kota Semarang, Agustina […]

expand_less