Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Serangan Israel di Gaza Kian Memanas, Dunia Desak Perdamaian melalui Diplomasi

Serangan Israel di Gaza Kian Memanas, Dunia Desak Perdamaian melalui Diplomasi

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
  • visibility 180

Kabarjatengterkini.com- Perang di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun ini masih menunjukkan tanda-tanda ketegangan yang semakin memanas.

Serangan udara Israel yang menghantam wilayah padat penduduk dan rumah pengungsi pada Kamis (25/9), menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk anak-anak, menunjukkan betapa tragisnya situasi yang tengah terjadi.

Selain itu, bentrokan yang terjadi di Tepi Barat, dan serangan militer yang masih terus berlangsung di Gaza, semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Serangan Udara Israel: Korban Berjatuhan di Tengah Pengungsian

Pada 25 September 2025, sebuah serangan udara Israel menargetkan sebuah rumah di wilayah utara Gaza yang digunakan sebagai tempat pengungsian bagi warga yang telah kehilangan rumah akibat perang.

Sebanyak 11 orang tewas dalam serangan tersebut, banyak yang masih hilang atau terluka akibat ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan tersebut.

Mahmud Bassal, juru bicara Kementerian Pertahanan Gaza, mengungkapkan bahwa serangan itu terjadi di kawasan Al-Zawaida, salah satu area yang padat pengungsi. Serangan-serangan ini tak hanya menambah angka korban jiwa, tetapi juga memusnahkan tempat perlindungan bagi mereka yang sudah kehilangan rumah.

Sejak dimulainya konflik, lebih dari 65.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan udara dan operasi militer Israel. Kebanyakan korban adalah warga sipil yang terjebak dalam bentrokan yang tak kunjung berakhir, menyebabkan kelaparan, kehancuran infrastruktur, serta pengungsian masal yang terus berulang.

Bentrokan di Tepi Barat: Israel Tembak Mati Dua Warga Palestina

Di sisi lain, ketegangan juga berlangsung di Tepi Barat. Pada 25 September, dua warga Palestina, Mohammed Suleiman (29) dan Alaa Joudat (20), tewas dalam sebuah bentrokan dengan pasukan Israel di desa Tammun.

Militer Israel mengklaim bahwa kedua pria tersebut berencana melakukan serangan penembakan dan peledakan terhadap pasukan Israel, dengan keduanya diduga berafiliasi dengan kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas.

Serangan yang dilakukan pada dini hari ini menambah deretan korban tewas akibat operasi militer yang juga terjadi di wilayah Tepi Barat.

Selain itu, pihak Palestina mengonfirmasi bahwa jenazah kedua korban masih disimpan oleh militer Israel, dan ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pihak.

Wali Kota Tammun, Sameer Bisharat, menambahkan bahwa kedua korban adalah kerabat dan tewas di sebuah rumah setelah pasukan Israel menggerebek desa tersebut sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Serangan Tank Israel: Pergerakan Militer di Gaza Semakin Meluas

Serangan tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga di darat. Penduduk setempat melaporkan bahwa tank-tank Israel terus bergerak lebih jauh ke wilayah utara Kota Gaza, tepatnya di kawasan Sheikh Radwan, yang dekat dengan dua rumah sakit utama di Gaza.

Di daerah Tel Al-Hawa, yang terletak di sebelah tenggara kota, tank Israel juga terus bergerak ke arah barat, menambah ketegangan dan kekhawatiran di kalangan penduduk sipil.

Otoritas Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 25 orang tewas akibat serangan Israel pada 23 September. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tak mampu menghindar dari serangan militer yang semakin meluas. Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat memprihatinkan.

Diplomasi Internasional: Tekanan terhadap Israel untuk Berhenti Bertempur

Di tengah kekerasan yang terus berlangsung, negara-negara dunia semakin intensif melakukan diplomasi untuk menghentikan perang ini.

Dalam Sidang Umum PBB pada 23 September 2025, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mendesak agar dunia bertindak lebih tegas dalam menghentikan konflik di Gaza.

Dalam pidatonya, ia menyebutkan peristiwa di Gaza sebagai “tragedi kemanusiaan yang mendesak”, dan menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk memperjuangkan tatanan multilateral yang menjunjung tinggi perdamaian dan kemakmuran bagi semua pihak.

Selain itu, negara-negara barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Belgia menekan Israel untuk membuka jalur medis dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. PBB juga terus mendorong Israel untuk mengizinkan akses bantuan untuk meringankan penderitaan warga sipil yang terjebak di tengah konflik.

Pengakuan Internasional terhadap Palestina: Langkah Diplomatik yang Signifikan

Salah satu aspek penting yang berkembang di tengah konflik ini adalah semakin banyaknya negara-negara yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Hingga 24 September 2025, tercatat bahwa sebanyak 158 negara anggota PBB telah memberikan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat. Beberapa negara yang baru saja memberikan pengakuan termasuk Kanada, Australia, Inggris, Prancis, Belgia, Portugal, Malta, Luksemburg, Andorra, dan Monako, menjelang Sidang Umum PBB ke-80.

Dengan pengakuan ini, dukungan internasional terhadap Palestina mencapai sekitar 82,38% dari total negara anggota PBB, meninggalkan 34 negara yang masih belum memberikan pengakuan. Ini menjadi modal politik yang signifikan dalam perjuangan diplomatik Palestina, meskipun situasi di lapangan tetap memanas.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Meskipun banyak negara yang mendukung pengakuan terhadap Palestina dan terus mendesak Israel untuk menghentikan serangan, kenyataannya, serangan-serangan militer di Gaza dan Tepi Barat masih terus berlanjut tanpa tanda-tanda akan segera usai.

Ketegangan ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai perdamaian di wilayah yang sudah lama bergolak ini. Tekanan diplomatik terus meningkat, namun realitas di lapangan tetap tragis bagi rakyat Palestina yang terus menderita akibat perang.

Apakah diplomasi internasional dapat mengubah arah konflik ini? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, dunia kini semakin bersatu dalam memberikan tekanan terhadap Israel, berharap agar perdamaian bisa terwujud demi masa depan yang lebih baik bagi rakyat Gaza dan Palestina.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Kunjungan Wisatawan ke Rembang Tembus 1 Juta Lebih, Pantai Karangjahe Jadi Primadona

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tembus 1.897.720 orang, Pantai Karangjahe masih menjadi primadona. Angka itu tercatat selama periode Januari hingga Oktober 2025. Angka itu dimungkinkan masih bisa naik hingga akhir tahun nanti. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin mengatakan bahwa 1.897.720 orang itu berdasarkan […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

  • Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    Terungkap Praktik Perdagangan Satwa Ilegal, Pelaku Diamankan di Pelabuhan Juwana

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Terungkap praktik perdagangan ilegal yang memperjualbelikan satwa dilindungi. Belasan burung kasturi kepala hitam tanpa sertifikat diamankan pihak berwajib di wilayah Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Pengungkapan ini dilakukan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jateng dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng di wilayah Pelabuhan Juwana, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (17/4/2026). “Pelaku melakukan […]

  • Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan Pangan Murah BUMD di Pekalongan dan Salatiga

    Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan Pangan Murah BUMD di Pekalongan dan Salatiga

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gerakan Pangan Murah (GPM) lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus digencarkan di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Adapun tujuan gerakan ini untuk tetap menjamin stabilitas harga pangan di tengah situasi pasca demo. Gerakan ini diwujudkan lewat kegiatan bertajuk ‘BUMD Peduli’ yang digelar selama tiga hari di dua tempat, yakni tanggal 2 dan 3 […]

  • kisah

    Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Di balik berbagai penemuan besar dalam dunia sains, tersimpan kisah menarik tentang hubungan unik antara para ilmuwan dunia dengan hewan eksotik. Hewan-hewan ini tidak hanya dijadikan peliharaan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam eksperimen dan observasi ilmiah. Dari burung yang bisa berbicara hingga primata yang membuat alat, masing-masing hewan membawa dampak besar terhadap […]

  • Pemprov Jateng Desak Upaya Pemadaman Api di Sumur Minyak Rakyat Blora

    Pemprov Jateng Desak Upaya Pemadaman Api di Sumur Minyak Rakyat Blora

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyoroti insiden yang terjadi di sebuah sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora pada Minggu (17/8/2025) lalu. Diketahui, api akibat kebakaran tersebut sampai hari ini masih belum padam. Maka dari itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mendesak pihak terkait untuk mengambil langkah […]

expand_less