Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
  • visibility 166

Klaten, Kabarjatengterkini.com – Petani di Klaten didorong menerapkan Trap Barrier System (TBS) untuk menekan sebaran hama tikus di sawah. Pasalnya, hama menjadi salah satu penghambat pertumbuhan padi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan. Menurutnya, pengendalian hama perlu dilakukan untuk mencegah kerugian dan memastikan produk pertanian berkualitas.

Pengendalian hama bisa dilakukan dengan sejumlah metode, namun yang paling menjanjikan adalah TBS. Ini karena TBS dinilai lebih efektif dalam mengurangi populasi tikus di lahan persawahan, sekaligus termasuk ekonomis.

“Pengendalian hama dilakukan dengan tiga metode, yaitu mekanis dengan gropyokan dan TBS, biologis dengan penyebaran predator alami tikus seperti burung hantu dan ular, serta kimia. Dari ketiganya, TBS dinilai paling menjanjikan, karena langsung menekan populasi tikus di lapangan,” papar Iwan, Jumat (19/9/2025).

TBS diterapkan dengan pemasangan pagar berupa plastik fiber di sekeliling lahan tanam, dan memusatkan jalur masuk tikus yang telah dilengkapi perangkap berupa bubu kawat. Penerapan TBS didukung waktu tanam yang berbeda di setiap lahan guna menekan dampak kerusakan.

Menurut informasi, pemasangan TBS berkisar Rp700 ribu hingga Rp1 juta per patok, tergantung bahan. Untuk satu hektare lahan, kebutuhan biaya untuk penerapan TBS diperkirakan Rp3,5 juta sampai Rp4 juta. Meski demikian, metode ini bisa memanfaatkan galon bekas agar hemat.

Iwan turut mencontohkan salah satu daerah yang sudah menggunakan sistem ini, yakni area persawahan di Desa Jurangjero. Berdasarkan pemantauan TBS di desa tersebut, dampak hama tikus lebih terkendali.

“Di Jurangjero, ada beberapa lahan yang diterapkan TBS sebagai tanaman umpan, agar kerusakannya dapat dikendalikan. Setelah itu secara bertahap, lahan-lahan lain mulai ditanami padi,” ungkapnya.

DKPP berencana memasukkan TBS dalam program perlindungan tanaman tahun 2026. Harapannya, penerapan teknologi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Klaten. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustina Soroti Layanan Pendidikan dalam Penanganan Banjir di Mangkang Kulon Semarang

    Agustina Soroti Layanan Pendidikan dalam Penanganan Banjir di Mangkang Kulon Semarang

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyoroti layanan pendidikan dalam penanganan pascabencana akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, beberapa waktu lalu. Agustina menyampaikan, anak-anak yang berada di lokasi terdampak banjir harus tetap mendapatkan layanan pendidikan. Maka dari itu, pihaknya berusaha memastikan sekolah-sekolah di sekitar tetap beroperasi dengan baik. “Yang kami baru […]

  • Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra

    TP PKK Pati Matangkan Program Kerja Tahun 2026, Fokus Isu-isu Strategis

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pati matangkan program kerja di tahun 2026 lewat Rapat Konsultasi (Rakon) pada Kamis (12/2/2026). Rakon ini dipimpin langsung oleh lt. Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra. Dwi Risma mengatakan, Rakon merupakan kegiatan strategis yang digelar tahunan untuk menyelaraskan rencana program PKK sepanjang tahun, mulai dari […]

  • israel

    7 Relawan Indonesia Ditahan Israel dalam Misi Gaza, GPCI Desak Diplomasi Tingkat Tinggi

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Sebanyak tujuh dari total sembilan delegasi asal Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dilaporkan masuk dalam daftar aktivis yang diintersepsi dan ditahan oleh pasukan militer Israel. Insiden penangkapan ini terjadi saat armada kapal kemanusiaan tersebut sedang berlayar menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan. “Kami mengecam keras tindakan penculikan dan […]

  • microsoft

    Microsoft Uji Coba Fitur Adaptive Energy Saver di Windows 11: Mode Hemat Energi Otomatis Tanpa Ganggu Kinerja

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Microsoft kembali membawa pembaruan signifikan dalam sistem operasi Windows 11. Kali ini, perusahaan tengah menguji fitur terbaru bernama Adaptive Energy Saver, sebuah mode hemat energi pintar yang akan aktif dan nonaktif secara otomatis berdasarkan beban kerja sistem, bukan hanya level baterai seperti pada fitur serupa sebelumnya. Fitur Adaptive Energy Saver ini kini sedang […]

  • Gelaran 10 Ribu Sambel Tumpang di Sragen Pecahkan Rekor Dunia

    Gelaran 10 Ribu Sambel Tumpang di Sragen Pecahkan Rekor Dunia

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Acara Festival Sambel Tumpang Nusantara 2026 di Sragen pecahkan rekor dunia kategori makan sambel tumpang terbanyak. Dalam acara ini, sepuluh ribu porsi sambel tumpang dibuat dan dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Sambel tumpang sendiri dikenal sebagai salah satu kuliner khas Kabupaten Sragen. Sehingga, acara yang digelar di halaman kantor Pemkab Sragen pada […]

  • Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra

    Heboh Tarif Pajak UMKM 10 Persen, Plt Bupati Pati: Jika Omzet di Atas Rp6 Juta

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bumi Mina Tani disebut bakal ditarik tarif pajak 10 persen. Menanggapi informasi tersebut, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan bahwa pihaknya masih menggodok peraturan daerah tentang tarif pajak UMKM. Meski demikian, tarif pajak tersebut kemungkinan akan dikenakan bagi UMKM dengan omzet di atas Rp6 juta. […]

expand_less