Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Bulan Terakhir, Capaian PAD di Sektor Pasar Rembang Baru Sentuh 70 Persen

Dua Bulan Terakhir, Capaian PAD di Sektor Pasar Rembang Baru Sentuh 70 Persen

  • account_circle Ilham Wiji
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • visibility 165

Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rembang di sektor retribusi pasar hewan maupun tradisional per bulan Oktober baru menyentuh angka sebesar 70 persen.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan capaian PAD tersebut diperoleh dari dua pasar hewan dan 14 pasar tradisional. Adapun untuk target tahun 2025 ini sebesar Rp5,7 Miliar.

“Kami mengelola pasar hewan ini dua, ada di Pamotan dan Kragan, kemudian pasar tradisionalnya ada 14 pasar. Jadi global target retribusi kita di tahun ini Rp5,7 Miliar. Alhamdulillah ini sudah terealisasi di bulan akhir Oktober kemarin ini sudah 70 persen lebih,” ujar Mahfudz.

Bagi Mahfudz, dua bulan terakhir ini merupakan waktu yang cukup singkat. Namun meski demikian, dirinya tetap optimis akan pencapaian target tersebut.

“Kita masih tetap optimis bisa mencapai Rp5,7 Miliar, di dua bulan sisa semoga ini bisa tercapai 100 persen,” jelas dia.

Mahfudz menambahkan bahwa adapun upaya Dindagkop UKM Rembang untuk memaksimalkan dua bulan terakhir ini adalah dengan meminta kepada petugas lapangan agar rajin menarik retribusi pasar.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang untuk tertib melakukan pembayaran retribusi. Hal tersebut dikarenakan akan dipergunakan sebagai pembangunan Kabupaten Rembang.

“Kita optimalkan teman-teman untuk rajin melaksanakan memungut retribusi, misalnya perdagangan pasar tradisional yang mulainya pagi sebelum jam lima itu sudah dipungut retribusi, karena disitu sudah ada transaksi,” ujarnya.

“Kami mengimbau kepada teman-teman pedagang baik itu di pasar tradisional, maupun pasar hewan untuk bisa menaati ketentuan retribusi yang sudah ditetapkan,” lanjutnya. (Adv)

  • Penulis: Ilham Wiji
  • Editor: Aulia Anissa Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    Industri Hijau di Jawa Tengah Semakin Menggeliat

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 373
    • 0Komentar

      Batang, Kabarjatengterkini.com – Industri hijau di Jawa Tengah semakin menggeliat. Terlebih dengan peresmian operasional tahap I PT Solar Energi Generasi (SEG) Solar Manufaktur Indonesia di Kawasan Industropolis Batang baru-baru ini. “Hari ini kita telah meresmikan energi terbarukan terkait dengan solar panel. Jadi solar panel ini adalah salah satu yang terbesar yang berinvestasi di Jawa […]

  • pati

    Polresta Pati Periksa AS, Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo yang Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang melibatkan oknum pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, berinisial AS, memasuki babak baru. Polresta Pati secara resmi melakukan pemeriksaan terhadap AS dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Selasa, 5 Mei 2026. Langkah hukum ini diambil menyusul perhatian publik yang luas setelah kasus tersebut viral di berbagai platform media sosial […]

  • antam

    Harga Emas Antam Naik Rp 21.000, Sementara Emas Galeri24 Turun pada 11 September

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Jakarta  – Pada perdagangan Kamis (11/9), harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam terpantau mengalami kenaikan signifikan, sedangkan harga emas Galeri24 sedikit mengalami penurunan. Kenaikan harga emas Antam mencatatkan angka yang cukup menarik bagi para investor maupun masyarakat yang berencana untuk berinvestasi dalam logam mulia ini. Di situs resmi Logam Mulia, […]

  • Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

    Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Demak, Kabarjatengterkini.com – Terungkap ada truk sedot WC yang membuang limbah berupa kotoran manusia ke Sungai Babon, Demak. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab sungai tersebut tercemar. Sungai Babon diketahui berlokasi di perbatasan antara dua daerah, yakni Semarang dan Demak. “Memang ada oknum atau masyarakat yang dia punya usaha penyedotan WC itu dibuang ke […]

  • Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang (sumber: Pemkot Semarang)

    Festival Wayang Semesta Hadirkan Menteri Kebudayaan hingga Pelawak Kondang

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional 2025, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyelenggarakan Festival Wayang Semesta selama dua hari, pada Jumat–Sabtu (7–8/11/2025) di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. Penyelenggaraan Festival Wayang Semesta ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Fadli Zon beserta dua pelawak kondang bernama         Tri Retno Prayudati […]

  • Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    Wujud Peduli Pola Asuh Anak, Pemkot Salatiga Sosialisasikan Program Kerabat dan Tamasya

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga peduli dengan pola asuh terhadap generasi muda. Hal ini diupayakan dengan program Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin menyebutkan bahwa program Kerabat merupakan langkah dalam internalisasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, pola […]

expand_less