Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ratusan UMKM di Pekalongan Sudah Tersertifikasi Halal

Ratusan UMKM di Pekalongan Sudah Tersertifikasi Halal

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
  • visibility 112

 

Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Pekalongan telah memiliki sertifikasi halal. Hal ini merupakan capaian program yang sedang digencarkan pemerintah setempat guna memastikan keamanan produk UMKM.

Setidaknya sudah ada 246 UMKM yang telah difasilitasi sejak program mulai diterapkan, dan sebagian merupakan usaha kuliner. Fasilitas sertifikasi halal ini juga termasuk pelatihan juru sembelih halal (Juleha) yang menjadi bagian dari rantai produksi pangan halal.

Ini sesuai dengan mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH). Regulasi itu mewajibkan seluruh produk makanan dan minuman di Indonesia memiliki sertifikat halal paling lambat pada 17 Oktober 2026.

“Seluruh program ini gratis bagi peserta karena sudah dianggarkan melalui dana pemerintah daerah. Kami ingin agar produk UMKM Kota Pekalongan tidak hanya halal, tapi juga thayyibah atau bermanfaat, higienis, dan berkualitas,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Supriono.

Ia melanjutkan, selama tahun 2025, pihaknya telah dua kali menggelar pelatihan, yakni pada bulan Maret dan Oktober. Dalam dua kali kesempatan itu, sebanyak 35 UMKM telah difasilitasi sertifikasi halal sepanjang tahun ini.

Pelatihan tersebut melibatkan lembaga ahli, seperti Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LP POM) MUI Jawa Tengah, serta Dinas Kesehatan dalam proses pemeriksaan dan audit lapangan.

“Biasanya setelah pelatihan, tim dari LP POM MUI akan melakukan verifikasi bahan baku dan proses produksi di lapangan. Prosesnya memakan waktu satu hingga dua bulan sampai sertifikat halal diterbitkan,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menegaskan pentingnya sertifikasi halal dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk. Maka dari itu, pemerintah berupaya terus memperluas program untuk menyasar lebih banyak pelaku UMKM.

“Ini memang aturan pemerintah, jadi semua produk, termasuk yang dihasilkan oleh UMKM, wajib bersertifikat halal. Pemerintah Kota (Pekalongan) melalui Dindagkop terus berupaya memfasilitasi prosesnya agar mudah dan gratis,” jelas Afzan.

“Sekarang semuanya sudah serba digital dan dipermudah. Tidak ada biaya, tidak dipersulit, dan hasilnya jelas. Kalau makin banyak UMKM kita yang bersertifikat halal, masyarakat akan semakin yakin dan bangga membeli produk lokal,” imbuhnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto: Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang (sumber: Pemkot Semarang)

    Walkot Ajukan Persetujuan DPRD Terkait Pembiayaan Bus Listrik Trans Semarang Koridor 1

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Dalam rangka peningkatan layanan masyarakat melalui pengurangan pencemaran udara, Wali Kota (Walkot) Semarang, Agustina Wilujeng melaksanakan uji coba bus listrik Trans Semarang untuk rute koridor 1 pada Rabu (05/11/2025). Pemerintah Kota (Pemkot) menghadirkan bus listrik Trans Semarang untuk moda transportasi berkelanjutan di perkotaan yang ramah emisi karbon, guna meningkatkan kualitas udara hingga […]

  • kuhp baru

    Resmi Berlaku, KUHP Baru Dinilai Lebih Keras dari Hukum Kolonial Belanda

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi berlaku mulai Jumat, 2 Januari 2026. Pemberlakuan regulasi pidana nasional ini menandai berakhirnya penggunaan Wetboek van Strafrecht (WvS), hukum pidana warisan kolonial Belanda yang telah digunakan selama puluhan tahun di Indonesia. Namun, meski telah disahkan sejak 2022, kehadiran KUHP baru justru menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, […]

  • kolaborasi

    Telkomsel Kolaborasi dengan TikTok dan GoPay Luncurkan SIMPATI TikTok: Dorong Kreativitas dan UMKM Digital

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Dalam langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas inklusi digital di Indonesia, Telkomsel resmi meluncurkan kartu perdana edisi khusus bernama SIMPATI TikTok, hasil kolaborasi dengan TikTok dan GoPay. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung kreativitas masyarakat, kreator konten, serta pelaku UMKM dalam memanfaatkan konektivitas digital secara optimal. Melalui peluncuran produk ini, Telkomsel […]

  • Gunung Slamet Siap Jadi Kawasan Taman Nasional

    Gunung Slamet Siap Jadi Kawasan Taman Nasional, Penambangan Resmi Dilarang

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gunung Slamet sedang berproses menjadi kawasan taman nasional. Dengan demikian, segala aktivitas penambangan di wilayah tersebut dilarang. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi baru-baru ini. Hal ini disampaikan dalam menanggapi kabar mengenai penambangan pasir di Gunung Slamet. Pihaknya juga telah melakukan peringatan terkait hal tersebut. “Gunung Slamet itu sudah (diproses) […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Pemprov Jateng Siapkan Langkah Percepatan Operasionalisasi Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 95
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan langkah percepatan pengoperasian Koperasi Merah Putih di wilayahnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa dari 8.523 koperasi yang sudah berbadan hukum, baru 1.750 yang sudah beroperasi, sedangkan sebanyak 6.773 belum beroperasi. “Yang sudah operasional (Koperasi/Desa Merah Putih) adalah 1.750 (koperasi), yang belum operasi 6.773 […]

  • Diharapkan Berdampak ke Penyandang Disabilitas, Program Kecamatan Berdaya Bakal Terus Diperluas

    Program Kecamatan Berdaya Bakal Terus Diperluas Hingga Menyentuh Kelompok Disabilitas

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Program Kecamatan Berdaya bakal terus diperluas sampai dengan menyentuh kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Sampai saat ini, program tersebut telah berjalan di 94 kecamatan yang ada di Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin bersama pemerintah provinsi (Pemprov) berharap 50 persen penyandang difabel turut merasakan manfaat Program Kecamatan Berdaya. Menurutnya, pemberdayaan disabilitas […]

expand_less