20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- visibility 86

Foto: 20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Petugas penyelamatan masih siaga melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Sebanyak 1.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk mencari tiga korban terakhir.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebutkan luas area yang terdampak cukup luas, yakni lebih dari 12 hektar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan selama melakukan pencarian korban.
“Saat ini kita ingin segera menemukan tiga korban yang masih dilaporkan dalam pencarian. Tapi kalau kita lihat, luas wilayah ini menjadi faktor kesulitan tersendiri,” kata dia, Kamis (20/11/2025), dikutip Detik.
“Pada saat bencana longsor terjadi di Desa Cibenying ini, kita tahu bahwa luas longsoran atau daerah terdampak lebih dari 12 hektare,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa material longsor menyeret bangunan di bawah hingga puluhan meter dari titik awal. Sehingga, perkiraan lokasi korban ikut bergeser lebih jauh dari dugaan awal.
“Saat kita mencari korban, kita kemarin mendapatkan bukti bahwa titik kediaman warga yang terdampak ternyata berada lebih dari 15 meter dari lokasi awal. Artinya, material longsoran bisa menyeret korban jauh dari titik yang ditentukan,” jelasnya.
Selain itu, ketebalan longsoran, dan beban material longsor juga menjadi faktor kesulitan. Sampai saat ini, sebanyak 20 korban longsor ditemukan dalam kondisi tewas, sementara tiga lainnya masih dicari secara intensif.
Dalam pencarian tiga korban terakhir, Basarnas telah mengerahkan berbagai teknologi pendukung, termasuk K9 (anjing pelacak), serta pemantauan menggunakan peralatan khusus. Pembagian sektor pencarian juga dilakukan agar tidak ada area yang terlewat.
“Pola operasi sudah jelas. Kita menggunakan tenaga manusia dengan lebih dari 1.000 personel, ditambah peralatan yang ada, untuk menyisir seluruh sektor sesuai konsep operasi yang sudah direncanakan. Harapannya tidak ada sektor yang tersisa,” ujarnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

