Soal Bupati yang Kena OTT, Gubernur Jateng Sebut “Ikan Busuk dari Kepala”
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 10 Jul 2026
- visibility 16

Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, para pejabat tidak boleh kebal dengan hukum. Hal ini sesuai dengan prinsip “Equality before the law” atau semua sama di mata huku. Dengan demikian, para pejabat bisa menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.
“Equality before the law, semua sama di muka hukum. Tidak peduli itu yang melakukan objeknya siapa yang melakukan,” kata Luthfi, Jumat (10/7/2026), dikutip Detik.
“Jadi saya dukung sekali kegiatan ini dan saya hanya mengharapkan tolong semua pejabat di level apapun untuk betul-betul menerapkan adanya clear dan good government,” sambungnya.
Menurutnya, pemerintahan yang baik dan bersih merupakan berangkat dari pemimpinnya. Setiap jabatan yang diemban memiliki pertanggungjawaban terhadap masyarakat, sehingga rakyat berhak memiliki pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Saya sudah berulang-ulang kali menyampaikan untuk menciptakan clear dan good government itu berangkatnya adalah dari pimpinannya. Jadi ikan itu busuknya dari kepala,” ujar Luthfi.
“Baik itu terkait dengan jabatan, baik itu terkait dengan penggunaan anggaran, baik itu pertanggungjawaban dinas itu harus transparan dan akuntabel,” tegas dia.
Sebagai informasi, Bupati Sukoharjo Etik Suryani dikabarkan terlibat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak hanya Etik, ia ditangkap bersama empat orang lainnya di wilayah Soloraya, Kamis (9/7/2026) kemarin.
“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat (10/7/2026), dikutip CNN Indonesia.
Pihaknya belum memberikan detail dugaan kasus yang menyeret Bupati Sukoharjo dan lainnya. Namun, operasi senyap itu disebut berkaitan dengan dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
Ia menyebutkan, Bupati Sukoharjo telah menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari ini, Jumat (10/7/2026).
“Dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya.
- Penulis: Anisya Gusti

