Materi Koperasi Bakal Mulai Diajarkan di Sekolah Wilayah Jawa Tengah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Materi tentang koperasi bakal diajarkan kepada siswa-siswi di seluruh jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA. Jawa Tengah disebut akan menjadi wilayah pertama yang akan menerapkan kurikulum ini.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Semarang, Jumat (5/6/2026).
Ia menyebutkan, Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Pendidikan Jateng menginisiasi agar materi koperasi tidak diajarkan sebagai pembelajaran terpisah, namun disisipkan. Dengan demikian, tidak akan menambah jumlah mata pelajaran.
“Dinas Koperasi kita dengan Dinas Pendidikan kita memberikan pelajaran modul terkait koperasi, dan ini tidak mengubah daripada atau tidak menambah daripada pelajaran di masing-masing sekolah, tetapi menyelipkan,” jelas Luthfi, Jumat, dikutip Detik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyisipan materi koperasi di sekolah berkaitan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Harapannya, siswa yang merupakan generasi penerus bangsa bisa memahami esensi koperasi.
Nantinya, modul ini akan diberikan dari tingkat SD hingga SMA. Saat ini, pemerintah sudah memastikan kesiapan pengawas dan tenaga pengajarnya, sehingga tinggal memulai implementasinya saja.
“Secara tidak langsung ini selaras dengan program pemerintah terkait dengan Koperasi Merah Putih tidak hanya program yang harus kita lakukan, tetapi anak-anak didik kita harus tahu tentang koperasi itu sendiri,” ungkap Luthfi.
“Ini sudah mau dijalankan dan modulnya sudah ada. Para kepala sekolah, pengawas, kemudian guru, sudah didrill, tinggal pelaksanaannya,” sebut dia. (*)
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membenarkan bahwa Jateng merupakan wilayah pertama yang menyisipkan kurikulum koperasi. Harapannya, implementasi ini bisa segera disusul di daerah-daerah lainnya.
“Ini adalah provinsi yang pertama kali membuat insersi kurikulum tentang perkoperasian. Kami untuk itu berterima kasih dan harapannya agar provinsi-provinsi lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah,” kata Ferry. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

