Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sudewo Diduga Terima Uang Rp125 Juta Terkait Proyek Jalur Ganda Solo-Semarang

Sudewo Diduga Terima Uang Rp125 Juta Terkait Proyek Jalur Ganda Solo-Semarang

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 10

Kabarjatengterkini.com – Terdakwa Sudewo diduga terima uang sebesar Rp125 juta untuk proyek Jalur Ganda Solo-Semarang (JGSS) di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Uang itu disetorkan oleh PT Indria Putra Persada kepada orang suruhannya.

Hal ini diungkap oleh Direktur PT Indria Putra Persada sekaligus Ketua Kadin Solo, Ferry Septha Indrianto dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026) yang lalu.

Ia menjelaskan, awalnya, proses lelang berlangsung lancar tanpa pengondisian. Namun, saat proyek dikerjakan, perusahaan diminta agar lebih perhatian kepada tim di lapangan untuk biaya operasional.

“Tidak ada (permintaan fee). Tidak ada sama sekali. Di awal kami lelang, fight, kemudian kita menang, lalu baru kontrak,” kata Ferry, Senin (6/5/2026), dikutip Detik.

“Hanya untuk apa operasional mereka, di lapangan. Ada, (tapi) kecil-kecil. Tapi berjanji-janji nggak ada,” lanjut dia.

Selama proyek berjalan, setidaknya uang sebesar Rp20 juta dikeluarkan untuk operasional lapangan. Dana itu diambil dari corporate social responsibility (CSR).

“Jadi kalau di lapangan itu, mereka turun ke lapangan pasti ada beberapa uang transfer yang kita kasih, ke teman-teman dari tim DJKA,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ferry membenarkan bahwa ada sosok yang mendatanginya saat proyek sudah berjalan 50 persen. Sosok tersebut diketahui bernama Nur Widayat dan mengaku sebagai suruhan Sudewo yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPR RI.

“Pak Nur Widayat itu datang ke saya, mengaku orangnya Pak Sadewo. Saya kaget,” ucapnya.

“Saya kebetulan nggak kenal sama sekali Pak Sadewo siapa saat itu. Nur Widayat mengaku Pak Sadewo itu punya wilayah daerah situ,” jelasnya.

Menurut BAP, uang Rp 125 juta itu diserahkan secara tunai kepada Nur Widayat dalam paper bag cokelat di sekitar Desember 2021. Namun, jaksa menyebut bahwa utusan Sudewo itu meminta kontribusi sebesar Rp200 juta.

“(Tidak lama kemudian saya menyerahkan uang sebesar Rp 125 juta yang terbungkus dalam paper bag cokelat kepada Nur Widayat yang langsung kemudian dibawa pulang,” kata jaksa membacakan BAP yang dibenarkan Ferry.

“Saya tidak mengetahui apakah pada akhirnya uang tersebut diserahkan oleh Nur Widayat kepada Sudewo atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Sudewo menyebut bahwa uang Rp 125 juta yang diserahkan itu digunakan untuk membangun musala dan membeli kambing. Ia mengatakan bahwa pemberian uang dilakukan semampunya dalam bentuk CSR.

“Uang tersebut itu sebenarnya diklaim sebagai fee atau sumbangan dalam bentuk CSR? Karena saksi tadi mengatakan, sebagian dari hasil perusahaan itu pasti diwujudkan untuk sosial CSR,” kata Sudewo.

Sebelumnya, JPU dari KPK mendakwa Bupati Pati Sudewo menerima suap senilai Rp 1,371 miliar dari kasus korupsi proyek DJKA. Sudewo disebut menerima uang dari sejumlah kontraktor setelah adanya pengkondisian pemenang lelang sejumlah proyek. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • het

    Bapanas Naikkan HET Beras: Harga Medium Tembus Rp13.500 per Kilogram

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, untuk wilayah Papua dan Maluku, HET ditetapkan lebih tinggi yakni Rp15.500 per kilogram. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 sebagai […]

  • menteri

    Menteri-menteri Prabowo Tanggapi Dugaan Kontaminasi Radioaktif Udang Beku Indonesia

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah menteri dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas polemik dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dalam udang beku asal Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat. Dugaan ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mendeteksi paparan Cs-137 pada kontainer berisi produk udang dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). […]

  • lama

    Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut, Kok Bisa? Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Di era digital dan pekerjaan berbasis layar seperti sekarang ini, duduk berjam-jam di depan komputer sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan otak? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keseringan duduk tanpa diselingi aktivitas fisik bisa membuat otak menyusut, terutama di bagian yang […]

  • Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jateng

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah (Jateng). Seperti perairan selatan Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan bahwa gelombang tinggi berpotensi mencapai 2,5 – 4 meter. “Berdasarkan analisis dari permodelan gelombang, tinggi […]

  • Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Besaran dana desa di Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan, yakni hingga 70 persen. Dana desa tahun 2026 disebut sebesar Rp300 juta per desa dari Rp1 miliar pada periode sebelum-sebelumnya. Sebelumnya, Jateng memperoleh jatah untuk alokasi dana desa mencapai Rp7,9 triliun pada tahun 2025, sementara tahun ini menjadi Rp2,1 triliun. “Sekarang cuma Rp 300 […]

  • Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

    Pemprov Jateng Salurkan Bankeu untuk Rehabilitasi Pasca Demo di Pekalongan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyalurkan bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp61 miliar ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi juga menyebutkan, sebagian bantuan keuangan itu juga ditujukan untuk rehabilitasi kantor pemerintah Kota Pekalongan yang sempat rusak karena aksi pembakaran pada aksi demo beberapa hari lalu. “Kita dorong yang […]

expand_less