Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut, Kok Bisa? Ini Penjelasan Medisnya

Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut, Kok Bisa? Ini Penjelasan Medisnya

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 322

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Di era digital dan pekerjaan berbasis layar seperti sekarang ini, duduk berjam-jam di depan komputer sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan otak? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keseringan duduk tanpa diselingi aktivitas fisik bisa membuat otak menyusut, terutama di bagian yang mengatur memori.

Fakta ini tentu mengejutkan, karena selama ini kita lebih banyak mengetahui dampak duduk terlalu lama hanya pada kesehatan fisik, seperti nyeri punggung, obesitas, atau masalah jantung. Namun ternyata, otak kita juga ikut terdampak, bahkan dengan konsekuensi jangka panjang yang tidak boleh disepelekan.

Penelitian: Duduk Lama Berisiko Mengecilkan Otak

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA) mengamati lebih dari 1.500 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Mereka ditanyai tentang durasi duduk setiap harinya, serta menjalani pemindaian otak menggunakan MRI. Hasilnya mencengangkan: semakin lama seseorang duduk dalam sehari, semakin mengecil ukuran lobus temporal medial (MTL), yakni bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori baru.

“Temuan kami menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari (kurang gerak), seperti duduk terlalu lama, bisa menjadi faktor risiko mengecilnya struktur otak, meskipun seseorang secara keseluruhan terlihat sehat,” jelas Dr. Prabha Siddarth, penulis utama studi tersebut.

Apa Itu Lobus Temporal Medial (MTL) dan Kenapa Penting?

Lobus temporal medial (MTL) adalah bagian dari otak yang sangat penting untuk memori jangka panjang dan proses belajar. Menyusutnya bagian ini sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan gangguan kognitif lainnya. Jika bagian ini menyusut terlalu cepat, maka kemampuan mengingat, fokus, dan belajar akan terganggu.

Studi ini bahkan menekankan bahwa bahkan aktivitas fisik intens sekali pun tidak mampu sepenuhnya mengimbangi efek negatif dari duduk terlalu lama. Artinya, meskipun Anda rutin berolahraga setiap hari, tetap tidak disarankan duduk lebih dari 8 jam tanpa jeda bergerak.

Kenapa Duduk Bisa Memengaruhi Otak?

Ada beberapa penjelasan ilmiah mengapa duduk terlalu lama dapat berpengaruh pada otak:

  1. Aliran Darah ke Otak Menurun
    Saat Anda duduk dalam waktu lama, terutama dengan posisi membungkuk, aliran darah ke otak bisa berkurang. Otak yang tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi dalam jangka panjang dapat mengalami penyusutan.

  2. Kurangnya Aktivitas Fisik Menurunkan Neuroplastisitas
    Aktivitas fisik seperti berjalan, meregangkan tubuh, atau sekadar berdiri dapat meningkatkan produksi hormon dan senyawa otak yang berfungsi menjaga struktur otak tetap sehat. Duduk terus-menerus menghambat proses ini.

  3. Peningkatan Peradangan Sistemik
    Gaya hidup pasif bisa memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang juga berdampak negatif terhadap jaringan otak. Peradangan berkepanjangan dapat merusak sel-sel otak dan mempercepat penuaan.

Tips Menghindari Efek Buruk Duduk Terlalu Lama

Berikut beberapa cara mengurangi dampak negatif dari duduk berkepanjangan terhadap otak:

  • Bangun setiap 30–60 menit dan lakukan peregangan ringan selama 2–5 menit.

  • Gunakan meja berdiri (standing desk) untuk bergantian duduk dan berdiri saat bekerja.

  • Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan otot setidaknya 30 menit setiap hari.

  • Minum air secara teratur agar Anda terdorong untuk sering ke toilet dan bergerak.

  • Latih otak secara mental dengan membaca, menghafal, atau bermain teka-teki untuk menjaga fungsi kognitif.

Siapa yang Berisiko?

Orang dengan profesi yang mengharuskan duduk sepanjang hari seperti pegawai kantor, editor, penulis, gamer, dan pelajar termasuk dalam kelompok yang paling rentan. Risiko akan meningkat jika gaya hidup pasif disertai pola makan tidak sehat dan kurang tidur.

Waspadai Kebiasaan Duduk Berjam-Jam

Duduk terlalu lama bukan hanya soal fisik yang kaku atau punggung pegal. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap struktur dan fungsi otak, yang bisa menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan konsentrasi, hingga risiko demensia. Jangan tunggu sampai terlambat—mulailah bergerak lebih sering meski hanya dalam hitungan menit.

Ingat, gerakan kecil bisa berdampak besar bagi kesehatan otak Anda.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang di Turunan Silayur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 M

    Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kawasan turunan Silayur di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, disebut sebagai kesalahan tata ruang. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor rawan kecelakaan di area tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, kemiringan turunan Silayur tidak layak jika dilewati kendaraan-kendaraan besar, sehingga ia menilai ada tata ruang […]

  • Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 151
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi soroti sejumlah kasus korupsi dana desa di sejumlah daerah. Menurutnya, hal ini rentan terjadi karena minimnya pengawasan dan sifatnya yang swakelola. Maka dari itu, pihaknya mengusulkan adanya pendampingan oleh aparat, misalnya pihak Kejaksaan atau Kepolisian dalam pengelolaan dana desa. Hal ini dilakukan guna meningkatkan transparansi dan monitoring, […]

  • Wali Kota Semarang Agustina pantau stok kebutuhan pokok/semarangkota

    Kota Semarang Dapat Apresiasi Berkat Kontribusi Turunkan Angka Inflasi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Meski bukan merupakan wilayah lumbung pangan, Kota Semarang berhasil berkontribusi dalam menurunkan angka inflasi. Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan bahwa capaian ini merupakan hal yang luar biasa. Terlebih Semarang juga mendapatkan pujian dari Gubernur Jawa Tengah, Achmad Luthfi atas kontribusi positif ini. “Yang luar biasa kenapa? Karena kita bukan lumbung pangan. Kok […]

  • Kemenkes Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    Menkes RI Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tingkat penularan campak diperkirakan bisa enam kali lebih tinggi dari virus Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan bahwa campak merupakan penyakit yang paling mudah menular. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dengan membandingkan penularan campak dengan Covid-19. Menurutnya, pasien Covid-19 bisa menularkan virus kepada 3-4 orang sekaligus, sedangkan campak bisa […]

  • kenaikan

    Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250 Persen, Bupati Sudewo Sampaikan Permintaan Maaf

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada Kamis (7/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-701. Pengumuman ini menjadi respons langsung atas gelombang penolakan dari masyarakat yang sebelumnya sempat merencanakan […]

  • Aksi Bullying PPDS Unsri Jadi Sorotan Kemenkes RI: Bukan Terjadi Pertama Kalinya

    Aksi Bullying PPDS Unsri Jadi Sorotan Kemenkes RI: Bukan Terjadi Pertama Kalinya

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Dugaan perundungan (bullying) di program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) jadi sorotan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sebelumnya, heboh mahasiswa kedokteran Unsri diminta seniornya untuk membiayai keperluan pribadi dan gaya hidup mewah hingga nilainya miliaran rupiah. Akibat perlakuan tersebut, korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan keluar dari PPDS. Menanggapi hal tersebut, Menteri […]

expand_less