Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Geger Klaim Trump Bisa Habisi Pelayat Khamenei, Iran Membalas: Anda Tak Punya Kehormatan!

Geger Klaim Trump Bisa Habisi Pelayat Khamenei, Iran Membalas: Anda Tak Punya Kehormatan!

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 15

Kabarjatengterkini.com-Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik nadir. Baru-baru ini, Kedutaan Besar Iran di Armenia melayangkan reaksi keras terhadap pernyataan jumawa yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Reaksi menohok dari korps diplomatik Teheran ini menyusul klaim sepihak Trump yang sesumbar bahwa militer AS bisa saja “menghabisi semua orang” yang memadati prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini dinilai banyak pihak semakin membakar api permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Filosofi “Botol Parfum” Iran yang Menampar AS

Melalui unggahan resmi di media sosial X, Kedutaan Besar Iran di Armenia menegaskan bahwa kekuatan militer semata tidak akan pernah bisa membunuh ideologi. Bagi Iran, melenyapkan raga seorang pemimpin sama sekali tidak akan mampu menghapus gagasan serta cita-cita besar yang selama ini diperjuangkannya.

Dalam narasi yang cukup puitis namun sarat akan kecaman, pihak kedutaan mengabaikan ancaman fisik Trump dan justru menyerang balik aspek kultural serta sejarah AS.

“Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Ali Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya kini justru menyebar ke mana-mana. Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan,” tulis pihak Kedubes Iran, Minggu (5/7/2026).

Pernyataan diplomatik yang menampar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan tunduk di bawah tekanan psikologis yang dilancarkan oleh Washington.

Di Balik Celoteh Jumawa Donald Trump di Media Axios

Ketegangan terbaru ini bermula dari wawancara kontroversial Donald Trump bersama media Axios. Dalam obrolan yang dilakukan via sambungan telepon tersebut, Trump mengeklaim bahwa militer AS sebenarnya memiliki momentum emas untuk menyapu bersih lautan manusia yang tengah berkumpul di Teheran.

“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja [dan kami bisa melenyapkan mereka semua], tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi pihak yang bisa diajak bernegosiasi,” ujar Trump seperti diberitakan Axios, Sabtu (4/7/2026).

Tidak hanya itu, Trump juga menyatakan keheranannya saat melihat jutaan warga Iran menangis histeris atas kepergian sang pemimpin. Berdasarkan kalkulasi politik pribadinya, Trump berasumsi bahwa mayoritas masyarakat Iran membenci Ali Khamenei—yang tewas akibat serangan udara gabungan Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu. Klaim Trump ini dinilai para pengamat sebagai bentuk salah baca terhadap realitas sosiopolitis di dalam negeri Iran.

Rangkaian Prosesi Pemakaman Terbesar di Dunia

Kontras dengan asumsi Trump, gelombang massa yang memadati jalan-jalan utama di Iran justru menunjukkan pemandangan yang masif. Berdasarkan jadwal resmi pemerintah setempat, jasad Ayatollah Ali Khamenei rencananya akan dimakamkan di Kota Suci Mashhad pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sebelum menuju tempat peristirahatan terakhirnya, pemerintah Iran menggelar upacara penghormatan terakhir secara estafet dan kolosal:

  • Sabtu – Senin (6/7/2026): Prosesi penghormatan massal di Ibu Kota Teheran. Pada momen inilah delegasi resmi Hizbullah dikabarkan sempat menemui Menlu Iran di sela-sela upacara.

  • Selasa (7/7/2026): Prosesi bergeser ke Kota Suci Qom, pusat keagamaan dan teologi Iran.

  • Kamis (9/7/2026): Pemakaman akhir di Kota Mashhad.

Pihak berwenang Iran memproyeksikan jutaan pelayat akan terus menyemut dan turun ke jalan sepanjang enam hari masa berkabung nasional. Skala massa yang luar biasa besar ini menjadikan ritual pemakaman Khamenei sebagai salah satu peristiwa dunia yang paling banyak dipantau oleh komunitas internasional dan intelijen global. Saat ini, poster, baliho raksasa, dan umbul-umbul hitam bergambar mendiang Ali Khamenei telah terpasang erat di setiap sudut kota di seluruh penjuru Iran.

Dampak Geopolitik Global dan Diplomasi Regional

Saling lempar retorika tajam antara Donald Trump dan perwakilan diplomatik Iran ini diyakini akan memperumit peta geopolitik global. Beberapa poin krusial yang kini menjadi sorotan dunia internasional meliputi:

  1. Eskalasi Konflik di Timur Tengah: Narasi “bos” yang sempat digaungkan Trump mengenai hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan bahwa AS akan terus menyokong tindakan ofensif Israel terhadap poros perlawanan Iran.

  2. Solidaritas Poros Perlawanan: Kehadiran kelompok sekutu seperti Hizbullah di Teheran menegaskan bahwa struktur komando regional Iran tidak lumpuh meski kehilangan Pemimpin Tertinggi mereka.

  3. Masa Depan Negosiasi Nuklir dan Sanksi: Dengan adanya pernyataan saling merendahkan ini, peluang untuk kembali ke meja runding terkait isu nuklir atau pelonggaran sanksi ekonomi tampaknya telah tertutup rapat untuk waktu yang lama.

Dunia kini menantikan bagaimana dinamika ini bergulir, terutama menjelang hari pemakaman akhir pada 9 Juli mendatang, di mana jutaan mata akan terus tertuju pada stabilitas keamanan di Teheran dan Mashhad.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • good governance

    Wali Kota Semarang Minta Pengelolaan APBD Berdasarkan Prinsip Good Governance

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng minta pengelolaan anggaran daerah berdasarkan prinsip good governance. Artinya, setiap pengeluaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan dengan berasaskan transparansi, akuntabilitas, serta berorientasi pada kebermanfaatan bersama. “Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD digunakan dengan penuh tanggung jawab, berorientasi pada kepentingan publik, dan […]

  • jokowi

    Buka Suara Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Jokowi: Saya Siap Bawa Ijazah Asli ke Sidang

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait langkah tegas Polda Metro Jaya yang melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pakar telematika Roy Suryo serta dr Tifa. Kedua tokoh tersebut terjerat kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik keaslian ijazah milik Jokowi. Menanggapi situasi yang tengah menyedot perhatian publik […]

  • Setiap SPPG di Seluruh Indonesia Terima Dana Rp500 Juta Per Hari

    Setiap SPPG di Seluruh Indonesia Terima Dana Rp500 Juta Per Hari

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini – Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut bakal langsung menerima Rp500 juta per hari. Ini berdasarkan mekanisme penyaluran langsung dana dari Badan Gizi Nasional ke masing-masing dapur MBG. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, sebanyak 93 persen anggaran sudah disalurkan ke SPPG seluruh Indonesia. Dari total Rp 268 triliun, sekitar Rp 240 triliun sudah […]

  • lula lahfah

    Kronologi dan Penyebab Meninggalnya Lula Lahfah, Sempat Berencana Beri Kejutan Ulang Tahun Dara Arafah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kepergian influencer dan kreator konten Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya. Sosok Lula dikenal ceria, aktif di media sosial, dan memiliki lingkar pertemanan yang luas di kalangan publik figur. Tak heran, kabar meninggalnya Lula secara mendadak mengundang perhatian publik. Salah satu sahabat dekatnya, Keanu […]

  • Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin

    Wagub Jateng Bantah Isu Penonaktifan Guru Honorer di Tahun 2027

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merespon isu tentang penonaktifan guru honorer pada tahun 2027. Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebutkan bahwa isu tersebut tidak benar. Pihaknya memang perlu memeriksa kondisi keuangan pemerintah daerah, namun dipastikan tak akan ada penonaktifan guru honorer. “Tetapi Jawa Tengah insyaallah tidak ada pemberhentian guru-guru […]

expand_less