Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Geger Klaim Trump Bisa Habisi Pelayat Khamenei, Iran Membalas: Anda Tak Punya Kehormatan!

Geger Klaim Trump Bisa Habisi Pelayat Khamenei, Iran Membalas: Anda Tak Punya Kehormatan!

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 81

Kabarjatengterkini.com-Hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik nadir. Baru-baru ini, Kedutaan Besar Iran di Armenia melayangkan reaksi keras terhadap pernyataan jumawa yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Reaksi menohok dari korps diplomatik Teheran ini menyusul klaim sepihak Trump yang sesumbar bahwa militer AS bisa saja “menghabisi semua orang” yang memadati prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini dinilai banyak pihak semakin membakar api permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Filosofi “Botol Parfum” Iran yang Menampar AS

Melalui unggahan resmi di media sosial X, Kedutaan Besar Iran di Armenia menegaskan bahwa kekuatan militer semata tidak akan pernah bisa membunuh ideologi. Bagi Iran, melenyapkan raga seorang pemimpin sama sekali tidak akan mampu menghapus gagasan serta cita-cita besar yang selama ini diperjuangkannya.

Dalam narasi yang cukup puitis namun sarat akan kecaman, pihak kedutaan mengabaikan ancaman fisik Trump dan justru menyerang balik aspek kultural serta sejarah AS.

“Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Ali Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya kini justru menyebar ke mana-mana. Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan,” tulis pihak Kedubes Iran, Minggu (5/7/2026).

Pernyataan diplomatik yang menampar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan tunduk di bawah tekanan psikologis yang dilancarkan oleh Washington.

Di Balik Celoteh Jumawa Donald Trump di Media Axios

Ketegangan terbaru ini bermula dari wawancara kontroversial Donald Trump bersama media Axios. Dalam obrolan yang dilakukan via sambungan telepon tersebut, Trump mengeklaim bahwa militer AS sebenarnya memiliki momentum emas untuk menyapu bersih lautan manusia yang tengah berkumpul di Teheran.

“Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja [dan kami bisa melenyapkan mereka semua], tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi pihak yang bisa diajak bernegosiasi,” ujar Trump seperti diberitakan Axios, Sabtu (4/7/2026).

Tidak hanya itu, Trump juga menyatakan keheranannya saat melihat jutaan warga Iran menangis histeris atas kepergian sang pemimpin. Berdasarkan kalkulasi politik pribadinya, Trump berasumsi bahwa mayoritas masyarakat Iran membenci Ali Khamenei—yang tewas akibat serangan udara gabungan Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu. Klaim Trump ini dinilai para pengamat sebagai bentuk salah baca terhadap realitas sosiopolitis di dalam negeri Iran.

Rangkaian Prosesi Pemakaman Terbesar di Dunia

Kontras dengan asumsi Trump, gelombang massa yang memadati jalan-jalan utama di Iran justru menunjukkan pemandangan yang masif. Berdasarkan jadwal resmi pemerintah setempat, jasad Ayatollah Ali Khamenei rencananya akan dimakamkan di Kota Suci Mashhad pada Kamis, 9 Juli 2026.

Sebelum menuju tempat peristirahatan terakhirnya, pemerintah Iran menggelar upacara penghormatan terakhir secara estafet dan kolosal:

  • Sabtu – Senin (6/7/2026): Prosesi penghormatan massal di Ibu Kota Teheran. Pada momen inilah delegasi resmi Hizbullah dikabarkan sempat menemui Menlu Iran di sela-sela upacara.

  • Selasa (7/7/2026): Prosesi bergeser ke Kota Suci Qom, pusat keagamaan dan teologi Iran.

  • Kamis (9/7/2026): Pemakaman akhir di Kota Mashhad.

Pihak berwenang Iran memproyeksikan jutaan pelayat akan terus menyemut dan turun ke jalan sepanjang enam hari masa berkabung nasional. Skala massa yang luar biasa besar ini menjadikan ritual pemakaman Khamenei sebagai salah satu peristiwa dunia yang paling banyak dipantau oleh komunitas internasional dan intelijen global. Saat ini, poster, baliho raksasa, dan umbul-umbul hitam bergambar mendiang Ali Khamenei telah terpasang erat di setiap sudut kota di seluruh penjuru Iran.

Dampak Geopolitik Global dan Diplomasi Regional

Saling lempar retorika tajam antara Donald Trump dan perwakilan diplomatik Iran ini diyakini akan memperumit peta geopolitik global. Beberapa poin krusial yang kini menjadi sorotan dunia internasional meliputi:

  1. Eskalasi Konflik di Timur Tengah: Narasi “bos” yang sempat digaungkan Trump mengenai hubungannya dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan bahwa AS akan terus menyokong tindakan ofensif Israel terhadap poros perlawanan Iran.

  2. Solidaritas Poros Perlawanan: Kehadiran kelompok sekutu seperti Hizbullah di Teheran menegaskan bahwa struktur komando regional Iran tidak lumpuh meski kehilangan Pemimpin Tertinggi mereka.

  3. Masa Depan Negosiasi Nuklir dan Sanksi: Dengan adanya pernyataan saling merendahkan ini, peluang untuk kembali ke meja runding terkait isu nuklir atau pelonggaran sanksi ekonomi tampaknya telah tertutup rapat untuk waktu yang lama.

Dunia kini menantikan bagaimana dinamika ini bergulir, terutama menjelang hari pemakaman akhir pada 9 Juli mendatang, di mana jutaan mata akan terus tertuju pada stabilitas keamanan di Teheran dan Mashhad.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • Bunda Literasi Jawa Tengah sekaligus istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin

    Minat Literasi di Jateng Terus Ditingkatkan Lewat Program Bunda Literasi

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah disebut memiliki sekitar 6 ribu perpustakaan desa yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Harapannya, ini menjadi tanda budaya literasi masyarakat di wilayah tersebut semakin tinggi. Bunda Literasi Jawa Tengah sekaligus istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus berupaya mengoptimalkan ruang baca bagi masyarakat. Salah satunya, dengan menyiapkan pembentukan Relawan […]

  • Jukir Tarik Tarif Parkir "Ngepruk" ke Pengemudi Mobil di Simpang Lima Semarang

    Jukir Tarik Tarif Parkir “Ngepruk” ke Pengemudi Mobil di Simpang Lima Semarang

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Juru parkir (jukir) di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, diduga menarik tarif parkir ngepruk kepada pengendara mobil. Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah meminta klarifikasi dari jukir bersangkutan. Menurut sebuah unggahan di media sosial, seorang pengemudi mobil mengaku diminta membayar Rp10 ribu setelah memarkirkan kendaraannya di kawasan Simpang Lima pada […]

  • Respon Pihak PB XIV Purbaya Terkait Fadli Zon Masuk ke Panggung Sanggabuwan

    Respon Pihak PB XIV Purbaya Terkait Fadli Zon Masuk ke Panggung Sanggabuwan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kunjungan Kementerian Kebudayaan bersama Pakubuwono XIV Mangkubumi ke Panggung Sanggabuwan mengundang polemik. Saat kunjungan tersebut, keduanya diketahui masuk ke dalam bangunan itu. Pengageng Sasana Wilapa dari pihak Pakubuwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, Panggung Sanggabuwani merupakan salah satu tempat yang sakral. Artinya, tidak sembarang orang bisa masuk ke menara tersebut tanpa […]

  • Bupati Nonaktif Sudewo

    Bupati Nonaktif Sudewo Didakwa Atas Jual Beli Jabatan Perangkat Desa dengan Nominal Rp2,49 M

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati Nonaktif Sudewo didakwa melakukan jual beli jabatan perangkat desa senilai Rp2,49 miliar di wilayahnya. Dia didakwa dalam kasus tersebut bersama tiga kepala desa lainnya. Dakwaan ini disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Joko Hermawan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota […]

  • dagang

    Perjanjian Dagang AS–Korea Selatan: Investasi USD 350 Miliar, Pemangkasan Tarif, dan Kerja Sama Nuklir

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan resmi merilis rincian perjanjian dagang strategis yang disebut-sebut sebagai kesepakatan terbesar antara kedua negara dalam satu dekade terakhir. Pengumuman yang disampaikan pada Jumat (14/11) ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bilateral antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Gedung Putih pada Oktober 2025. […]

expand_less