Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 51

Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus kecaman dari publik.

Niat suci puluhan biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual keagamaan (dhutanga) tersebut seketika berubah menjadi jerit tangis dan kepanikan di pinggir jalan. Keberadaan anak di bawah umur di balik kemudi kendaraan roda empat sekali lagi menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan jalan raya.

Kronologi Insiden Maut di Wilayah Mueang

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Peristiwa mengerikan ini berlangsung di salah satu ruas jalan utama di wilayah Mueang, Provinsi Mukdahan.

Saat itu, kondisi lalu lintas sebenarnya relatif normal sebelum mobil bak terbuka yang melaju tak terkendali mengubah situasi menjadi ladang pembantaian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan, kecelakaan bermula saat sekelompok biksu yang terdiri atas 34 orang sedang berjalan kaki beriringan secara tertib di bahu jalan.

Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan ziarah jarak jauh. Rombongan religius ini berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani untuk menghadiri ritual keagamaan.

Namun, di tengah perjalanan, mobil bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam barisan para biksu tersebut dari arah belakang tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti. Benturan keras itu membuat tubuh para korban terlempar beberapa meter ke aspal dan area rumput di pinggir jalan.

Data Korban: Lima Tewas di Tempat, Tujuh Kritis

Otoritas keamanan dan tim medis setempat melaporkan bahwa dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Lima orang biksu ditemukan tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat dan trauma hantaman keras yang mereka derita.

Sementara itu, tiga biksu lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit terdekat.

Selain delapan korban tewas, tim medis mencatat ada tujuh biksu yang kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat luka berat dan patah tulang. Di sisi lain, 20 biksu lainnya dilaporkan selamat, meskipun mereka harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka ringan, lecet, serta mengalami syok berat (trauma psikologis) setelah menyaksikan rekan-rekan mereka tergilas kendaraan.

Kronologi Nekat: Bocah Ambil Kunci Mobil Tanpa Izin

Penyebab di balik kecelakaan ini membuat publik Thailand menggeleng-geleng kepala sekaligus geram. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, pengemudi mobil bak terbuka tersebut ternyata adalah seorang anak di bawah umur yang sama sekali belum layak—baik secara hukum, psikologis, maupun fisik—untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui sengaja memanfaatkan kelengahan orang tuanya untuk membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya dari rumah tanpa izin. Anak tersebut kemudian mengendarai mobil itu sendirian ke arah kota. Diduga karena belum memiliki kemampuan mengontrol kendaraan dalam kecepatan tinggi, bocah tersebut kehilangan kendali penuh atas setir mobil sebelum akhirnya menghantam rombongan biksu yang sedang berjalan kaki.

Suasana Evakuasi yang Mencekam

Seorang polisi lalu lintas setempat yang melintas sesaat setelah kejadian menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. Ia melihat tubuh para biksu yang jubahnya bernoda darah tergeletak berserakan di jalanan, sementara warga sekitar dan pengendara lain mulai berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Isak tangis dari para biksu yang selamat terdengar memecah keheningan siang itu.

Melihat situasi darurat dan skala kecelakaan yang begitu besar, petugas tersebut langsung bergerak cepat menghubungi markas kepolisian setempat, pihak rumah sakit regional, serta mengerahkan regu penyelamat (rescue) berskala besar untuk mempercepat proses evakuasi para korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans hilir mudik menyalakan sirine di sepanjang jalur Mueang guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Hukum Menanti: Fokus Penyelidikan pada Kelalaian Orang Tua

Pihak kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut ini. Mengingat pelaku utama masih berusia 11 tahun dan dilindungi oleh undang-undang peradilan anak, fokus pemeriksaan kini juga diarahkan tajam pada tanggung jawab moral dan hukum orang tua bocah tersebut.

Orang tua pelaku dinilai melakukan kelalaian fatal karena tidak menyimpan kunci kendaraan di tempat yang aman, sehingga membiarkan anak di bawah umur dengan mudah menguasai kendaraan roda empat di jalan raya yang ramai. Di bawah hukum Thailand, orang tua dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata jika terbukti membiarkan anak mereka melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Tragedi ini memicu kembali perdebatan nasional di Thailand mengenai penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat serta pentingnya kampanye kesadaran bagi para orang tua agar tidak sekali-kali mengizinkan anak di bawah umur menyentuh kemudi kendaraan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terjadi aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kedungwuni, Pekalongan pada Sabtu (14/2/2026) malam. Aksi tersebut disebut menargetkan suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhim (55) atau Boim. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus dan saat ini masih melakukan penyelidikan. […]

  • jadi

    Jepang Kembali Jadi Favorit Wisatawan Internasional

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jepang kembali mencuri perhatian dunia internasional. Dalam berbagai survei dan jajak pendapat pariwisata global, Jepang dinobatkan sebagai negara yang paling ingin dikunjungi kembali oleh wisatawan mancanegara. Negara matahari terbit ini dinilai sukses memadukan keindahan alam, budaya tradisional yang terjaga, kemajuan teknologi, dan keramahan warganya. Dengan daya tarik yang unik dan pengalaman berwisata yang […]

  • tembok

    Fenomena “Tembok Ratapan Solo”: Anak Muda Menyindir Jokowi Lewat Kreativitas Digital

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai fenomena yang dikenal sebagai “Tembok Ratapan Solo” di rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, merupakan bentuk sindiran anak muda terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Sindiran ini muncul karena Jokowi dianggap masih ingin mempertahankan eksistensi di panggung politik nasional meski masa jabatan kepresidenannya telah berakhir […]

  • ASN di Pekalongan Dinarasikan Karaoke saat Jam Kerja, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

    ASN di Pekalongan Dinarasikan Karaoke saat Jam Kerja, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Heboh seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pekalongan terekam sedang berkaraoke saat jam kerja. Hal ini terungkap dari video yang viral di media sosial. Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menjelaskan bahwa ASN yang terekam diduga bagian dari rombongan kepala sekolah Kecamatan Paninggaran. Mereka disebut mengikuti […]

  • Malam Puncak HUT RI, Pemkab Wonogiri Gelar Wayang Kulit di 25 Kecamatan

    Malam Puncak HUT RI, Pemkab Wonogiri Gelar Wayang Kulit di 25 Kecamatan

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Wonogiri, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menggelar pertunjukan wayang kulit secara serentak di 25 kecamatan dalam rangka memeriahkan malam puncak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Wayang kulit yang diadakan pada Sabtu (23/8/2025) yang lalu itu bertajuk ‘Wahyu Kantentreman’. Judul tersebut memiliki filosofi agar gelaran tersebut dapat membawa ketenangan dan kedamaian bagi seluruh warga. Kepala […]

  • 3 Ribu ASN di Brebes Diduga Gunakan Aplikasi Ilegal untuk Input Presensi Jarak Jauh

    3 Ribu ASN di Brebes Diduga Gunakan Aplikasi Ilegal untuk Input Presensi Jarak Jauh

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 3 ribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di Brebes disebut gunakan aplikasi ilegal untuk menginput kehadiran secara jarak jauh. Praktik ini terungkap setelah server aplikasi resmi dimatikan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia menyebutkan, ASN yang menggunakan aplikasi tersebut beragam, mulai dari tenaga kesehatan, guru, hingga pejabat […]

expand_less