Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 29

Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus kecaman dari publik.

Niat suci puluhan biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual keagamaan (dhutanga) tersebut seketika berubah menjadi jerit tangis dan kepanikan di pinggir jalan. Keberadaan anak di bawah umur di balik kemudi kendaraan roda empat sekali lagi menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan jalan raya.

Kronologi Insiden Maut di Wilayah Mueang

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Peristiwa mengerikan ini berlangsung di salah satu ruas jalan utama di wilayah Mueang, Provinsi Mukdahan.

Saat itu, kondisi lalu lintas sebenarnya relatif normal sebelum mobil bak terbuka yang melaju tak terkendali mengubah situasi menjadi ladang pembantaian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan, kecelakaan bermula saat sekelompok biksu yang terdiri atas 34 orang sedang berjalan kaki beriringan secara tertib di bahu jalan.

Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan ziarah jarak jauh. Rombongan religius ini berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani untuk menghadiri ritual keagamaan.

Namun, di tengah perjalanan, mobil bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam barisan para biksu tersebut dari arah belakang tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti. Benturan keras itu membuat tubuh para korban terlempar beberapa meter ke aspal dan area rumput di pinggir jalan.

Data Korban: Lima Tewas di Tempat, Tujuh Kritis

Otoritas keamanan dan tim medis setempat melaporkan bahwa dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Lima orang biksu ditemukan tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat dan trauma hantaman keras yang mereka derita.

Sementara itu, tiga biksu lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit terdekat.

Selain delapan korban tewas, tim medis mencatat ada tujuh biksu yang kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat luka berat dan patah tulang. Di sisi lain, 20 biksu lainnya dilaporkan selamat, meskipun mereka harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka ringan, lecet, serta mengalami syok berat (trauma psikologis) setelah menyaksikan rekan-rekan mereka tergilas kendaraan.

Kronologi Nekat: Bocah Ambil Kunci Mobil Tanpa Izin

Penyebab di balik kecelakaan ini membuat publik Thailand menggeleng-geleng kepala sekaligus geram. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, pengemudi mobil bak terbuka tersebut ternyata adalah seorang anak di bawah umur yang sama sekali belum layak—baik secara hukum, psikologis, maupun fisik—untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui sengaja memanfaatkan kelengahan orang tuanya untuk membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya dari rumah tanpa izin. Anak tersebut kemudian mengendarai mobil itu sendirian ke arah kota. Diduga karena belum memiliki kemampuan mengontrol kendaraan dalam kecepatan tinggi, bocah tersebut kehilangan kendali penuh atas setir mobil sebelum akhirnya menghantam rombongan biksu yang sedang berjalan kaki.

Suasana Evakuasi yang Mencekam

Seorang polisi lalu lintas setempat yang melintas sesaat setelah kejadian menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. Ia melihat tubuh para biksu yang jubahnya bernoda darah tergeletak berserakan di jalanan, sementara warga sekitar dan pengendara lain mulai berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Isak tangis dari para biksu yang selamat terdengar memecah keheningan siang itu.

Melihat situasi darurat dan skala kecelakaan yang begitu besar, petugas tersebut langsung bergerak cepat menghubungi markas kepolisian setempat, pihak rumah sakit regional, serta mengerahkan regu penyelamat (rescue) berskala besar untuk mempercepat proses evakuasi para korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans hilir mudik menyalakan sirine di sepanjang jalur Mueang guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Hukum Menanti: Fokus Penyelidikan pada Kelalaian Orang Tua

Pihak kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut ini. Mengingat pelaku utama masih berusia 11 tahun dan dilindungi oleh undang-undang peradilan anak, fokus pemeriksaan kini juga diarahkan tajam pada tanggung jawab moral dan hukum orang tua bocah tersebut.

Orang tua pelaku dinilai melakukan kelalaian fatal karena tidak menyimpan kunci kendaraan di tempat yang aman, sehingga membiarkan anak di bawah umur dengan mudah menguasai kendaraan roda empat di jalan raya yang ramai. Di bawah hukum Thailand, orang tua dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata jika terbukti membiarkan anak mereka melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Tragedi ini memicu kembali perdebatan nasional di Thailand mengenai penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat serta pentingnya kampanye kesadaran bagi para orang tua agar tidak sekali-kali mengizinkan anak di bawah umur menyentuh kemudi kendaraan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • bodoh

    4 Fakta Unik Kucing Putih: Cerdas atau Justru Bodoh?

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kucing putih adalah salah satu jenis kucing yang sangat populer, baik sebagai peliharaan maupun sebagai subjek dalam budaya pop. Mereka sering kali dianggap simbol kemurnian, kecantikan, dan ketenangan. Namun, ada banyak mitos yang beredar tentang kucing putih, salah satunya adalah anggapan bahwa mereka cenderung “bodoh“. Lantas, apakah anggapan tersebut benar? Dalam artikel ini, kita […]

  • Kebakaran Terjadi di Pasar Loak Adiwerna Tegal, Api Berasal dari Kios Sepeda

    Kebakaran Terjadi di Pasar Loak Adiwerna Tegal, Api Berasal dari Kios Sepeda

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Terjadi kebakatan di pasar loak Kecamatan Adiwerna diduga karena korsleting listrik. Si jago merah mulai melahap sejumlah kios pada Jumat (23/1/2026) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa bermula saat api muncul di sebuah kios loak sepeda. Namun, api cepat membesar dan merembet hingga membakar beberapa kios lain di sekitarnya. Menurut informasi, ada […]

  • Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 143
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi soroti sejumlah kasus korupsi dana desa di sejumlah daerah. Menurutnya, hal ini rentan terjadi karena minimnya pengawasan dan sifatnya yang swakelola. Maka dari itu, pihaknya mengusulkan adanya pendampingan oleh aparat, misalnya pihak Kejaksaan atau Kepolisian dalam pengelolaan dana desa. Hal ini dilakukan guna meningkatkan transparansi dan monitoring, […]

  • Seluruh Makanan dan Minuman di Kampung Ramadan Rembang Harus Lolos Uji Kandungan Berbahaya

    Seluruh Makanan dan Minuman di Kampung Ramadan Rembang Harus Lolos Uji Kandungan Berbahaya

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Seluruh makanan dan minuman yang dijual di Kampung Ramadan 2026 di Rembang harus melewati tahap uji kandungan zat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk yang beredar aman dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel makanan dari berbagai stan, khususnya yang menyediakan makanan olahan dan takjil. Adapun pemeriksaan sampel makanan, meliputi uji […]

  • Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Produk busana dari desainer lokal diharapkan naik kelas hingga tembus pasar global. Dalam upaya tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng turut mendorong adanya pendampingan kepada para pelaku bisnis dan pengrajin. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, pendampingan tersebut bisa dengan memfasilitasi pameran produk dan gelaran berbagai […]

  • Waspada! 5 Kebiasaan Berikut Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh

    Waspada! 5 Kebiasaan Berikut Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Metabolisme merupakan salah satu proses penting yang terjadi dalam tubuh. Ini merupakan proses kimia dalam sel tubuh yang mengubah asupan makanan dan minuman menjadi energi. Energi tersebut digunakan agar sel tetap sehat, tumbuh, dan berkembang. Selain itu, metabolisme juga memengaruhi fungsi tubuh, seperti bernapas, mencerna makanan, mengalirkan darah, serta memperbaiki sel. Selain itu, metabolisme juga […]

expand_less