Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 97

Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus kecaman dari publik.

Niat suci puluhan biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual keagamaan (dhutanga) tersebut seketika berubah menjadi jerit tangis dan kepanikan di pinggir jalan. Keberadaan anak di bawah umur di balik kemudi kendaraan roda empat sekali lagi menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan jalan raya.

Kronologi Insiden Maut di Wilayah Mueang

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Peristiwa mengerikan ini berlangsung di salah satu ruas jalan utama di wilayah Mueang, Provinsi Mukdahan.

Saat itu, kondisi lalu lintas sebenarnya relatif normal sebelum mobil bak terbuka yang melaju tak terkendali mengubah situasi menjadi ladang pembantaian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan, kecelakaan bermula saat sekelompok biksu yang terdiri atas 34 orang sedang berjalan kaki beriringan secara tertib di bahu jalan.

Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan ziarah jarak jauh. Rombongan religius ini berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani untuk menghadiri ritual keagamaan.

Namun, di tengah perjalanan, mobil bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam barisan para biksu tersebut dari arah belakang tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti. Benturan keras itu membuat tubuh para korban terlempar beberapa meter ke aspal dan area rumput di pinggir jalan.

Data Korban: Lima Tewas di Tempat, Tujuh Kritis

Otoritas keamanan dan tim medis setempat melaporkan bahwa dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Lima orang biksu ditemukan tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat dan trauma hantaman keras yang mereka derita.

Sementara itu, tiga biksu lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit terdekat.

Selain delapan korban tewas, tim medis mencatat ada tujuh biksu yang kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat luka berat dan patah tulang. Di sisi lain, 20 biksu lainnya dilaporkan selamat, meskipun mereka harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka ringan, lecet, serta mengalami syok berat (trauma psikologis) setelah menyaksikan rekan-rekan mereka tergilas kendaraan.

Kronologi Nekat: Bocah Ambil Kunci Mobil Tanpa Izin

Penyebab di balik kecelakaan ini membuat publik Thailand menggeleng-geleng kepala sekaligus geram. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, pengemudi mobil bak terbuka tersebut ternyata adalah seorang anak di bawah umur yang sama sekali belum layak—baik secara hukum, psikologis, maupun fisik—untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui sengaja memanfaatkan kelengahan orang tuanya untuk membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya dari rumah tanpa izin. Anak tersebut kemudian mengendarai mobil itu sendirian ke arah kota. Diduga karena belum memiliki kemampuan mengontrol kendaraan dalam kecepatan tinggi, bocah tersebut kehilangan kendali penuh atas setir mobil sebelum akhirnya menghantam rombongan biksu yang sedang berjalan kaki.

Suasana Evakuasi yang Mencekam

Seorang polisi lalu lintas setempat yang melintas sesaat setelah kejadian menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. Ia melihat tubuh para biksu yang jubahnya bernoda darah tergeletak berserakan di jalanan, sementara warga sekitar dan pengendara lain mulai berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Isak tangis dari para biksu yang selamat terdengar memecah keheningan siang itu.

Melihat situasi darurat dan skala kecelakaan yang begitu besar, petugas tersebut langsung bergerak cepat menghubungi markas kepolisian setempat, pihak rumah sakit regional, serta mengerahkan regu penyelamat (rescue) berskala besar untuk mempercepat proses evakuasi para korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans hilir mudik menyalakan sirine di sepanjang jalur Mueang guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Hukum Menanti: Fokus Penyelidikan pada Kelalaian Orang Tua

Pihak kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut ini. Mengingat pelaku utama masih berusia 11 tahun dan dilindungi oleh undang-undang peradilan anak, fokus pemeriksaan kini juga diarahkan tajam pada tanggung jawab moral dan hukum orang tua bocah tersebut.

Orang tua pelaku dinilai melakukan kelalaian fatal karena tidak menyimpan kunci kendaraan di tempat yang aman, sehingga membiarkan anak di bawah umur dengan mudah menguasai kendaraan roda empat di jalan raya yang ramai. Di bawah hukum Thailand, orang tua dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata jika terbukti membiarkan anak mereka melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Tragedi ini memicu kembali perdebatan nasional di Thailand mengenai penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat serta pentingnya kampanye kesadaran bagi para orang tua agar tidak sekali-kali mengizinkan anak di bawah umur menyentuh kemudi kendaraan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • qatar

    Qatar Desak Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Peringatkan Krisis Global di Selat Hormuz

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik nadir yang mengkhawatirkan. Menanggapi situasi yang kian memanas, Pemerintah Qatar mulai “pasang badan” dengan mendesak kedua belah pihak untuk memperpanjang masa gencatan senjata. Doha memperingatkan bahwa kebuntuan negosiasi bukan hanya akan memicu konflik bersenjata, tetapi juga berpotensi melumpuhkan ekonomi dunia melalui blokade jalur […]

  • Stok BBM dan Elpiji di Jateng Terjaga, Pemprov Ingatkan Jangan 'Panic Buying'

    Stok BBM dan Elpiji di Jateng Terjaga, Pemprov Ingatkan Jangan ‘Panic Buying’

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Tengah diperkirakan aman. Berbagai jenis BBM tersebut meliputi Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertadex, hingga Pertamax Turbo. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Agus Sugiharto. Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak melakukan ‘panic buying’ […]

  • Ada Penambangan di Lereng Gunung Slamet, Kepala Cabang Dinas ESDM Jateng: Sudah Kantongi Izin

    Ada Penambangan di Lereng Gunung Slamet, Kepala Cabang Dinas ESDM Jateng: Sudah Kantongi Izin

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Viral video di media sosial menunjukkan aktivitas penambangan di lereng Gunung Slamet, tepatnya Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas. Hal ini turut menjadi sorotan warganet agar tambang tersebut ditutup karena dikhawatirkan menyebabkan bencana alam. Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas ESDM Pemprov Jateng Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko membenarkan adanya aktivitas penambangan di wilayah […]

  • Mahasiswa di Jateng Didorong Berinovasi untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Pemprov Jateng Dorong Inovasi Berbasis Riset untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jawa Tengah mendorong mahasiswa berinovasi agar mampu menghadapi setiap tantangan di masa depan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyumbang ide berbasis riset dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat produktif saat ini. Hal ini dinilai bisa berdampak positif terhadap […]

  • Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    Pabrik Pengolahan Sampah Bakal Dibangun di Batang Bulan Desember

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang akhir tahun 2025. Adapun nilai investasi yang digelontorkan tersebut hingga USD200 juta. Pembangunan pabrik di atas lahan seluas 80 Ha itu merupakan bentuk kerja sama antara PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera […]

  • Heboh Plt Bupati Pati Salah Baca Teks Pancasila, Diskominfo: Sedang Tidak Fit

    Heboh Plt Bupati Pati Salah Baca Teks Pancasila, Diskominfo: Sedang Tidak Fit

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Heboh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, disebut salah membaca teks Pancasila saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) kemarin. Upacara peringatan tersebut sebelumnya digelar di Lapangan Alun-alun Simpang Lima Pati pada Senin (17/8/2026). Sementara, Plt Bupati Chandra bertugas sebagai inspektur upacara dan membaca teks Pancasila, kemudian diikuti oleh para […]

expand_less