Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 8 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2026
  • visibility 95

Kabarjatengterkini.com— Kelalaian dalam mengawasi anak kembali memicu tragedi kemanusiaan yang memilukan di Thailand. Sedikitnya delapan orang biksu dilaporkan tewas setelah ditabrak oleh sebuah mobil bak terbuka (pick-up) yang dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru berusia 11 tahun.

Insiden maut ini terjadi di Provinsi Mukdahan, wilayah timur laut Thailand, dan langsung memicu gelombang duka sekaligus kecaman dari publik.

Niat suci puluhan biksu yang tengah melakukan perjalanan spiritual keagamaan (dhutanga) tersebut seketika berubah menjadi jerit tangis dan kepanikan di pinggir jalan. Keberadaan anak di bawah umur di balik kemudi kendaraan roda empat sekali lagi menyoroti lemahnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan jalan raya.

Kronologi Insiden Maut di Wilayah Mueang

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Peristiwa mengerikan ini berlangsung di salah satu ruas jalan utama di wilayah Mueang, Provinsi Mukdahan.

Saat itu, kondisi lalu lintas sebenarnya relatif normal sebelum mobil bak terbuka yang melaju tak terkendali mengubah situasi menjadi ladang pembantaian.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh otoritas keamanan, kecelakaan bermula saat sekelompok biksu yang terdiri atas 34 orang sedang berjalan kaki beriringan secara tertib di bahu jalan.

Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan ziarah jarak jauh. Rombongan religius ini berjalan kaki dari Provinsi Mukdahan dengan tujuan akhir ke Provinsi Ubon Ratchathani untuk menghadiri ritual keagamaan.

Namun, di tengah perjalanan, mobil bak terbuka yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam barisan para biksu tersebut dari arah belakang tanpa sempat melakukan pengereman yang berarti. Benturan keras itu membuat tubuh para korban terlempar beberapa meter ke aspal dan area rumput di pinggir jalan.

Data Korban: Lima Tewas di Tempat, Tujuh Kritis

Otoritas keamanan dan tim medis setempat melaporkan bahwa dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal. Lima orang biksu ditemukan tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat dan trauma hantaman keras yang mereka derita.

Sementara itu, tiga biksu lainnya mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit terdekat.

Selain delapan korban tewas, tim medis mencatat ada tujuh biksu yang kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif (ICU) akibat luka berat dan patah tulang. Di sisi lain, 20 biksu lainnya dilaporkan selamat, meskipun mereka harus mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka ringan, lecet, serta mengalami syok berat (trauma psikologis) setelah menyaksikan rekan-rekan mereka tergilas kendaraan.

Kronologi Nekat: Bocah Ambil Kunci Mobil Tanpa Izin

Penyebab di balik kecelakaan ini membuat publik Thailand menggeleng-geleng kepala sekaligus geram. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian, pengemudi mobil bak terbuka tersebut ternyata adalah seorang anak di bawah umur yang sama sekali belum layak—baik secara hukum, psikologis, maupun fisik—untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui sengaja memanfaatkan kelengahan orang tuanya untuk membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya dari rumah tanpa izin. Anak tersebut kemudian mengendarai mobil itu sendirian ke arah kota. Diduga karena belum memiliki kemampuan mengontrol kendaraan dalam kecepatan tinggi, bocah tersebut kehilangan kendali penuh atas setir mobil sebelum akhirnya menghantam rombongan biksu yang sedang berjalan kaki.

Suasana Evakuasi yang Mencekam

Seorang polisi lalu lintas setempat yang melintas sesaat setelah kejadian menggambarkan betapa mencekamnya situasi pasca-tabrakan. Ia melihat tubuh para biksu yang jubahnya bernoda darah tergeletak berserakan di jalanan, sementara warga sekitar dan pengendara lain mulai berkerumun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Isak tangis dari para biksu yang selamat terdengar memecah keheningan siang itu.

Melihat situasi darurat dan skala kecelakaan yang begitu besar, petugas tersebut langsung bergerak cepat menghubungi markas kepolisian setempat, pihak rumah sakit regional, serta mengerahkan regu penyelamat (rescue) berskala besar untuk mempercepat proses evakuasi para korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans hilir mudik menyalakan sirine di sepanjang jalur Mueang guna menyelamatkan nyawa korban yang masih tersisa.

Hukum Menanti: Fokus Penyelidikan pada Kelalaian Orang Tua

Pihak kepolisian Thailand menegaskan bahwa mereka masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden maut ini. Mengingat pelaku utama masih berusia 11 tahun dan dilindungi oleh undang-undang peradilan anak, fokus pemeriksaan kini juga diarahkan tajam pada tanggung jawab moral dan hukum orang tua bocah tersebut.

Orang tua pelaku dinilai melakukan kelalaian fatal karena tidak menyimpan kunci kendaraan di tempat yang aman, sehingga membiarkan anak di bawah umur dengan mudah menguasai kendaraan roda empat di jalan raya yang ramai. Di bawah hukum Thailand, orang tua dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata jika terbukti membiarkan anak mereka melakukan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain.

Tragedi ini memicu kembali perdebatan nasional di Thailand mengenai penegakan hukum lalu lintas yang lebih ketat serta pentingnya kampanye kesadaran bagi para orang tua agar tidak sekali-kali mengizinkan anak di bawah umur menyentuh kemudi kendaraan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dikhawatirkan akan berdampak pada nasib PPPK paruh waktu di Jawa Tengah. Adapun kebijakan tersebut merupakan buntut efisiensi oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebutkan bahwa pihak pemerintah provinsi masih mengkaji kebijakan tersebut, serta akan menunggu arahan dari […]

  • Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Jawa Tengah Mulai Dibuka, Simak Persyaratannya!

    Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren di Jawa Tengah Mulai Dibuka, Simak Persyaratannya!

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) luncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Tahap pendaftaran sudah dimulai, sementara proses seleksi akan dilaksanakan pada awal tahun 2026 nanti. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, program beasiswa ini merupakan bagian dari 11 program prioritas Luthfi-Yasin, yakni “Pesantren Obah”. Adapun tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya […]

  • Heboh Dana Hibah Pemerintah Ditransfer ke Rekening Pribadi, Jubir PB XIV Purbaya Buka Suara

    Heboh Dana Hibah Pemerintah Ditransfer ke Rekening Pribadi, Jubir PB XIV Purbaya Buka Suara

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Heboh dana hibah pemerintah ke Keraton Solo yang ditransfer ke rekening pribadi Pakubuwono XIII. Sementara, Kementerian Budaya (Kemenbud) menghendaki agar dana hibah ini ada pertanggungjawabannya. “Keraton Solo mendapatkan hibah dari Pemerintah Kota Solo, dari provinsi, kemudian dari APBN. Nah selama ini menurut keterangan (yang kami terima) itu penerimanya itu pribadi,” kata Menteri […]

  • Satpol PP Pemkab Klaten Amankan PSK dan Pasangan Tidak Resmi di Bulan Ramadan

    Sejumlah PSK dan Pasangan Tidak Resmi di Klaten Diamankan Satpol PP

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Satpol PP Pemkab Klaten melakukan penertiban di bulan Ramadan, Kamis (5/3/2026) siang. Dalam penertiban ini, sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dan pasangan tanpa ikatan pernikahan diamankan. Kabid Penegakan Perda Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sulamto menjelaskan bahwa ada tiga PSK yang terjaring razia saat sedang menunggu pelanggan open BO. Mereka […]

  • Perbaikan jalan di Rembang/rembangkab

    Kualitas Infrastruktur Jalan di Rembang Terus Ditingkatkan

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Rembang terus ditingkatkan. Sejumlah ruas jalan sudah selesai diperbaiki. Hingga akhir November, ada empat paket peningkatan jalan yang bersumber dari APBD Induk yang selesai. Selain itu, 22 paket pekerjaan jalan melalui skema Pengadaan Langsung (PL) masih berlangsung di sejumlah titik. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum […]

  • kunjungan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito

    Pekerja Asal Jateng Bakal Disiapkan Bekerja pada Level Manajer di Perusahaan Jepang

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pekerja asal Jawa Tengah bakal dilatih agar siap menduduki jabatan manajer di perusahaan-perusahaan Jepang. Hal ini bisa tercapai lewat kolaborasi Pemprov Jateng bersama pihak Jepang. “Pemerintah Prefektur Kagawa menyampaikan ketertarikannya terhadap sumber daya manusia (SDM) Jawa Tengah,” kata Wakil Gubernur Taj Yasin, Jumat (23/1/2026) malam. “Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya […]

expand_less