Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 141

Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Terungkap penyebab padamnya Api Abadi Mrapen sejak awal tahun 2026 yang lalu. Kobaran api tersebut bisa mati karena saluran gas di bawahnya tersumbat dengan lumpur.

“Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, Selasa (3/2/2026), dikutip Detik.

Ia menjelaskan, gasnya tidak mati sepenuhnya, melainkan muncul hanya sedikit. Kapasitas gas yang menyuplai sumber api pun masih cukup banyak. Namun, karena saluran gas tersebut terhalang lumpur, jadi api yang dihasilkan pun menjadi tersendat.

Nantinya, pihak ESDM Jateng akan melakukan perawatan dengan membersihkan saluran gasnya. Ia menargetkan proses ini rampung sekitar satu minggu sampai dengan kondisi Api Abadi mrapen kembali berfungsi normal.

“Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula,” ujar Dwi.

“Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Pembersihan dilakukan dengan metode flushing atau membersihkan agar lumpur yang menyumbat bisa mengalir.

“Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi),” ungkap Dwi.

Diberitakan sebelumnya, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam sejak awal tahun 2026. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Kendeng Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas ESDM Induk.

Lewat koordinasi tersebut, pihaknya melakukan pengecekan awal ke lokasi. Survei tersebut dijadwalkan pada hari Selasa (3/2/2026) untuk mengetahui penyebab pasti padamnya Api Abadi Mrapen.

“Segera untuk minggu depan akan dijadwalkan tinjau lokasi dan survei awal terhadap padamnya api Mrapen. InshaAllah dijadwalkan Selasa,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

    Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terungkap faktor penyebab kematian harimau putih dari Semarang Zoo yang dipindahkan ke Ragunan Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Maret 2026 lalu. Harimau putih tersebut merupakan hasil kawin sedarah, sehingga DNA-nya dinilai sudah menyimpang. “Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik […]

  • Kades di Magelang Gelapkan Dana Desa Hingga Rugikan Negara Rp237 juta

    Kades di Magelang Gelapkan Dana Desa Hingga Rugikan Negara Rp237 juta

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seorang kepala desa di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, inisial BDM (51), diduga menggelapkan dana desa tahun 2023 senilai Rp237 juta. Pelaku yang menjabat di Desa Girimulyo tersebut telah ditetapkan tersangka. “Terkait dengan Kepala Desa Girimulyo atas nama BDM. Kemarin (Kamis) itu penetapan tersangka korupsi keuangan desa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kabupaten […]

  • Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei

    Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menawarkan kerja sama terkait green energy dan green industry dengan Kesultanan Brunei Darussalam. Salah satunya, dalam mengembangkan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang. “Gubernur menghendaki semua kawasan industri itu musti menggunakan green industry,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko. Tak hanya membuka peluang […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

  • pati

    Polresta Pati Periksa AS, Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo yang Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Santriwati

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang melibatkan oknum pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, berinisial AS, memasuki babak baru. Polresta Pati secara resmi melakukan pemeriksaan terhadap AS dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Selasa, 5 Mei 2026. Langkah hukum ini diambil menyusul perhatian publik yang luas setelah kasus tersebut viral di berbagai platform media sosial […]

  • Terkait Peredaraan Rokok Ilegal, Sejumlah Warung Madura Ditertibkan Bea Cukai Tegal

    Terkait Peredaraan Rokok Ilegal, Sejumlah Warung Madura Ditertibkan Bea Cukai Tegal

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah warung Madura kena razia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Tegal, Jawa Tengah. Operasi ini dilakukan untuk menarik peredaran rokok ilegal di pasaran. Informasi ini diketahui berdasarkan unggahan di media sosial beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, pihak Bea Cukai Tegal menyebutkan bahwa razia digelar di malam hari pada 14 […]

expand_less